CHAPTER 22 (BATTLE IN THE AIR)

612 87 4
                                        

"Raul, kau yang menyetir pesawat ini. Aku akan mengobati mereka berlima dan memantau kondisi Nana. Sekarang kita harus pergi dari sini!.", perkataan Mia membuat Raul tidak bisa berpikir jernih lagi.

"Hah?! A-aku?! Menyetir pesawat ini?! Kau bercanda Mia! Bagaimana-"

"Lalu siapa yang akan mengobati mereka berlima? Apa kau memiliki kekuatan untuk menyerap luka sepertiku?"

"Tapi..."

"Bukankah kau pernah mengendalikan pesawat sebelumnya?"

"Iya, tapi itu hanya beberapa kali."

"Tidak masalah, aku akan memandumu. Ayolah, Raul. Waktu kita tidak banyak!", merasa tidak ada pilihan lain Raul dengan segera duduk di kursi pengemudi dan segera menyalakan mesin pesawat.

"Tekan tombol hijau, dan tarik kemudi pesawat untuk terbang. Kemudian nyalakan radarnya agar kau bisa mengetahui bila ada musuh di sekitar melalui kordinatnya."

"Okay... deep breath Raul, you can di this. C'mon!", Raul mengikuti arahan dari Mia. Tidak butuh waktu lama pesawat itu sudah terbang di udara, dan Raul mulai mengendalikan kemudinya.

Baru saja mereka terbang ke udara, tiba-tiba pesawat mereka terguncang cukup keras, bahkan membuat tubuh mereka terpelanting. Terkecuali Raul, karena dia berada di setir pengemudi, dengan sabuk pengaman yang menahan tubuhnya. Beruntung pesawat itu memiliki perisai yang tidak aksat mata, sehingga tidak merusak bagian luar pesawat.

"What the-!! Mereka sudah menemukan kita! Raul tingkatkan kecepatannya!", tidak mudah bagi Mia untuk mengendalikan emosinya saat ini. Dia harus memandu Raul menyetir pesawat, tapi di sisi lain dia harus memantau keadaan keenam orang yang masih belum sadar.

"Mia aku hanya bisa menjatuhkan 6 pesawat!", suara Moa terdengar Kembali di telinga Mia melalui earpiece yang dia gunakan.

"6 kau bilang?! Gila! Memangnya ada berapa pesawat yang tersisa?!"

"Euh, sekitar 14... mungkin?", ingin rasanya Mia membuka pintu pesawat dan langsung terbang melesat menyerang semua musuh yang mengejar mereka. Tapi itu tidak bisa ia lakukan sekarang, karena tenaganya harus ia simpan untuk menyerap luka orang - orang yang terluka di pesawat ini. Ditambah Mia takut jika pesawat yang mereka tumpangi akan terjun bebas, karena tidak ada yang memandu Raul.

"Aku akan menyusul sebentar lagi-Akhh!!"

"MOA??!!", rasa panik sudah merasuki Mia saat ini. Saat komunikasinya dengan Moa terputus, ditambah dengan musuh yang masih mengejar.

DOR DOR DOR!!

Pesawat yang Mia tumpangi mulai ditembaki dari berbagai arah. Sepertinya belasan pesawat sedang mengejar mereka memanglah benar. Mia mulai menarik nafasnya, agar lebih tenang dan bisa memikirkan sebuah cara untuk keluar dari situasi ini.

"Mia!! Ada 3 pesawat di sebelah kiri, 4 sebelah kanan, dan ada 7 di belakang!!", di saat Mia berusaha untuk menenangkan diri, suara panik Raul membuyarkan ketenangannya.

"Raul, tigkatkan kecepatan sekali lagi. Kalau bisa sampai batas maksimal!", mau tidak mau Raul pengikuti perintah Mia.

"Raul, percepat laju pesawat ini ke Utara sekarang!", setelah mengatakan itu Mia fokus untuk mengobati Yeonjun terlebih dahulu. Dia mulai menggunakan kekuatannya untuk menyerap luka Yeonjun. Setelahnya, Mia berganti ke Soobin dan Hueningkai. Jika kalian bertanya, kenapa Mia tidak menyerap luka Beomgyu dan Taehyun, karena luka mereka tidak separah Yeonjun, Soobin, dan Hueningkai. Selain telekinesis dan telepati, Mia juga memiliki kekuatan untuk menyerap segala luka dari seseorang. Selama luka yang mereka masih mencapai 60%.

UNIQUERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang