CHAPTER 13 (RESCUE MISSION : SECOND)

653 100 5
                                        

Taehyun sudah sampai di lantai 5 saat ini. Namun dia tidak mengetahui kemana ia harus mencari ruangan lab tempat Yeonjun berada. Terlalu banyak pintu yang bertuliskan lab di lantai itu.

"Apa aku harus membuka pintu ini satu-satu?! Aku pasti sudah gila jika melakukan itu!", kata Taehyun frustasi. Laki-laki berambut coklat itu menyadari bahwa waktu yang dia miliki tidak banyak.

Kenapa Taehyun tidak menggunakan kekuatannya? Karena sebenarnya Taehyun sendiri tidak terlalu paham dengan kekuatan yang dimilikinya, selain meledakkan kepala orang lain. Taehyun hanya mengetahui bahwa kekuatannya itu bisa mengendalikan dan membaca pikiran orang lain. Dia masih belum bisa mengendalikan kekuatannya. Selama di sini, Taehyun hanya merasakan kekuatannya keluar karena paksaan dari cairan adrenaline yang disuntikan ke dalam tubuhnya.

Dengan segera Taehyun sadar dari lamunannya dan segera bersembunyi di balik tembok, ketika salah satu pintu terbuka. Menampakkan 3 petugas dan 1 ilmuwan perempuan.

"Hei, kau. Berikan sample darah Choi Yeonjun ini pada Dokter Nam Joon sekarang. Kalian berdua jaga di sini. Aku dengar ada beberapa tahanan yang berhasil kabur dari sini.", kata ilmuwan itu. Kemudian dia pergi menaiki lift dengan petugas yang membawa sample darah Yeonjun.

Taehyun memutar otak bagaiaman caranya dia masuk untuk menyelamatkan Yeonjun. Di depan pintunya ada 2 petugas, tidak mungkin Taehyun datang dan menyerang mereka secara bersamaan. Yang ada Taehyun akan kalah telak nantinya, karena kalah adu fisik.

"Sial! Apa yang harus aku lakukan sekarang?! Ayo putar otakmu Kang Taehyun!", Taehyun mencoba untuk menenangkan diri. Menghirup udara sebanyak-banyaknya kemudian menghembuskannya secara perlahan. Laki-laki itu menutup matanya dan mencoba untuk fokus mengendalikan kekuatannya. Berhasil atau tidaknya urusan belakang, yang penting dirinya sudah mencoba.

BUAGH!

Tiba-tiba salah satu petugas yang berjaga di depan pintu menghajar temannya hingga tersungkur. Tidak hanya satu pukulan yang dilayangkan, tetapi bertubi-tubi. Bahkan sampai temannya itu tidak sadarkan diri. Kemudian petugas itu membenturkan dirinya ke tembok hingga pingsan.

Taehyun membuka matanya dengan keringat dingin. Ternyata menggunakan kekuatannya itu membutuhkan tenaga yang besar. Setelah dirasanya situasi aman, Taehyun segera masuk ke ruangan di mana Yeonjun berada.

Hal pertama yang dilihat Taehyun adalah, seorang laki-laki yang terbaring tidak sadarkan diri di sebuah brankar. Taehyun sangat yakin bahwa laki-laki itu adalah Yeonjun, entahlah tapi firasatnya mengatakan bahwa itu benar.

"Hei, Choi Yeonjun?! Bangunlah!", Taehyun mengguncangkan badan Yeonjun. Akan tetapi Yeonjun tidak kunjung membuka matanya.

"Maafkan aku.", setelah mengatakan itu Taehyun menampar pipi Yeonjun cukup keras. Taehyun mencoba menampar pipi Yeonjun yang kedua kali, dan berhasil. Laki-laki itu mulai mengerjapkan matanya perlahan.

"Choi Yeonjun? AKhirnya kau sudah sadar. Ayo kita pergi dari sini!", belum sempat Yeonjun sadar sepenuhnya Taehyun sudah menarik tangannya untuk bangun. Alhasil Yeonjun jatuh tersungkur karena keseimbangannya belum sepenuhnya utuh.

"Akhh! Siapa kau dan apa yang kau lakukan?!", Yeonjun segera menepis tangan Taehyun.

"Tidak usah banyak bertanya. Aku di sini untuk menyelamatkanmu."

"Ya, dengan cara menampar dan membuatku jatuh tersungkur?!", kata Yeonjun sarkas.

"Kau tidak bisa dibangunkan dengan cara halus, jadi aku menggunakan cara kasar.", balas Taehyun tak kalah sarkas.

"Darimana aku bisa percaya jika kau disini untuk menyelamatkanku?", tanya Yeonjun penuh selidik. Dan Taehyun hanya memutar bola matanya. Apakah wajahnya itu seperti kriminal, hingga membuat laki-laki di hadapannya ini tidak percaya? Tadi laki-laki yang bernama Choi Beomgyu sekarang Choi Yeonjun.

UNIQUERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang