"Kau tahukan kenapa dipanggil kemari."
"Aku tidak melakukan itu aku-"
"Kau sudah tidak bisa mengelak, semua bukti mengarah pada dirimu, bahkan ada saksi yang melihat!"
Sekarang diruangan kantor kepala sekolah, Selee sedang bersama dengan hampir semua guru.
Ada dari mereka yang menjauh darinya karena takut, bahkan ada yang seperti ingin membunuh gadis itu.
"Itu bukan aku itu..."
"Itu apa? Kamu mau bilang hantu yang merasukimu!"
Seorang pria berdiri dari kursinya dan menuju ke arah depan Selee.
*PLAK*
Selee ditampar sampai tetjatuh dari kursi.
Tidak ada yang mau mendekatinya dan bahkan wali kelasnya masih ketakutan dengan apa yang sudah dilakukannya.
"Seharusnya kau mendapat hukuman mati karena ini, tapi karena status pelajarmu kau hanya akan dikeluarkan dan di Blacklist semua sekolah dinegara ini."
Selee mendengar itu sangat langsung menusuk hatinya, dia tidak mengetahui apa yang terjadi, dia hanya tahu saat tubuhnya sudah berlumuran darah.
"TIIIIDAKKKKKK....AKU...TIDAK MELAKUKAN APAPUN!"
Selee hanya menangisi dilantai diantara orang-orang yang seolah ingin membunuhnya.
Tidak lama kemudian karena emosi yang memuncak Selee memunculkan hawa aneh dia mencoba menahannya tapi tidak bisa dan saat ia mengangkat kepalanya...
Semua orang disana sudah tidak ada , semuanya sudah terkoyak-koyak dan termutilasi.
Bahkan seluruh ruangan terkena darah karena tubuh mereka semua yang berserakan diseluruh ruangan itu.
Kepala sekolah yang menamparnya tadi juga sudah berserakan dan kepala yang terpenggal.
Semuanya tewas tanpa Selee mengetahui apa yang terjadi.
"TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK!"
Selee berlari dari sana keluar dari sekolah, semuanya memperhatikannya karena menangis dan berteriak disaat yang sama. Yang menjadi perhatian adalah darah yang ada diseluruh tubuhnya.
Polisi yang ada disekolahnya karena inaiden itu, beberapa yang dilewati Sele juga entah bagaimana tubuh mereka terpotong.
-
"Ah, tinggal sedikit lagi, dan pergi ke tempat itu tapi tidak disangka kau malah bisa cepat menemukanku." Otto menghela nafas dengan kedua tangan berada dibelakang punggungnya
"Ya, sepertinya Theresa juga mengetahui keberadaanmu disini.".Boruto mencoba berbicara dengan Otto dari kejauhan
"Theresa ya, cucuku memang sangat hebat, kau memanggilnya sangat akrab jadi kau pasti lebih dekat daripada murid-muridnya."
"Ya sebenarnya aku hanya tamunya kupikir, mungkin saja bahkan aku bisa melihat kakeknya." Dalam keadaan saling berhadapan dengan musuh, Boruto masih tidak menandakan waspada terhadap orang di depannya.
"Oh, kau ingin melihatku."
Laki-laki mendekat ke arah mereka pakaian yang formal dan menujukkan seorang penguasa, bisa terlihat dari keseluruhan penampilannya.
"Eh, anda Otto? Kakek Theresa?" Boruto menunjukkan reaksi kaget terhadap kakek Theresa Apocalyse, Otto Apocalyse.
"Aku sudah mengatakannya tadi, apa harus kuulangi?" Otto yang keheranan dengan reaksi dari Boruto lebih mendekat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Boruto x Selee(???) (Boruto x Honkai Impact)
FanfictionHubungan yang terjadi diantara mereka berdua. Ulat sudah keluar dari kepompongnya, menciptakan kupu-kupu berwarna merah terang. Membentangkan sayapnya untuk pertama kalinya kupu-kupu mencoba terbang menuju dunia yang luas. Sampai saat akhirnya kupu...
