33

8.3K 324 66
                                        

[Vote sebelum baca!]

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

SELAMAT MENIKMATI!

^^

Musik pop country mengalun indah dalam kamar yang sunyi, berpadu dengan suara rintik hujan yang perlahan membasahi bumi.

Jejak-jejak kaki manusia sehabis berlari berhasil menarik atensi perempuan yang kini memandangi hujan dari balik jendela kamar. Netra cokelat gelapnya beralih menatap si pemilik jejak kaki yang sedang berlari cepat, berusaha menghindari hujan yang semakin deras.

Sebuah tangan menepuk bahu perempuan itu, membuatnya tersentak kaget. Kepalanya menoleh cepat ke belakang, lalu langsung bernapas lega setelah mengetahui jika pemilik tangan tersebut adalah manusia. "Ngagetin aja," kesal Riana.

Faiz tersenyum tipis, ikut memandang ke luar jendela. "Liatin apa?"

"Hujan."

"Kamu suka liatin hujan?"

Riana mengangguk. "Gak tau kenapa gue suka banget ngeliatin hujan karena ngerasa tenang banget," balasnya, "Kalau lo suka ngeliatin hujan juga, gak?"

"Suka, tapi lebih suka liat laut yang sepi."

Riana menatap netra hitam pekat milik Faiz. "Lo suka sama kesepian, ya?"

Faiz balik menatap netra cokelat gelap milik Riana yang terlihat indah. "Iya. Kamu lebih suka keramaian, ya?"

Riana menggeleng. "Tergantung. Ada saatnya gue suka keramaian, tapi ada saatnya juga gue suka sendiri. Kadang, di keramaian pun gue suka ngerasa kesepian."

Faiz mengerti. Keramaian tidak selalu memberi kehangatan, juga tidak selalu membuat manusia merasa ia tak sendirian. Terkadang, di tengah keramaian pun, hati manusia tetap bertanya: mengapa rasanya tidak berbeda dengan saat sendirian? Mengapa rasa kesepian itu masih ada?

Musik berjudul 10,000 Hours oleh Dan + Shay feat. Justin Bieber dari ponsel Riana mengalun indah, menemani dua insan yang saling terpaku terhadap netra masing-masing.

"Faiz?" panggil Riana, membuyarkan lamunan Faiz yang masih terpaku kepada netra milik istrinya.

"Hm?"

"Mulai sekarang kalau mau ngeliat laut jangan sendirian, ya? Mulai sekarang harus ada gue di antara kesepian yang lo bilang."

I'd spend 10,000 hours and 10,000 more
(Saya akan menghabiskan 10.000 jam dan 10.000 lagi)

Oh, if that's what it takes to learn that sweet heart of yours
(Oh, jika itu yang diperlukan untuk mempelajari hatimu yang manis itu)

Faiz menatap Riana dalam, bibirnya terangkat membentuk senyuman manis. "Mulai sekarang, harus ada saya juga di antara keramaian tapi merasa kesepian yang kamu bilang. Kalau ada saya, saya bakal berusaha semaksimal mungkin biar kamu gak ngerasa sendirian."

And I might never get there, but I'm gonna try
(Dan saya mungkin tidak akan pernah sampai di sana, tapi saya akan mencoba)

If it's 10,000 hours or the rest of my life
(Jika itu 10.000 jam atau sisa hidupku)

I'm gonna love you (ooh, ooh, ooh, ooh, ooh)
(Saya akan mencintaimu)

Riana tiba-tiba terkekeh. "Kok, kita jadi gini?"

Halo Gus!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang