CHAPTER 41 (FIRST MISSION : PART ONE)

335 31 3
                                        

Setelah drama kecil kemarin, kini tiba saatnya kelima pemuda beserta empat rekan tim mereka yang baru akan memulai misi mereka. Siapa lagi kalau bukan Hyunjin, Yeji, Yuna dan Bangchan. Jika kelima pemuda itu pun tidak terima pun mereka tetap akan melaksanakan misi bersama.

Mereka bersembilan terbagi menjadi 2 tim. Tim pertama terdiri dari Moa, Yeonjun, Hueningkai, Yuna dan Bangchan. Mereka yang akan bertujuan untuk menghadang pengiriman uniquer ke Daejon. Menurut informasi dari Ketua Black Owl, para uniquer yang dikirim ke Daejon akan menggunakan beberapa truk. Kini mereka sudah siap di posisi masing-masing untuk menunggu target truk datang melalui jalan tersebut.

"Kalian tidak perlu tegang, santailah sedikit.", kata Moa pada Yeonjun dan Hueningkai. Bagaiamanpun juga ini adalah misi pertama mereka. berbeda dengan Bangchan yang sudah beberapa kali mengikuti misi yang diberikan dari Seungcheol. Apalagi Yuna yang sudah cukup berpengalaman dalam menjalankan misi, saat dirinya masih menjadi bawahan Dokter Rudolf.

"Heh, jadi kau takut?", Yuna menatap Yeonjun dengan pandangan remeh.

"Sebaiknya kau diam, jika tidak ingin menjadi botak!", balas Yeonjun tak kalah ketus.

"Hei, tenanglah. Aku dulu saat pertama kali misi juga sedikit tegang. Tapi percayalah, kita sebagai tim pasti bisa bekerjasama dan saling membantu.", Bangchan menepuk bahu Hueningkai. Berharap bisa menenangkan bocah itu. Dan Hueningkai hanya mengangguk dan mulai mengatur nafasnya agar lebih rileks.

"Arah jam 12, mereka datang sekitar 7 menit.... huh? Dan hanya ada 1 truk?", Yuna menjadi bingung saat melihat target truk yang akan mereka hadang melalui teropongnya.

"Sepertinya sebagian besar uniquer memang dibawa ke markas RU.R.AL untuk dijadikan kelinci percobaan. Dan hanya sedikit dari mereka yang dibawa ke pangkalan rahasia militer. Kita hanya perlu menjatuhkan semua penjaga dan membawa truk itu ke markas Black Owl."

"Kenapa harus ke markas Black Owl, Moa?", jujur saja Hueningkai bingung kenapa para uniquer dikirim ke markas Black Owl.

"Karena untuk saat ini markas Black Owl adalah tempat yang aman untuk para uniquer.", jawab Moa kemudian gadis itu langsung melompat turun dari atas pohon dan bersiap untuk menyerang, meninggalkan Hueningkai dan Yeonjun tanda tanya besar.

Untuk saat ini posisi mereka memang berada di atas pohon, selain mempermudah mereka mengawasi kapan truk target datang, mereka juga perlu menyembunyikan diri.

"Sebaiknya kalian percaya pada Moa saat ini. Jangan ragukan dia.", kata Yuna pada Yeonjun dan Hueningkai.

"Mengapa kau begitu yakin pada Moa?", tanya Yeonjun.

"Karena dia adalah penyelamatku dan teman-temanku. Kalian ingat saat kami berempat gagal menangkap kalian? Dokter Rudolf hampir saja membunuh kami, jika Moa dan Jeno tidak datang tepat waktu saat itu.", Yuna kembali menerawang masa lalu di mana Moa menolongnya beserta temannya yang lain.

"Yuna benar. Moa dengan berani masuk ke dalam markas RU.R.AL, hanya untuk menyelamatkan kami berempat. Bahkan dia yang meminta Dokter Nam Joon untuk membantuku mendapatkan wujud manusiaku melalui serum buatannya. Yah, walaupun tidak bisa bertahan lama.", tambah Bangchan kemudian menatap Yuna.

"Dan Moa memberikan kami tempat yang bisa disebut sebagai rumah. Tempat di mana kami tidak perlu takut lagi untuk mengeluarkan kekuatan kami. Dan kami diperlakukan layaknya manusia bukan mesin ataupun monster untuk membunuh. Moa mengajarkan arti sebuah keluarga sekaligus persahabatan dalam hidupku.", Yuna menceritakan itu dengan mata yang berkaca-kaca.

Bangchan menepuk bahu temannya itu dengan senyuman di wajahnya. "Jadi, aku harap kalian tidak lagi mencurigai Moa. Karena akupun yakin, tidak semua hal harus kita semua ketahui alasannya. Dan aku yakin Moa memiliki maksud baik karena menutupinya dari kita."

UNIQUERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang