Taehyun menggelengkan kepalanya tidak percaya. Melihat kedua orang yang lebih tua itu kini tengah tertidur dengan pulas di dalam kereta. Jujur saja, Taehyun sangat heran pada 2 Choi bersaudara ini. Bagaimana bisa mereka terlihat sangat nyenyak tertidur di tengah misi seperti ini? Bagaimana bisa mereka tidak bersiaga sama sekali? Apa mereka tidak takut mati, jika tiba-tiba ada musuh menyerang mereka?
Bahkan Taehyun bisa melihat mulut mereka yang menganga, ditambah air liur yang hampir menetes di mulut salah satunya. Sepertinya pemuda itu tengah bermimpi tentang makanan yang lezat.
Ya, benar. Mereka berdua adalah Soobin dan Beomgyu. Saat ini mereka bertiga sedang berada di sebuah kereta. Misi mereka adalah untuk menyelamatkan semua uniquer yang ada di dalam kereta itu, sebelum sampai di stasiun terakhir. Dan untuk saat ini masih tersisa 2 stasiun terakhir.
"Tsk... Kenapa aku harus satu tim dengan mereka?", Taehyun memijit pangkal hidungnya.
Prok... Prok... Prok...
"Wah, aku takjub mereka berdua bisa tertidur sangat nyenyak di situasi seperti ini. Terlebih ini adalah misi pertama kalian kan? Wow~", kata Hyunjin yang baru saja datang bersama Yeji. Keadaan yang sangat berbanding terbalik dengan tim sebelumnya.
Tiba-tiba saja ide jahil muncul di kepala Hyunjin. Tangannya merogoh saku celananya dan menemukan satu sachet garam di sana. Sedangkan Yeji yang melihat kembarannya itu hanya bisa menepuk pelan dahinya. Dan segera pergi menghampiri Mia di gerbong depan. Sepertinya lebih baik dia mengikuti Mia yang sedang berjaga, daripada bergabung dengan para lelaki yang otaknya tidak waras. Itulah pikir Yeji.
"Aku lebih takjub dengamu yang membawa garam dalam situasi seperti ini. Memangnya kau mengguanakan garam untuk apa?", Taehyun semakin pening melihat tingkah se-timnya yang sangat di luar ekspetasi.
Hyunjin tidak menghiraukan Taehyun, kemudian tangannya menaburkan garam di mulut Soobin dan Beomgyu yang menganga. Beomgyu yang merasakan rasa aneh di mulutnya seketika terbatuk dan hampir saja muntah.
"Euggghhh!!! Apa yang masukkan ke mulutku tadi?!", seketika pemuda itu terbangun dan menatap ke arah Taehyun.
"Hahahaha!! Lihat ekspresimu.. pfftt.. Hahaha!! Sangat lucu!", Hyunjin tertawa terbahak sangat keras. Membuat beberapa orang menatap sinis ke arahnya karena merasa terganggu. Taehyun segera menarik Hyunjin untuk duduk di sebelahnya, dan langsung membungkam mulutnya.
"Bisakah kau diam? Jangan membuat keributan yang bisa memancing petugas ke sini.", peringat Taehyun pada Hyunjin.
"Sialan kau! Apa yang kau taruh di mulutku?!", Beomgyu masih tidak terima.
"Pfft... kau berlebihan. Lihat saja saudaramu. Dia bahkan tidak terganggu sama sekali.", Hyunjin menunjuk ke arah Soobin yang masih tertidur dengan pulas. Bahkan sepertinya pemuda itu menikmati garam yang masuk ke dalam mulutnya.
"Orang gila."
"Kau benar. Hyungku memang sedikit gila.", Beomgyu menyetujui perkataan Taehyun. Sekali lagi Hyunjin tertawa melihat teman se-timnya itu.
.
.
.
Entah kenapa Mia merasakan seseorang mengawasinya sejak dirinya tiba di gerbong ini. Matanya menelisik satu persatu semua penumpang yang ada di gerbong itu. Dan matanya tertuju pada seorang pria yang tengah memakai masker. Dengan sangat jelas, Mia bisa melihat tatapannya mengarah kepadanya. Saat asyik memperhatikan, tiba-tiba seorang gadis berdiri tepat di depannya menghalangi arah pandangannya.
"Yeji?"
"Hai, bolehkah aku bergabung di sini? Aku tidak ingin bergabung dengan para lelaki yang bisa membuatku ikutan gila.", mendengar perkataan Yeji membuat Mia terkekeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNIQUER
FanfictionUniquer adalah manusia yang memiliki kekuatan super yang tidak dimiliki oleh manusia pada umumnya. Menjadi seorang uniquer bukanlah hal yang mudah, mereka harus siap dijauhi karena dianggap aneh dan bisa menyakiti orang lain jika tidak bisa mengenda...
