[Vote sebelum baca!]
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
SELAMAT MENIKMATI!
^^
Lantunan azan subuh menembus tembok-tembok rumah dengan lembut, membangunkan para umat muslim untuk beribadah kepada sang pencipta, salah satunya membangunkan lelaki yang awalnya terlelap sembari memeluk wanitanya.
Kelopak mata Faiz terbuka, mengerjap beberapa kali, sebelum menunduk, menatap istrinya yang tertidur di dalam dekapannya dengan nyaman. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman manis. Tangannya menyisihkan helaian rambut istrinya ke belakang telinga agar ia bisa melihat jelas rupa yang begitu memukau di matanya.
Tangan Faiz kini bergerak mengusap kepala istrinya dengan lembut. "Riana, bangun. Salat subuh."
Riana masih tidak merasa terganggu.
Tangan Faiz bergerak ke pipi istrinya, mengusapnya pelan. "Sayang, bangun."
Usapan di pipinya berhasil membuat Riana membuka mata secara perlahan, menatap suaminya sebentar, sebelum kembali memejam.
Faiz terkekeh melihatnya, wajah bantal Riana terlihat lucu. "Ayo bangun, salat subuh."
"Lima menit lagi," jawab Riana lemas, sembari menggelamkan wajahnya di dada Faiz.
Faiz tidak tega melihat istrinya yang tampak kelelahan, jadi ia menyetujui waktu lima menit itu. Tangannya kembali mengusap kepala Riana, sesekali turun ke punggung perempuan itu, bermaksud memberikan kenyamanan untuk istrinya.
Setelah lima menit, Faiz kembali berujar, "Riana, bangun, udah lima menit."
Riana tetap bergeming.
Tangan Faiz kembali bermain-main di wajah Riana agar istrinya kembali membuka mata. "Yaa Zaujati, bangun. Ayo salat subuh."
"Sebentar lagi, masih ngantuk," sahut Riana tanpa membuka mata.
Tangan Faiz tiba-tiba mencubit pipi Riana, membuat perempuan itu langsung membuka matanya dan mendelik marah ke arahnya.
Tangan Riana terangkat untuk memukul dada Faiz. "Sakit!"
"Nah, udah gak ngantuk lagi. Ayo bangun."
Riana langsung menutup kedua matanya lagi. "Masih."
Tanpa aba-aba, Faiz menggendong Riana menuju kamar mandi.
Riana mendelik, memukuli bahu Faiz. "FAIZ, TURUNIN!" pekiknya.
Faiz tidak memedulikan seruan protes dari Riana, ia tetep membawa perempuan itu masuk ke dalam kamar mandi tanpa menurunkannya dari gendongan, lalu mendudukkannya di tepi wastafel. "Mandi dulu, baru salat subuh."
Riana membuang muka, kedua tangannya bersedekap dada. "Gak mau," ketusnya.
Faiz memiringkan kepalanya ke arah wajah Riana agar bisa melihat ekspresi perempuan itu. "Kamu marah?"
"Pikir aja sendiri!"
"Marah gara-gara saya bangunin buat salat subuh?"
Riana menatap Faiz kesal. "Bukan itu!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Halo Gus!!
Teen FictionSedang dalam proses revisi‼️ Setiap chapter akan diperbarui setiap malam Sabtu & Minggu. • • • Ini cerita tentang Riana yang diberikan dua pilihan oleh papanya karena sudah pusing menghadapi kelakuan anaknya yang setiap hari semakin menjadi-jadi. Pi...
