Kelima pemuda yang berbeda usia itu tengah duduk melingkar dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
"Baiklah,sekarang jelaskan padaku, apa yang sudah aku lewatkan.", Yeonjun menatapsatu-persatu keempat adiknya itu.
"Tadi saat aku dan Kai menuju perpustakaan. Kami melihat si kembar pergi ke belakang greenhouse dengan pakaian berkabung. Karena curiga kami mengikuti mereka. Dan melihat si kembar masuk ke gerbang yang ada di belakang greenhouse yang berisi banyak gundukan tanah.", jelas Taehyun.
"Mungkin hanya gundukan tanah biasa?", Yeonjun masih berusaha berpikir positif.
"Ya,hanya gundukan tanah dengan batu nisan di atasnya.", jawaban Taehyun yangdingin membuat Yeonjun diam seketika.
"Pantas saja tidak ada pekerja satupun di mansion ini. Apa mereka semua dibunuh oleh mereka berdua?", perkataan Soobin membuat keempatnya semakin kalut.
"Apa mereka adalah uniquer yang dibunuh karena gagal menjadi kelinci percobaan? Kemudian menguburkannya di belakang greehouse?"
"Bisa jadi, Beomgyu Hyung. Apa kau tidak merasa heran. Kenapa mereka memilih tempat tinggal di sekitar hutan yang jauh dari kota? Dan bahkan menyediakan lahan kubur di sekitar tempat tinggalnya? Bukankah tempat mereka ini sama seperti markas RU.R.AL yang pernah kita tempati dulu? Jauh dari perkotaan dan ada di tengah hutan. Mereka sepertinya sudah menyiapkannya dengan matang", jelas Hueningkai panjang lebar.
"Sebenarnya aku malas mengakui. Tapi, kesimpulan Kai itu cukup masuk akal.", Taehyun mulai bersuara.
"Kenapa kau tidak mencoba membaca pikiran mereka? Bukankah kekuatanmu telepati?"
"Entah, akupun juga bingung, hyung. Setiap aku ingin membaca pikiran mereka, aku tidak menemukan apapun. Awalnya aku tidak mencurigai apapun, hingga aku menemukan kuburan itu tadi.", Taehyun menjelaskan apa yang selama ini menjadi pertanyaannya.
"Aku juga mendengar kemarin malam.", perkataan Beomgyu membuat semua mata menatap ke arahnya.
"Apa yang kau dengar?", desak Soobin.
"Aku menguping pembicaraan mereka berdua. Moa meminta ijin pada Mia untuk pergi mengurus sesuatu, memastikan agar dirinya tidak menyakiti orang lain. Namun anehnya, Mia juga tidak bisa membaca pikiran kembarannya sendiri. Aku sangat yakin ada yang Moa sembunyikan."
Soobin merasa kecewa saat ini. Bagaimana bisa kedua gadis itu membohongi mereka? Apakah uluran tangan yang mereka berikan hanya akting semata, untuk keberhasilan rencana mereka dengan Dokter Rudolf? Padahal dirinya sudah menaruh kepercayaan pada kedua gadis kembar itu.
Tidak hanya Soobin, sama halnya dengan Yeonjun yang merasa ragu. Dia tidak ingin nyawa keempat adiknya dalam bahaya. Apakah pergi dari tempat ini adalah keputusan yang benar? Jujur Yeonjun bingung saat ini. Sedangkan Beomgyu, Taehyun, dan Hueningkai hanya saling melirik satu sama lain. Mereka paham bahwa kedua kakaknya itu tengah membuat keputusan yang sulit.
"Baiklah, kita akan pergi malam ini.", Yeonjun mengambil keputusan. Dan diangguki oleh keempat adiknya.
.
.
.
Saat ini jam sudah menunjuk di angka 1 dini hari. Suasana yang sangat sunyi serta gelapnya malam membuat mereka berlima semakin tegang.
"Sepertinya sudah aman.", kata Beomgyu yang menyembulkan kepalanya keluar dari pintu untuk mengintip.
Kelima pemuda itu turun ke lantai 1. Saat kelimanya sudah sampai di ruang tamu dengan mengendap-endap berjalan ke arah pintu keluar. Bertepatan saat Yeonjun membuka pintu, mereka bertemu dengan si kembar. Kebetulan yang sangat luar biasa tepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNIQUER
FanfictionUniquer adalah manusia yang memiliki kekuatan super yang tidak dimiliki oleh manusia pada umumnya. Menjadi seorang uniquer bukanlah hal yang mudah, mereka harus siap dijauhi karena dianggap aneh dan bisa menyakiti orang lain jika tidak bisa mengenda...
