IRENE'S SMILE

112 8 1
                                        

Happy Reading 🤍

Jangan lupa vote and comment!!

Maafkan typo.














"Perkenalkan, aku Oh Sehun." Laki-laki menatap lurus pada Irene dengan senyum manisnya. Dia menatap tangannya yang terulur, Irene tidak memberikan tanda ingin menyambutnya tangannya itu. Sehun menurunkan tangannya. Suasananya menjadi canggung bagi Sehun namun tidak untuk Irene. Gadis itu menatap datar pada Sehun.






Irene mengangguk singkat dan melangkah melewati Sehun. Dia tidak tertarik untuk melakukan perkenalan
dengannya. Irene mengira Sehun tidak memperdulikannya lagi. Tapi ternyata, Sehun mengikutinya dari belakang. Awalnya Irene  ingin mengabaikannya. Tetapi, ia merasa kesal karena Sehun terus mengikutinya bahkan saat dirinya sudah jauh dari bukit.







Lantas, Irene berhenti. Mendengus kesal, ia menoleh dengan tatapan setajam mungkin pada Sehun. Irene pikir tatapan yang ia berikan dapat membuat Sehun takut, tapi nyatanya Sehun merasa gemas karena mata Irene terlihat seperti kucing yang sedang kesal. Sehun sama sekali tidak takut.







"Berhenti mengikuti!" Sentak Irene galak.







"Kau salah paham. Aku ingin mengembalikan ini." Kata Sehun menunjukkan sebuah jepit di tangannya. Mengernyitkan keningnya, Irene meraba-raba rambutnya dan tidak menemukan jepit rambutnya.








Benar saja, jepit yang ada di tangan laki-laki itu adalah miliknya. Irene mendekatinya dengan langkah hentakkan.






"Kembalikan." Kata Irene dingin tanpa ekspresi, seperti si ketua osis Nature.







"Beri tahu namamu lebih dulu." Ujar Sehun santai. Irene mendesis lalu melayangkan tatapan sinis dan juga meremehkan.








la tidak perlu melakukan drama lompat-lompat untuk merebut jepit itu dengan laki-laki ini dan kemudian harus jatuh menimpa tubuh laki-laki ini seperti adegan di dalam drama-drama. Klise.









Gadis itu memilih memutar badannya dan pergi meninggalkan Sehun. Tanpa menghadap ke belakang lagi, Irene berhenti, "ambil saja. Aku tidak butuh."































Ujian Nasional tersisa satu minggu lagi. Jihyo disibukkan dengan belajar dan belajar. Dia serius dengan beasiswa yang sedang ia usahakan. Jihyo bersumpah tidak akan pernah meninggalkan Seoul. Dia tidak mau berpisah lagi dengan Irene.






Jihyo berencana mendatangi desa tempat Irene berada saat ini. Ia sudah memiliki alamatnya berkat Tiffany.







Gadis berambut coklat ini tidak sabar meski ia hanya dapat melihat Irene dari jauh. Itu juga kalau Irene sedang berada di luar rumah. Tapi tidak apa.
Jihyo pergi dengan harapan bisa melihat Irene, jika tidak juga tidak masalah. Jihyo akan mencoba datang lagi lain kali. melihat ke luar kelasnya. Daniel sudah berdiri di luar bersama Namjoon.








Siang ini, pengurus OSIS SMA NATURE kan melakukan penyerahan masa jabatan. Jihyo merapihkan mejanya. Setelah itu, ia mengambil blazer miliknya lalu mengenakannya sebagai identitas ketua osis Nature. Tapi sebentar lagi, ia akan melepas identitas itu. Jihyo melangkah keluar kelas.







"Ayo, sebentar lagi kita akan
terlambat." Jihyo memimpin jalan.
Dua laki-laki berjalan di belakang Jihyo yang berada di paling depan. Melewati koridor, banyak pasang mata yang tertuju pada mereka. Kagum. Padahal, tiga orang itu sama sekali tidak menebar pesona. Ekspresi mereka pun serius.








My Cooldest Senior Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang