5. Acorn

8.5K 1K 82
                                        

"Jeno." Omega dewasa yang menjadi mama dari Lee Jeno, menegur sang anak yang dari tadi menendang biji pohon ek yang ada di sekitarnya.

Yang dilakukan sejak tadi hanyalah untuk menghindari perasaan malunya karena sang mama sampai harus dipanggil ke sekolah karena ulahnya. Ia juga merasa bersalah karena membuat mamanya kecewa atas apa yang ia lakukan di sekolah tadi.

Membuat seorang omega jatuh pingsan karena feromonnya.

Padahal mamanya sering mengingatkannya untuk tak menyakiti seorang omega dan memperlakukannya dengan baik.

"Mama membuat pengecualian tentang omega yang boleh kau sakiti adalah selingkuhan papamu. Lalu kenapa tadi kau mengintimidasi teman sekolahmu sendiri?" Tanya sang mama sambil meraih tangan putranya yang masuk duduk tanpa mau menatapnya.

"Aku tak suka padanya, ma." Jawab Jeno pelan. Meskipun ia seorang alpha, dihadapan ibunya kini ia tetaplah seorang anak yang tengah diomeli.

"Alasannya?" Omega dewasa itu kembali bertanya.

Jeno mengedikkan bahunya. Tak mengatakan fakta bahwa ia membenci Renjun karena kemiripan sifatnya dengan selingkuhan sang papa. Mamanya bisa saja kembali menegurnya karena menyamaratakan orang yang mereka benci dengan orangbyang tak tau apapun tentang mereka.

"Feromonnya bahkan tadi sampai tak tercium, menunjukkan seberapa lemah kondisinya." Nyonya Lee tadi datang sebelum omega mungil itu diantar pulang, jadi ia sempat melihat kondisinya.

Mendengar hal itu Jeno tak terima karena seolah lemahnya kondisi Renjun tadi sepenuhnya salah Jeno. "Sebelum Jeno mendekatinya juga, feromonnya sudah tak begitu tercium."

"Guru pembimbingnya mengatakan ia sedang dalam masa preheatnya, tubuhnya memang sedang lemas dan kau malah menyakitinya sampai tak sadarkan diri." Nyonya Lee tau bagaimana sulitnya melewati masa sebelum heat datang, dan ia cukup mengerti kenapa Renjun sampai jatuh pingsan meski feromon yang Jeno keluarkan tak sekuat saat bersama omega sialan yang mereka benci di rumah.

"Maaf, ma." Lirih Jeno.

Nyonya Lee menghela napasnya, ia menegur Jeno bukan karena ia kesal pada putranya itu. Tapi ia tak habis pikir atas apa yang Jeno lakukan. "Kau jadi kena skors."

"Tidak apa. Aku akan menggunakan dua hari itu untuk tinggal dengan mama." Jeno kini berani menatap sang mama.

.
.
.

Dua hari masa skorsnya Jeno benar menggunakannya untuk menghabiskan waktu itu bersama sang mama. Tinggal di apartemen mamanya, menikmati masakan mamanya setelah sekian lama. Juga, mamanya mengajaknya piknik di taman yang ada di sekitar apartemen. Jeno menyukai dua hari itu.

Mengenai papanya, saat mamanya dipanggil ke sekolah sebenarnya papanya pun datang. Tapi Jeno tak begitu menganggap kedatangan pria itu, Jeno bahkan langsung mengikuti langkah sang mama saat keluar dari ruang guru.

"Jeno, perlakukan omega dengan baik. Mama sudah banyak memberitaumu untuk tak menyakiti omega lain." Ujar Nyonya Lee saat mereka berdua tengah menikmati sarapan.

Hari ini Jeno akan kembali ke sekolah, dan nyonya langsung mengatakan hal itu untuk mengingatkan putranya.

Jeno tak langsung mengiyakan, karena dalam benaknya pun ia tak yakin bisa memperlakukan Renjun sebaik itu. Ketidak sukaannya pada Renjun tak semudah itu dihilangkan.

"Minta maaf padanya." Nyonya Lee kembali berujar.

Masih tak menyahut juga, Jeno hanya menikmati sarapannya dengan hatinya yang justru merasa kecewa karena setelah ini ia harus kembali ke rumah papanya. Jika ia terlalu lama tak ada di rumah, selingkuhan papanya itu pasti akan berani memasuki kamarnya dan mengacau.

Kembalinya Jeno ke sekolah, cukup menarik perhatian banyak orang karena kabar soal Jeno yang menggunakan feromonnya untuk menyakiti Renjun sudah cukup tersebar.

"Sejak hari itu Renjun belum kembali sekolah." Eric mengatakan itu pada Jeno.

Jeno hanya mengangguk tanpa minat, ia tak terlalu ingin tau soal Renjun.

"Bukankah saat itu ia sedang masa preheat nya? mungkin ia tak sekolaha karena memang sedang heat." Kata Jeno.

Sebenarnya saat Jeno mengatakan pada dirinya sendiri ia tak ingin tau soal Renjun, diingatannya justru muncul suara sang mama yang memberitau kondisi Renjun saat itu.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



Renjun keluar dari kamarnya disambut senyum hangat sang mama yang langsung menyuruhnya makan.

"Kau mungkin bisa kembali sekolah lagi besok."

Kepalanya mendapat usapan sayang begitu ia mengambil tempat duduk.

Lima hari kebelakang Renjun mengalami heat, dan sebelumnya ada kejadian dimana ia diantar pulang oleh pihak sekolah karena ia jatuh pingsan setelah mendapat intimidasi dari Jeno.

Orangtuanya tak tau mengenai alasan sebenarnya Renjun jatuh pingsan hari itu, karena pihak sekolah hanya mengatakan Renjun dalam keadaan tak baik diantara masa preheatnya. Pihak sekolah sedikitnya melindungi citra sekolah, dan tak mengatakan langsung mengenai bahwa salah satu muridnya juga yang menyakiti Renjun, si omega kebanggaan sekolah.

"Nikmati makan siangmu, sayang." Ujar nyonya Huang sambil tersenyum.

Renjun mengangguk sambil tersenyum kecil. "Mama juga."

"Tadi ayah meminta mama menanyakan kau ingin menitip apa saat ayah pulang nanti." Nyonya Huang ingat pesan suaminya.

Ayahnya memang tengah berada di luar kota untuk urusan pekerjaannya, dan kadang saat hendak pulang ia akan menanyakan bila ada hal yang Renjun inginkan.

"Aku sedang tak menginginkan apapun."




















_____________

Kayaknya seru kalo ternyata ceritanya Renjun anak selingkuhan papa Jeno😆, tapi disini gak gitu ceritanya....

Autumn Morning ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang