Soobin tidak pernah merasa lebih baik dari ini. Akhirnya Dirinya dan yang lain bisa bersantai dan bermalas-malasan. Setelah berminggu-minggu mereka berlatih dengan luka di sekujur tubuh, beruntung itu semua membuahkan hasil.
Jika bertanya tentang si kembar maka jawabannya adalah mereka sedang tidak ada di mansion. Mia sedang mendapatkan misi dari pemerintah. Sedangkan Moa sedang menyelidiki sesuatu dengan Jeno. Entah mereka akan kembali kapan, karena sudah 3 hari mereka masih belum kembali.
Soobin tengah memakan cemilan kue keringnya dan susu almondnya sambil menikmati udara sore hari di taman belakang. Dengan hiburannya adalah menonton kedua saudaranya yang tengah bertanding bulu tangkis, siapa lagi kalau bukan Yeonjun dan Beomgyu. Dan Hueningkai yang menjadi wasitnya. Di sebelahnya ada Taehyun, tentunya dengan buku di tangannya. Memangnya apa lagi yang akan dia lakukan selain mambaca? Tidak ada. Itu adalah jawabnnya, dan Soobin bisa menebaknya.
Sayangnya suasana yang tenang harus hilang dalam sekejap karena teriakan Yeonjun dan Beomgyu yang saling bersahutan. Tidak segan mereka saling beradu urat, karena tidak terima. Padahal baru saja Soobin mensyukuri dan menikmati suasana tenangnya.
"Hei, Beomgyu! Jangan bermain curang! Tadi cock nya itu masuk!", teriak Yeonjun tidak terima. Tak lupa mengacungkan raketnya ke arah Beomgyu.
"Apanya yang masuk?! Jelas-jelas itu out!", balas Beomgyu tidak kalah keras.
"Kau pikir aku buta?! Jangan kau kira aku tidak melihatmu yang sengaja membuat cock nya keluar garis?!", Yeonjun memang melihat saat Beomgyu menggunakan kekuatannya secara diam-diam.
"Kalau begitu tanya Kai saja!", Beomgyu melirik Hueningkai yang hanya diam. Jujur saja pemuda itu bingung harus menjawab apa.
Sebenarnya Hueningkai melihat cock nya hampir masuk ke dalam garis, sebelum Beomgyu melemparnya menggunakan telekinesisnya. Dan sekarang Hueningkai hanya bisa diam dan melirik kedua pemuda yang lebih tua darinya secara bergantian.
"Tsk, mereka mengganggu ketenanganku saja!", gerutu Soobin. Dan itu didengar oleh taehyun.
"Kenapa hyung tidak menyuruh mereka diam saja?"
"Aku terlalu malas, lagipula aku tidak ingin membuang tenagaku sia-sia hanya untuk melerai mereka.", kata Soobin santai sambil terus memasukkan kue kering ke dalam mulutnya.
Taehyun hanya bisa mendengus mendengar jawaban Soobin. Walau dalam hati Taehyun menyetujui Soobin yang memang benarnya adanya. Kemudian mata Soobin beralih pada buku using yang Taehyun baca.
"Buku apa itu?"
"Asal mula uniquer."
"Di mana kau menemukannya?"
"Perpustakaan.", Soobin hanya mengangguk sebagai jawaban.
Pemuda yang hobi membaca buku itu hanya melirik sekilas pertengkaran di depan matanya. Kemudian menutup bukunya, karena dirasa pertengkaran di depannya itu lebih menarik ketimbang buku yang dibacanya.
Soobin dan Taehyun bisa melihat Hueningkai yang mulai kuwalahan melerai kedua bersaudara itu. Kemudian berlari menghampiri Soobin, dan menariknya itu untuk bangkit. Namun dengan cepat ditolak oleh Soobin.
"Sebaiknya gunakan saja kekuatanmu, Kai. Buat mereka berhenti", saran Taehyun.
"Apa kau yakin itu tidak akan menyakiti mereka?", jujur saja meskipun Hueningkai sudah mulai paham dengan kekuatannya tapi pemuda itu masih takut menggunakan kekuatannya untuk orang terdekatnya.
"Jika kau hanya bilang berhenti mereka akan berhenti. Beda halnya jika kau menyuruh mereka saling membunuh.", perkataan Taehyun yang kelewat santai membuat Soobin tersedak. Tidak bisakah Taehyun menggunakan contoh yang lain?!
KAMU SEDANG MEMBACA
UNIQUER
FanfictionUniquer adalah manusia yang memiliki kekuatan super yang tidak dimiliki oleh manusia pada umumnya. Menjadi seorang uniquer bukanlah hal yang mudah, mereka harus siap dijauhi karena dianggap aneh dan bisa menyakiti orang lain jika tidak bisa mengenda...
