KIM TAEHYUNG & TIFFANY

92 13 4
                                        

Happy Reading 🤍

Jangan lupa vote and comment!!

Maafkan typo.















Setelah diusir dari rumah sakit oleh Taehyung dan Hyoyeon tanpa alasan, Daniel memilih untuk pulang. Dia tidak membawa kendaraan karena menumpangi mobil Jennie. Gadis itu menghilang begitu saja setelah dokter keluar dari ruang operasi. Alhasil, Daniel pulang dengan transportasi umum.







Berjalan gontai, Daniel duduk di kursi paling belakang dekat jendela. Pikirannya kacau. Daniel sungguh tidak tahu apapun, dia dibuat seperti orang bodoh oleh Hyoyeon dan Taehyung. Meski telah diusir, Daniel tetap akan kembali ke sana untuk
bertemu Jihyo. Dia tidak akan membiarkan Jihyo sendirian. Daniel akan selalu berada di sisi Jihyo seperti yang telah ia lakukan selama hidupnya.







Laki-laki itu mengambil ponselnya yang ia taruh di dalam saku celana sekolahnya. Jemarinya bergulir pada layar ponsel itu. Daniel membuka tempat penyimpanan foto. Dia menekan gambar Jihyo yang sudah lama ia simpan. Foto itu Daniel ambil saat mereka masih duduk di bangku SMP. Waktu itu, Daniel diam-diam memotret Jihyo saat gadis itu tengah melakukan presentasi di depan kelas. Foto itu menjadi foto favoritenya.







Tanpa disadari, Daniel tersenyum dan matanya berkaca. Sedalam ini perasaannya. Daniel mematikan ponselnya. Dia menghela nafas singkat, menyadari dirinya yang sangat mencintai sahabat kecilnya namun tidak bisa berbuat apa-apa.







"Park Jihyo, kau sungguh merepotkan perasaanku. Cepat sembuh, lalu dengarkanlah perasaanku." Daniel berbisik pelan pada layar yang kembali ia nyalakan, menatap foto Jihyo yang cantik. Perasaan Daniel telah membaik setelah puas memandangi layar ponselnya.








Saat ia ingin kembali menikmati pemandangan jalanan kota Seoul, Daniel tak sengaja melihat seorang wanita hamil yang berdiri karena tidak ada lagi tempat duduk yang kosong. Daniel pun berdiri, mempersilahkan wanita hamil itu duduk di bangkunya.







Daniel memilih berdiri karena fisiknya jauh lebih kuat daripada wanita yang sedang hamil. Kang Daniel ternyata laki-laki yang baik
hati.































Siang hari yang terasa terik dan membakar kulit. Wanita bergaya anggun itu memasuki café yang tidak jauh dari Nature. Ia memilih tempat duduk yang dekat dengan kaca besar agar dapat melihat keadaan luar. Mungkin keadaan itu dapat sedikit merilekskan pikirannya dengan melihat orang-orang berlalu-lalang.









Dia memesan minuman panas meski cuaca saja sudah panas. Pandangannya tertuju pada luar sana sembari matanya mencari sosok yang ia harapkan. Tiffany sedang menunggu Jihyo. Hari ini ia sudah menyelesaikan semua urusannya dengan Taeyeon dan berhasil membuat perusahaan serta aset mantan suaminya itu jatuh ke tangannya.







Tiffany menyesapnya minumannya pelan-pelan. Jemarinya bergulir pada layar ponsel membuka ruang pesan Jihyo yang tak kunjung dibalas. Sangat tidak seperti biasanya. Muncul rasa kekhawatiran pada benak Tiffany. Wanita itu mencoba menelepon namun tidak ada jawaban sama sekali. Tiffany menghela nafas.






Sebelum menuju café, Aeri mengunjungi toko ponsel dahulu. Dia membelikan ponsel baru untuk putrinya. Irene. Tanpa marga Bae lagi.







Semuanya benar-benar berakhir. Irene tak lagi menyandang marga itu lagi karena memang sudah seharusnya Irene tanpa marga itu.  Irene bukan darah daging Taeyeon juga dirinya. Tapi, Tiffany tidak seperti Taeyeon yang berhati iblis.





My Cooldest Senior Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang