[Vote sebelum baca!]
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
SELAMAT MENIKMATI!
^^
Dentingan sendok beradu dengan piring. Detik jam bergema pelan, mengisi keheningan dari ruangan yang biasanya terisi obrolan kecil di atas meja makan.
Di tengah posisi yang sunyi seperti ini, Riana tiba-tiba merasa tegang. Tangan Riana mengambil sebuah gelas berisi air, meminumnya hingga tandas. Kemudian, ia berdiri dan berbalik untuk pergi ke kamarnya kembali, meninggalkan sunyi yang membuatnya was-was. Namun, tiba-tiba Arka memanggilnya.
"Riana."
Riana kembali berbalik menghadap papanya, mengangkat satu alisnya seolah bertanya "kenapa?"
"Duduk lagi, Sayang," perintah Elis lembut.
Riana menoleh ke arah Elis, tiba-tiba perasaan tidak mengenakkan menyerang dirinya.
Setelah melihat Riana duduk kembali, Arka melipat kedua tangannya di atas meja sembari menatap Riana yang terlihat kebingungan. "Keputusan kamu apa?"
Riana mengerutkan keningnya. "Keputusan?" bingungnya.
Arka mengangguk. "Masih ingat dua pilihan yang papa kasih ke kamu?"
Riana terdiam untuk mengingat ucapan dari papanya itu.
"Papa gak mau hal ini terjadi lagi sama kamu! Papa udah pikirin matang-matang ucapan papa tadi!" ujar Arka tegas kepada Riana yang saat ini duduk di hadapannya.
"Tapi, Pa, Riana gak mau masuk pesantren, apalagi harus dijodohin!" bantah Riana tidak kalah tegas.
"Papa gak minta pendapat kamu! Papa cuman mau kamu pilih dijodohin atau masuk pesantren! Papa tunggu jawaban kamu secepatnya." Arka berdiri, lalu meninggalkan Riana yang saat ini memanggilnya terus-menerus, tetapi hanya diabaikan oleh lelaki itu.
Riana menoleh ke arah mamanya yang berada di sampingnya. Ia memasang wajah memelas. "Ma, bantuin," rengek Riana.
"Untuk hal ini, mama gak bisa bantu kamu," jawab Elis.
Riana menghela napas kasar. Bagaimana ini? Ia tidak mau, pokoknya tidak mau. Tapi—ah sudahlah, itu biar menjadi urusan nanti saja.
Riana ingat sekarang. Di malam yang sama setelah pulang dari club, Arka langsung menanyakan banyak hal kepadanya, lalu memberikan dua pilihan setelah Faiz dan Alifa pergi ke kamar tamu yang terpisah. Pilihan yang bahkan tidak pernah Riana sangka akan diberikan untuknya.
"Gimana?" tanya Arka kepada Riana
yang sedari tadi diam sembari menunduk menatap meja makan.
Riana mendongak menatap Arka. "Riana gak mau, Pa!"
"Papa gak butuh jawaban kamu tentang kamu mau atau enggaknya! Yang papa butuhin sekarang cuman perjodohan atau pesantren!" tegas Arka.
Riana menatap Elis dengan mimik wajah memohon untuk dibantu, tetapi Elis hanya mengangkat bahunya acuh tak acuh sembari melanjutkan makannya, sesekali menatap suami dan putrinya.
"Kamu pilih apa, Riana?" tanya Arka kembali.
"Emang harus dijawab sekarang?" Riana berharap, papanya akan menjawab "tidak" sebab ia sendiri belum memikirkan jawaban yang harus diberikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Halo Gus!!
Novela JuvenilSedang dalam proses revisi‼️ Setiap chapter akan diperbarui setiap malam Sabtu & Minggu. • • • Ini cerita tentang Riana yang diberikan dua pilihan oleh papanya karena sudah pusing menghadapi kelakuan anaknya yang setiap hari semakin menjadi-jadi. Pi...
