[Vote sebelum baca!]
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
SELAMAT MENIKMATI!
^^
Suara menghafal memenuhi Musala Al-Karim. Para santriwati menduduki tempat ternyamannya untuk menghafal ayat-ayat baru, sebelum bergiliran maju untuk menyetorkan ayat tersebut kepada Ustazah Asma yang ditandai sebagai ustazah berbadan gemuk dan memiliki sifat pemarah oleh para santri.
Nadia memejamkan matanya, berusaha untuk mengingat kembali ayat yang tiba-tiba lupa dari otaknya. Matanya terbuka, menatap Ustazah Asma dengan sedih. "Lupa, Ustazah...."
Ustazah Asma mengangguk. "Hafalin lagi. Pastiin udah benar-benar hafal sebelum setoran lagi ke saya."
Nadia mengangguk dengan raut wajah sedih. Sebelum setoran, ia selalu lancar menghafal, tetapi anehnya akan selalu lupa juga di saat menyetorkan hafalan kepada ustazah. Kejadian seperti ini sering sekali terjadi kepada semua santri, termasuk dirinya.
Nadia kembali ke tempatnya semula—sudut ruangan bersama teman-temannya yang sibuk menghafal, kecuali Riana yang tertidur dengan posisi menyender di bahu kanan Tika.
"Gimana Na, lancar?" tanya Via.
Nadia mendudukkan dirinya di samping Via. Ia menghembuskan napas berat. "Mogok di jalan," ucap Nadia pelan. Tangannya membuka Al-Quran dan mencari bagian hafalannya, sebelum membaca ulang dan melafalkannya beberapa kali dengan mata terpejam.
"Siapa lagi yang mau setoran?" Suara Ustazah Asma terdengar cukup keras dengan mata yang mengeliling, menatap seluruh orang yang berada di musala. Ia mendengus ketika matanya menangkap Riana yang sedang tidur tanpa merasa terganggu padahal musala terdengar berisik. "RIANA!"
Semua pasang mata tiba-tiba menatap ke arah Riana.
"RIANA!"
Tika yang berada di samping Riana langsung membangunkan perempuan itu dengan panik. "Riana, bangun!"
Tetap tidak ada respons dari perempuan itu, membuat Tika kian panik. "Riana, Ya Allah! Malu aku diliatin semua orang! Na, bangun!" Tika mendorong kepala Riana sembari menggoyangkan tubuh perempuan itu dengan gerakan cepat.
"Apaan, sih!" Jelas saja Riana merasa terganggu sekali sebab tubuhnya digoyangkan begitu keras.
"RIANA!"
Riana mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan penglihatannya, sebelum menatap sekeliling. Otaknya tiba-tiba tidak terkoneksi ketika melihat semua orang yang kini sedang menatapnya, terutama Ustazah Asma yang menatapnya dengan amarah. "Kenapa?" tanya Riana polos.
"KAMU KENAPA SELALU TIDUR DI SAAT MENGHAFAL?! PADAHAL SEHARUSNYA MENGHAFALKAN HAFALAN KAMU?!"
Riana jelas terkejut saat Ustazah Asma bertanya dengan suara yang tidak santai. Bukan dirinya saja yang terkejut, tetapi semua orang, terutama orang-orang yang berada di dekat wanita itu. Riana menyengir kuda. "Kan, ngantuk, Ustazah."
"SELALU ALASAN SEPERTI ITU. MAU KAMU SAYA ADUIN KE GUS FAIZ?!"
Orang yang berada di dekat Ustazah Asma menggosok kupingnya pelan tanpa disadari wanita itu. Sungguh, kupingnya berdengung mendengarkan teriakan demi teriakan dari gurunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Halo Gus!!
Roman pour AdolescentsSedang dalam proses revisi‼️ Setiap chapter akan diperbarui setiap malam Sabtu & Minggu. • • • Ini cerita tentang Riana yang diberikan dua pilihan oleh papanya karena sudah pusing menghadapi kelakuan anaknya yang setiap hari semakin menjadi-jadi. Pi...
