CHAPTER 3 (EXPERIMENT TRIAL)

867 109 4
                                        

Hueningkai masih belum terbiasa dengan tempat asing ini, membuatnya dirinya tidak bisa tidur dengan nyenyak. Ditambah boneka kesayangan pemberian ayahnya tidak ada di sisinya saat dia tidur. Sudah 2 minggu berlalu, tapi Dokter Raul tidak mengunjunginya sama sekali. Pikiran positif Hueningkai mulai berubah menjadi negatif.

"Kenapa Taehyun belum Kembali?", sudah 4 jam yang lalu seorang petugas membawa Taehyun, tapi Taehyun belum juga kembali. Hueningkai mulai merasa aneh dan khawatir dengan keadaan teman satu kamarnya itu.

"Sebenarnya tempat apa ini?", rasa penasarannya mengalahkan rasa takutnya saat ini. Hueningkai bangkit dari tempat tidurnya dan mengintip ke pintu keluar, memastikan tidak ada petugas yang berjaga. Bocah laki-laki berambut pirang itu mengendap-endap keluar dari kamarnya mencari Taehyun.

Hueningkai bahkan lupa memakai alas kaki, dia sudah berjalan cukup jauh dari kamarnya dan sepertinya dirinya tersesat. Hueningkai tidak menyangka bahwa tempat asing ini seperti labirin. Kakinya terus berjalan menyusuri lorong, di ujung lorong tersebut terdapat sebuah lift. Baru beberapa Langkah dirinya berjalan, pintu lift terbuka. Dengan cepat Hueningkai bersembunyi di balik lubang ventilasi dekat lift dan menutupnya.

Hampir saja dirinya berteriak saat melihat seorang mayat perempuan yang tampak familiar. Perempuan itu adalah perempuan yang mengeluarkan kekuatan listrik dan melawan para petugas. Kondisinya begitu mengenaskan, tubuhnya hangus terbakar. Bahkan bau gosong menerpa indra penciumannya. Hueningkai menutup mulutnya dengan tangan gemetar, air matanya tidak bisa ia tahan lagi.

"Hah, sudah anak ke berapa yang aku kubur hari ini! Tsk, aku Lelah.", ujar salah seorang petugas.

"Sudahlah, lakukan saja tugasmu. Kau hanya perlu memakamkannya dengan layak saja. Tidak usah banyak bicara.", petugas itu memberikan mayat perempuan itu pada temannya.

"Tempat ini memang benar-benar gila. Aku sangat bersyukur karena bukan seorang uniquer."

"Semua uniquer yang melawan 'dokter gila itu' pasti akan mati."

"Apa yang kau maksud adalah Dokter Rud-"

"Hei jaga bicaramu! Kau tahu istilah tembok punya telinga kan? Bisa-bisa nyawamu seperti anak-anak ini jika melawan."

"Mereka mati bukan karena melawan, melainkan sebagai kelinci percobaan yang gagal."

"Sepertinya kau sudah melihat banyak ya?"

"Diamlah, kau membuatku ingin muntah saat ini.", setelah dirasa tugasnya selesai, petugas itu Kembali masuk ke dalam lift meninggalkan temannya yang bersusah payah menyeret mayat perempuan itu.

"Kelinci percobaan yang gagal?", tidak ada yang menyadari bahwa Hueningkai mendengar semua percakapan mereka. Wajah Taehyun langsung terlintas dalam pikirannya. Saat ini dia harus mencari Taehyun, Hueningkai takut Taehyun akan mengalami hal yang sama dengan perempuan tadi.

Entah kenapa firasatnya menuntunnya untuk mengendap-endap melalui venitlasi udara. Telinganya menangkap suara teriakan Taehyun. Dengan segera Hueningkai mencari asal suara itu dan menemukan sebuah ruangan putih. Tubuh Taehyun terikat dan banyak alat tertancap di kepalanya.

"AAGGHH!!!!", teriakan Taehyun sekali lagi masuk ke telinga Hueningkai.

"Naikkan dosisnya.", perintah Raul.

"Baik dokter."

"Dokter Raul?", Hueningkai tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini. "Taehyun.", panggil Hueningkai lirih.

Taehyun sudah tidak bertenaga, bahkan hanya untuk menangis dia tidak sanggup. Kepalanya sangat sakit, seperti banyak jarum yang menusuk kepalanya. Begitu banyak suara yang masuk di pikirannya. Pikiran semua orang yang ada di ruangan itu masuk ke dalam otaknya tanpa bisa ia kendalikan.

UNIQUERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang