"Apa yang dia lakukan di sini?!", Yeonjun sudah menyiapkan tinjuan apinya untuk Nam Joon.
"Wow! Tenanglah kawan!", Nam Joon mengacungkan kedua tangannya ke depan. Berusaha untuk tetap tenang.
"Senang bertemu denganmu lagi, Nam Joon.", sapa Mia ramah.
"Terima kasih atas sambutannya."
"Kau pasti bercanda! Bagaimana bisa kau menyambutnya dengan ramah seperti itu? Setelah apa yang dia lakukan pada kami?!", teriak Beomgyu tidak terima.
"Beomgyu tenanglah! Dia sudah tidak bekerja lagi di RU.R.AL, dan sekarang kita memerlukan informasi darinya. Aku mohon, begitu juga dengan kalian berempat. Aku tau kalian membencinya, tapi tolong kesampingkan itu saat ini. Kita harus bekerja sama demi keselamatkan masa depan uniquer.", Mia berusaha menengahi.
"Aku harap kau membawa informasi yang berguna, karena kesabaranku sudah tersisa sedikit.", Moa melirik Nam Joon tajam.
"Baiklah, kalau begitu langsung ke intinya saja. Sesuai dengan informasi yang kalian temukan dan itu memang berhubungan. Jendral Shin yang membuat pabrik uniquer untuk melahirkan uniquer baru yang nanti akan diedarkan melalui uniquer trafficking. Sebagian uniquer ada dalam naungan pemerintah dan sebagian lagi dijadikan sebagai kelinci percobaan oleh Dokter Rudolf. Dan... jika eksperimen gagal di tengah jalan atau yang terburuknya mereka mati. Maka mereka akan diubah menjadi umano.", setelah penjelasan Nam Joon suasana menjadi hening.
"Apa itu umano?", tanya Taehyun merasa asing dengan istilah itu.
"Uniquer yang dijadikan sebagai mesin pembunuh. Gampangnya uniquer yang diubah menjadi cyborg dengan mengubah tubuh mereka menjadi mesin dan menanamkan sebuah chip agar bisa dikendalikan dengan mudah.", jelas Nam Joon santai dan mendekati ke arah jendela.
"Mengubah tubuh mereka menjadi mesin?", sahut Moa.
"Ya, karena sebagian tubuh mereka sudah rusak dan tidak bisa digunakan. Itu sebabnya bagian tubuh yang rusak diganti dengan mesin atau potongan besi lainnya."
"Apa yang kau lakukan?", tanya Hueningkai bingung melihat Nam Joon. Raut wajah pria itu Nampak tidak tenang.
"Tidak ada. Hanya saja aku merasa tempat ini tidak aman. Bagaimana jika kita membicarakan di tempat lain? Jangan di sini."
"Memangnya kenapa? Kau pasti menyembunyikan sesuatu kan?", tanya Soobin dengan tatapan menyelidik.
"Aku hanya kawatir ada yang menguping. Well, don't forget that walls have ears too. Dokter Rudolf sudah menemukan tempat ini jika kau lupa."
"Maksudmu?", kini Moa buka suara sambil bangkit mendekati Nam Joon.
"Serangan umano beberapa minggu yang lalu. Bukankah itu ulahnya? Aku tahu kau sendiri menyadarinya. Dia sudah menemukan tempat kalian dan sengaja mengirim umano itu. Untuk memperingatimu.", Nam Joon menatap Moa dengan senyuman tipis di bibirnya.
Sedangkan gadis itu hanya diam. Kedua tangannya mengepal, apakah ada sesuatu yang dia lewatkan? Apa Nam Joon sudah mengetahui sesuatu? Moa merasa ada sesuatu yang Nam Joon sembunyikan.
"Jadi kemarin itu bukan uniquer, melainkan umano?", tanya Mia memastikan
"Benar sekali"
"Baiklah kalau begitu, kita pergi sekarang.", Mia berjalan mendekati pintu. Namun sebelum dia keluar, Mia berkata Kembali. "Tolong kau bereskan tikus itu, Moa. Akan kuberikan koordinat tempatnya nanti, kau bia menyusul kami."
"Baiklah."
.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNIQUER
FanfictionUniquer adalah manusia yang memiliki kekuatan super yang tidak dimiliki oleh manusia pada umumnya. Menjadi seorang uniquer bukanlah hal yang mudah, mereka harus siap dijauhi karena dianggap aneh dan bisa menyakiti orang lain jika tidak bisa mengenda...
