[Vote sebelum baca!]
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
SELAMAT MENIKMATI!
^^
Awan tebal bergerak menutupi matahari, disusul deras hujan membasahi bumi. Genangan air di mana-mana, gerutuan manusia sering kali keluar sembari kaki yang melangkah melewati jalanan basah. Kaki-kaki kecil berlari menerobos hujan, sebelum berlindung di bawah atap yang menjadi tempat meneduh. Tidak jarang si pengendara motor memaki mobil-mobil yang melewati genangan air dengan cepat, mengakibatkan cipratan yang membuat pakaian orang lain kotor—egois.
Atensi Riana sepenuhnya mengarah ke jalanan Bandung yang sedang diguyur hujan. Segala hal yang sedang terjadi ia tangkap melalui matanya yang memandang dari dalam mobil. Bibirnya tersenyum tipis di saat melihat sang ayah dan anaknya yang memakai satu jas hujan di atas motor. Tangan anak kecil tersebut sedikit mengangkat jas, ingin melihat sudah sampai mana mereka berada. Kejadian itu mengingatkannya kepada Arka dan dirinya sewaktu kecil, di saat mobil Arka sedang berada di bengkel dan akhirnya meminjam motor satpam perumahan untuk membeli makanan di luar.
Kepala Riana menoleh ke arah lelaki yang masih menyetir dengan pelan, takut mengakibatkan cipratan air ke arah kendaraan yang berada di sampingnya. "Tempat seblaknya masih jauh?"
Di tengah-tengah hujan yang terasa dingin, makanan berkuah itu mendatangi benak Riana yang sedang memikirkan makanan, membuat perempuan itu segera mengajak Faiz untuk memakan makanan tersebut. Jika tidak dituruti oleh lelaki itu, Riana akan terus-menerus merengek, mengganggu semua kegiatan yang sedang Faiz lakukan. Jadi, mau tak mau, Faiz harus mau.
"Bentar lagi. Ada di depan," balas Faiz.
Riana mengangguk samar. Ia kembali melihat jalanan yang selalu terasa hidup oleh aktivitas manusia.
Aroma kencur langsung tercium ketika mobil Faiz berhenti tepat di depan sebuah warung yang lumayan besar dan selalu ramai oleh pengunjung.
"Tunggu sebentar." Faiz mengambil payung yang selalu disediakan di mobil untuk berjaga-jaga. Ia keluar dengan payung yang sudah dibentangkan, berjalan ke arah pintu sebelah, kemudian membantu Riana keluar dengan payung yang sudah di arahkan kepada perempuan itu.
Riana merapatkan tubuhnya kepada Faiz agar tidak terkena air hujan yang semakin deras.
Tangan Faiz terulur ke arah lengan atas Riana, menarik perempuan itu semakin dekat ke arahnya. "Ayo."
Riana sedikit menoleh ke arah tangan Faiz yang berada di lengannya, sebelum melangkah ke arah warung yang area depannya sudah basah terkena hujan.
Faiz menutup payungnya, menaruhnya di tempat payung yang sudah disediakan di sana. Mereka memilih duduk di meja dekat jendela yang sudah berembun.
"Mau seblak apa? Biar saya yang pesenin."
Riana menatap menu yang ditempel di setiap meja, membacanya satu per satu. "Seblak seafood yang pedes sama minumnya es teh manis," jawabnya. "Kalau lo?"
"Ada bakso aci, kan?"
Riana mengangguk. "Mau pesen bakso aci?"
"Iya," balas Faiz. Ia berjalan ke arah penjual, memberitahu pesanannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Halo Gus!!
Teen FictionSedang dalam proses revisi‼️ Setiap chapter akan diperbarui setiap malam Sabtu & Minggu. • • • Ini cerita tentang Riana yang diberikan dua pilihan oleh papanya karena sudah pusing menghadapi kelakuan anaknya yang setiap hari semakin menjadi-jadi. Pi...
