39

7K 233 107
                                        

Jangan lupa vote & komennya biar aku tambah semangat buat update!

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Selamat membaca!❤️

^^

Esok adalah hari pernikahan Rama dan Veli yang akan diadakan di sebuah gedung yang berada di Jakarta, sesuai keinginan Veli yang dilahirkan di kota besar tersebut. Untuk mengantisipasi keterlambatan, Rama dan keluarganya menginap di rumah Lina—tantenya Rama—yang memang tinggal di Jakarta, begitu pun dengan keluarga Al-Khayr yang ikut menginap di sana, kecuali Riana yang lebih memilih menginap di rumah Veli.

Faiz dan Riana seharusnya tidur di rumah orang tuanya Riana malam ini, tetapi Rama sang raja drama itu memaksa Faiz agar menginap bersamanya sebab ingin dibimbing mengucapkan ijab kabul menggunakan bahasa Arab—sebenarnya Rama sudah pasti bisa sebab dia telah bertahun-tahun tinggal di Mesir menjadi mahasiswa di sana, tetapi kegugupan terkadang menghancurkan kemampuan, sehingga lelaki itu ingin dibimbing oleh Faiz sang raja tenang agar tidak gugup di saat mengucapkan kalimat sakral tersebut.

Mau tak mau Faiz menuruti dibandingkan telinganya tiba-tiba tuli dikarenakan bujukan Rama yang menjijikkan, dan Riana akhirnya menginap di rumah Veli, menghabiskan malam bersama temannya yang telah lama sekali hilang kabar.

Riana membenarkan bantalnya agar nyaman ditempati, setelahnya tubuhnya dimiringkan menghadap Veli. "Ceritain awal pertemuan lo sama Rama, dong. Gue kepo banget, tiba-tiba nikah aja."

Veli menggeleng cepat. Ia mengambil bantal biru mudanya, lalu ditempatkan di atas kakinya yang menyilang di atas kasur. "Gak mau, ah. Malu gue. Gak sanggup nyeritainnya juga."

"Kayak lo bakal pingsan aja kalau nyeritain pertemuan pertama kalian itu."

"Gue berharapnya gue pingsan aja, sih, pas itu, kalau bisa menghilang dari bumi."

"Kenapa, sih?!" Riana semakin tidak sabar, "Ceritain sekarang atau gue telfon si Rama terus bilang kalau lo mau batalin pernikahannya," ancamnya.

Veli menoleh kaget. "Riana, jangan ngaco!"

"Ya makanya buruan cerita."

Veli menghela napas, ia menghadap ke arah Riana sepenuhnya. "Gue ketemu sama Rama pas lagi di Jakarta."

Riana mengerutkan keningnya. "Jakarta? Kapan? Waktu SD?"

Veli menggeleng. "Waktu gue masih kelas tiga SMP kalau nggak salah. "

"Tiga SMP? Bukannya lo tinggal di luar negeri pas umur segitu? Kapan lo ke sininya? Kok, lo nggak nemuin gue, sih? Lo jahat banget, sih. Lo gak mau ketemu gue lagi? Lo gak mau temenan sama gue lagi?" cerocos Riana tanpa henti, tidak membiarkan Veli menyela sedikit pun.

"Gue belum ngejelasin apa-apa, tapi lo udah ngomong gue jahat aja."

"Yaudah jelasin sekarang."

Veli menghela napas sejenak, sebelum bercerita, "Dulu gue sama Rora dan orang tuanya ke Jakarta karena permintaan gue yang kangen banget sama Indonesia, gue sekalian mau ketemu lo waktu itu, tapi Om Aril cuman bisa luangin waktu dua hari doang di Jakarta karena banyak kerjaan yang gak bisa ditinggalin gitu aja. Jadi, akhirnya kami di Jakarta cuman dua hari."

Halo Gus!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang