"Baiklah. Aku tidak suka bertele-tele. Jadi, informasi apa yang kalian butuhkan?", Seungcheol memulai topik tepat setelah menududukkan dirinya di kursi kebesarannya.
"Semuanya.", jawab Mia yakin. Ketua Black Owl itu hanya tersenyum menatap Mia.
"Lusa. Jendral Shin akan mengirimkan para uniquer ke markas RU.R.AL dan pangkalan rahasia militer pusat yang ada di Korea Selatan."
"Memang berapa banyak uniquer yang akan dikirim?", tanya Soobin.
"Sekitar 55 uniquer. Terdiri dari 25 anak kecil berusia 5-10 tahun, 20 remaja berusia 11-19 tahun, dan 10 orang dewasa berusia 20-30 tahun."
"Bagaimana bisa sebanyak itu?", Mia terkejut mendengar penjelasan Seungcheol.
"Ah, jadi itu sebabnya Dokter Rudolf dengan mudah bisa mendapatkan uniquer untuk dijadikan kelinci percobaan? Tidak heran, jika dia mendapatkan pasokan kelinci percobaan sebanyak itu dalam waktu yang singkat. Orang gila memang.", komentar Nam Joon tidak habis pikir. Terjawab sudah kebingungannya selama beberapa bulan terakhir ini. Keheranannya akan kemudahan Dokter Rudolf mendapatkan banyak uniquer untuk dijadikan kelinci percobaan.
"Sebagian akan dibawa ke Kota Daejon dan sisanya ke Kota Andong.", Seungcheol bangkit dan kemudian menunjukkan sebuah peta. Dimana itu adalah jalur yang akan digunakan untuk pengiriman para uniquer.
"Kalau begitu kita akan membuat rencanannya sekarang.", Mia memutuskan dan disetujui oleh semuanya. Baru saja Beomgyu akan bertanya, namun suara decitan pintu terbuka mengalihkan atensi mereka. Moa masuk bersama dengan Yeji dan Yuna yang sedang merangkul kedua tangan Moa layaknya tawanan. Begitu juga dengan Hyunjin yang berjalan di belakangnya bersama seorang pemuda yang tidak mereka kenali.
"Apa yang kalian lakukan di sini?! Lepaskan Moa sekarang!", teriak Yeonjun menggelegar.
"Hei, Yeonjun tenang dulu-", Moa tidak menyelesaikan perkataannya saat tubuhnya sudah melayang ke udara. Ya, Beomgyu baru saja mengangkat Moa dengan kekuatannya. Dengan segera kelima pemuda itu langsung berdiri di depan Moa, seakan menjadi tameng untuk gadis itu.
"Wah, sepertinya ini akan menarik.", komentar Nam Joon yang ada di sebelah Mia.
"Tsk, merepotkan. Sepertinya aku harus bersiap untuk merenovasi bangunanku", Ketua Black Owl itu mendengus kesal. Berbeda dengan Jeonghan yang sepertinya menikmati drama di depannya.
Baru saja Seungcheol selesai bicara, Yeonjun sudah melemparkan tinjuan apinya dan membuat pintu ruangan itu hancur seketika. Tidak hanya Yeonjun, kini Taehyun dan Hueningkai berlari maju untuk menyerang.
"Aku tidak akan membiarkanmu mencoba meledakkan kepalaku untuk yang kedua kalinya.", Yeji menatap Taehyun sengit dan menyerang pemuda itu.
"Hai, kita bertemu lagi! Senang sekali bertemu pemuda tampan sepertimu lagi.", Yuna mengedipkan sebelah matanya pada Hueningkai. Membuat permuda itu merinding dan tidak suka dengan sikap gadis centil di depannya itu.
Hueningkai yang terdiam beberapa saat membuat Yuna tidak tinggal diam, tanpa Hueningkai sadari sebuah akar pohon merambat ke arah kakinya. Dan detik berikutnya, tubuh Hueningkai terlempar membentur tembok ruangan itu, hingga membuat beberapa furniture ruangan itu hancur.
"Haha, ternyata kau masih seperti dulu. Tidak pernah fokus pada lawanmu.", ejek Yuna pada Hueningkai.
Ruangan yang awalnya sunyi dan rapi menjadi berisik dan hancur. Seungcheol hanya memijit pelipisnya pelan. Jika saja, ketua Black Owl itu tidak memerlukan sesuatu dari si kembar, sudah dia pastikan bahwa tubuh mereka akan terlempar dari lantai 60 ini menggunakan mesin terbarunya.
Seungcheol hendak bangkit dari kursinya, namun ia urungkan. Tepat waktu Seungcheol langsung menunduk, saat sebuah bola api lewat di atas kepalanya. Beruntung api itu tidak membakar rambut dan wajah tampannya. Jika terkena sedikit saja, sudah ia pastikan Yeonjun akan dia bakar hidup-hidup saat ini juga. Tentu saja dengan mesinnya yang baru saja launching.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNIQUER
FanfictionUniquer adalah manusia yang memiliki kekuatan super yang tidak dimiliki oleh manusia pada umumnya. Menjadi seorang uniquer bukanlah hal yang mudah, mereka harus siap dijauhi karena dianggap aneh dan bisa menyakiti orang lain jika tidak bisa mengenda...
