40

6.3K 259 51
                                        

[Vote sebelum baca!]

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

SELAMAT MENIKMATI!

^^

"Riana, bajunya udah digosok belum?!" Rora memekik dari luar sembari membawa sepiring nasi, membawanya masuk ke dalam kamar Veli.

Riana yang awalnya sibuk membereskan tempat tidur itu berdecak melihat temannya yang sudah duduk di kursi belajar—siap menyantap sarapannya. "Rora, sekarang baru jam setengah lima pagi, ayam aja belum sarapan kayaknya. Lo jam segini udah makan aja."

"SSA, suka-suka Aurora," balas Rora santai. "Bajunya udah digosok belum?" tanyanya kembali, lalu memasukkan sesendok nasi bercampur ayam kecap ke dalam mulutnya, dikunyahnya pelan.

"Belum. Habis salat subuh aja. Gue mau mandi dulu," balas Riana, sebelum memasuki kamar mandi yang kosong.

Riana menyegarkan tubuh selama lima belas menit di dalam sana, lalu berwudu, dan salat subuh sendirian, sedangkan Rora telah selesai makan dari sepuluh menit lalu, kemudian berinisiatif menggosok pakaian mereka yang serupa.

Deringan ponsel mengalihkan atensi Riana yang baru saja akan melepas mukena setelah selesai salat. Ia melangkah mendekati ponselnya yang sedang diisi daya. Keningnya mengerut tatkala mendapati nama Faiz yang sedang memanggil panggilan video kepadanya. Tumben sekali? Biasanya lelaki itu hanya akan mengirimkannya pesan atau menelepon jika penting.

Ia segera menggeser ikon hijau di atas layar. Dalam hitungan detik, wajah Faiz langsung terpampang di sana, menampilkan wajah bersihnya yang tampak segar, dan rambutnya yang masih sedikit basah. Riana bisa langsung menebak jika lelaki itu baru selesai salat subuh setelah melihat pakaian salatnya yang masih dipakai.

"Baru selesai salat?" tanya Faiz di seberang sana.

Rora yang sedang menggosok baju di dalam kamar itu menoleh. "Siapa, Na?" tanyanya penasaran.

Riana menoleh. "Suami gue."

"Oh."

Riana kembali menatap layar ponselnya. "Iya, baru aja selesai. Lo juga baru selesai salat, ya?"

Faiz mendudukkan diri di sofa kamar. "Hm."

Riana mendudukkan diri di atas kursi belajar tanpa melepas mukenanya. "Lo tumben banget VC, biasanya cuman nelfon."

Faiz tersenyum tipis. "Kangen. Mau liat muka kamu."

Rora merinding sendiri mendengarnya. Tangannya memang sibuk menggosok pakaian, tetapi telinganya sibuk mendengarkan percakapan temannya dengan suaminya itu.

Riana memalingkan wajah. "Apa, sih," sahutnya salah tingkah. "Baru juga semalem nggak ketemu."

"Tetep aja lama," balas Faiz pelan. "Kamu mau berangkat bareng saya atau bareng temen kamu?"

Riana kembali menatap layar ponselnya. "Sama mereka aja. Lo bareng si Rama aja, takut ada yang dibutuhin, kan, masih ada lo yang bisa bantu."

Halo Gus!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang