"Baiklah, akan aku ulur selama yang kau perlu.", kata Mia santai. Kemudian sambungan mereka terputus.
Kini matanya menatap ke arah dua musuh yang ada di depannya. Gadis itu bersikap tenang dan menatap santai. Dan detik berikutnya kedua musuh itu maju menyerang Mia. Tentu saja berhasil ditangkis dengan mudah oleh gadis itu.
Mia berhasil menahan kaki pemuda bertopeng itu dan langsung menghempaskan tubuhnya ke dinding gerbong. Mia segera mengayunkan tangannya untuk menahan gerakan musuh itu. Mia adalah pengamat yang baik, hanya dalam hitungan detik, dia berhasil menebak kekuatan yang dimiliki oleh gadis bertopeng di depannya. Yaitu, bisa mengendalikan angin.
Mia berusaha fokus untuk mengendalikan pikiran musuh itu, tapi anehnya Mia tidak merasakan apapun di dalam pikirannya. Seperti kosong, tidak memikirkan apapun. Mia langsung teringat dengan keanehan yang serupa dengan Moa. Tapi bedanya, Mia tidak bisa masuk ke dalam pikiran Moa, sedangkan untuk musuh di depannya ini Mia berhasil masuk. Akan tetapi terasa hampa, layaknya tidak ada kehidupan.
SRING!!
Beruntung Mia memiliki reflek yang cepat, sehingga dia berhasil menghindar. Mia sedikit melupakan bahwa sekarang dirinya melawan dua musuh, bukan satu. Akibat menghindar tadi, kuncian pada tubuh musuhnya terlepas.
Pemuda bertopeng dengan sayap besi itu terbang melesat ke arah Mia. Kedua sayap besi itu menutupi seluruh tubuhnya dengan gerakan memutar mengarah dengan cepat untuk menyerang Mia. Tidak tinggal diam, gadis dengan kekuatan angin itu juga berusaha menghimpit Mia. Angin yang awalnya hanya berhembus kencang, menjadi seperti silet yang menyayat kulit Mia.
Mia berdecak kesal karena merasa terhimpit. Tidak ada pilihan lain, Mia merentangkan kedua tangannya. Dan seketika pemuda bertopeng itu dan temannya berhenti bergerak. Tubuh mereka mendadak kaku, kemudian Mia menggenggam kedua telapak tangannya. Bersamaan dengan itu kedua tubuh musuh itu juga memberontak. Tubuh mereka seakan seperti diremukkan oleh benda tak kasat mata.
Tanpa sadar bola mata Mia berubah menjadi biru terang. Urat di sekitar dahinya mulai muncul, detik berikutnya kedua musuh itu terlempar menembus atap gerbong. Mia ikut ke atas gerbong dengan tubuhnya yang melayang di atas udara. Tatapannya menatap tajam ke arah kedua musuh itu, saat mereka akan berdiri Mia tidak mengijinkan mereka berdiri. Mia menggunakan kekuatan telekinesisnya untuk mengendalikan tubuh mereka.
Tangan kiri Mia mengarah pada pemuda bertopeng itu, detik berikutnya topeng yang digunakannya terhempas memperlihatkan wajahnya yang sebagian adalah mesin. Sedangkan tangan kanannya menahan serangan dari musuh satunya. Mia mengayunkan tangannya, dan seketika tangan gadis berkekuatan angin itu terlepas dari tubuhnya. Mia cukup terkejut saat melihat itu bukanlah daging, melainkan potongan besi.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian?", tanya Mia pada dirinya sendiri.
.
.
.
Saat ini Jeno sedang duduk santai sambil memainkan belatihnya. Pikirannya berkelana mengenang masa lalu. Dimana keluarganya masih utuh. Otaknya berusaha menggali memori untuk tetap mengingat senyuman kedua orang tuanya serta adiknya. Tidak dapat dipungkiri bahwa sekarang dia sangat merindukan keluarganya. Jika saja Moa tidak dalam misi saat ini, sudah pasti dia akan memaksa Moa untuk membantunya pergi dari markas Black Owl ini dan pergi ke Los Angeles untuk mencari adiknya.
Entah sudah berapa kali Jeno menghela nafas. Pemuda itu menyandarkan punggungnya pada kursi, dan mulai menyesap hot chocolatenya. Kegiatan melamunnya teralihkan ketika melihat seseorang duduk di sebelah kursinya.
"Sedang apa kau di sini, hyung?", tanya Jeno pada Nam Joon yang tengah asyik dengan tab di tangannya. Nam Joon hanya menaikan sebelah alisnya mendengar panggilan Jeno untuknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNIQUER
FanfictionUniquer adalah manusia yang memiliki kekuatan super yang tidak dimiliki oleh manusia pada umumnya. Menjadi seorang uniquer bukanlah hal yang mudah, mereka harus siap dijauhi karena dianggap aneh dan bisa menyakiti orang lain jika tidak bisa mengenda...
