26

9.4K 368 44
                                        

[Vote sebelum baca!]

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

SELAMAT MENIKMATI!

^^

Suasana kamar Az-Zahra saat ini terasa begitu membosankan. Tidak ada obrolan yang sedang berlangsung sebab topik pembicaraan sudah habis dibahas setiap hari.

Dewi dan Tika merebahkan diri di lantai sembari menatap langit-langit kamar, Nadia membuka-buka buku sekolahnya—berharap ada tugas sekolah yang belum dikerjakan, Via memakan seluruh yupi yang berada di dalam tas sekolahnya, Siska memainkan beberapa pulpen karakter milik Via, dan Riana yang berulang kali menghela napas bosan di atas kasurnya.

Riana pergi ke asrama dengan harap bisa melepas bosan sebab di ndalem tidak ada Faiz yang bisa ia recoki dengan bujukan agar mengembalikan ponsel atau novelnya, juga tidak ada Alifa yang bisa ia ajak mengobrol. Namun, ternyata teman sekamarnya itu sama saja, sama-sama membuatnya bosan, bedanya hanya bosan dengan bersama-sama.

Tika berdecak. Ia beralih duduk, lalu menatap seluruh teman-temannya bergantian. "Dibanding kayak gini, mending kita main apa, kek," sarannya.

Riana melirik Tika malas. "Main apa?"

"Main masak-masakan!" sahut Via antusias seperti bocah lima tahun.

Riana melirik Via tajam. "Dikira kita anak kecil apa?" ketusnya.

Via mendengus. "Emang anak kecil doang yang boleh main masak-masakan?"

"Ya, lo pikir aja masa kita main masak-masakan. Mau diketawain santri lain lo?"

Via cemberut. Padahal ia ingin memainkan permainan sewaktu kecil. Sewaktu kecil, ia tidak terpikirkan membuat donat lumer dari tanah seperti video tiktok yang pernah lewat di berandanya sewaktu ia berada di rumah, dan sekarang ia ingin mencobanya, tetapi tidak ada yang mau menemaninya bermain.

"Gimana kalau kita main truth or dare aja?" usul Dewi. "Kita pake botol aja buat muterinnya. Gimana, mau gak?"

"Ayo!" seru mereka kompak.

"Pake botol aku aja." Siska mengambil botol minumnya yang kosong, kemudian menempatkannya di tengah-tengah mereka yang sudah duduk melingkar di lantai.

"Kita mulai, ya." Nadia memutarkan botol karena ia yang mendapat posisi pertama dalam memutarkan botol tersebut.

Botol minum itu terus berputar, berputar, dan ... berhenti tepat di depan si pemilik botol.

Tika menatap Siska. "Truth atau dare?"

"Truth," jawab Siska sebab tidak mau menerima tantangan dari teman-temannya yang pasti tidak akan sederhana.

Semua teman-temannya saling berpikir. Memikirkan pertanyaan apa yang harus diajukan.

"Kapan terakhir kali kamu nangis dan nangis karena apa?" tanya Dewi.

Siska terdiam, mengingat-ingat kapan terakhir kali ia menangis. "Tiga hari yang lalu. Aku nangis karena baru aja beli es buah, eh, tumpah semuanya di jalan. Padahal di situ aku lagi pengen banget es buah. Pas balik lagi ke penjualnya buat beli lagi, tapi ternyata udah abis."

Halo Gus!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang