18 ~ PERYATAAN

1.7K 177 8
                                        

Pagi hari Lintang dkk mencoba memasang jebakan ayam di hutan dengan beberapa ranting dan sebuah kayu panjang yang bisa melengkung, tak lupa tali kecil dari rotan yang ada di rumah Tama beserta biji jagung, Lintang mengejari Segara dan Amber cara memasangnya 

setelahnya mereka meninggalkan hutan itu untuk mencari bahan-bahan masakan yang lain, mereka menuju tempat ke tempat yang kemarin untuk mengambil kentang dan jagung tak lupa membawa tas anyaman yang di bawa oleh Amber, tapi saat Lintang sedang memetik jagung dia terpisah dari Segara dan Amber tapi masih bersama Boba, Lintang tak sengaja melihat seekor babi hutan berukuran sedang melintas di depannya

seketika Lintang langsung bersembunyi di antara lebatnya tanaman jagung dengan mengendong boba tak lupa menutup mulutnya agar tak mengonggong , dan babi itu juga tak menyadarinya

dengan santainya dia mengendus tanah dan mulai menggaruk tanah terlihat sesuatu yang berharga dari tanah itu adalah ubi dan wortel!! 

Lintang mulai sadar mungkinkah dulunya daerah ini adalah sawah di pegunungan?!

jadi itulah sebabnya banyak bahan pangan dan pohon rempah-rempah di sini

saat babi itu sedang makan, terdengar suara Segara dan Amber yang mencari Lintang, babi hutan itupun berabjak pergi dari tempatnya meninggalkan area itu

setelah merasa aman Lintang keluar dari persembunyiannya, dan memanggil dua orang yang mencarinya itu, dan keluar lah mereka dari balik lebatnya tanaman jagung yang bercampur dengan ilalang panjang melihat Lintang dengan wajah yang cukup ceria 

"eh sini!! aku nemu sesuatu nih!"

Segara dan Amber segera mengahmpiri Lintang

"apa/opo?"

"tadi ada babi hutan!!"

"kamu gak papa kan Lin?!!"

"mbak Lin aman?"

"tenang aja aku aman kok! tapi liat nih tadi babinya garuk-garuk tanah!"

"ya terus?"

"ada makananya"

Lintang mencoba mengaruk tanah tempat babi tadi dan menemukan yang ia cari ubi jalar! dan lagi itu adalah ubi manis! Lintang juga berpindah tempat ke tempat yang tanahnya empuk ada beberapa wortel juga di sana ternyata

"ayo kita mabil ini yang banyak!"

Amber dan Segara segera membatu Lintang dan keberuntungan mereka tak sampai di situ saja, di tempat yang agak tinggi Lintang melihat ada sebuah bunga kol putih (brokoli), Lintang segera menuju ke arah sana dan mengambilnya sampai daunya juga

saat sampai tas anyaman yang di bawa Amber sudah penuh jadi brokolinya di bawa dengan tangan oleh Lintang jadi mereka bergegas pulang melintasi hutan yang pernah didatangi Lintang untuk mencari rempah-rempah

saat itu lah Lintang mencari lagi dan ketemulah tanaman bawang putih dan merah di sana yang tertutup dedaunan, Lintang mengambilnya beserta beberapa jamur juga tak jauh dari sana ada pohon merica yang pernah di datangi lintang dulu dan ternyata terhubung dengan dungai yang terlihat cukup dangkal 

Lintang dkk pun memutuskan beristirahat di sana dengan mencelupkan kakinya di air sunagi yang menyejukan tapi 

BYUR! 

Segara melopat di sungai itu dengan telanjang, Lintang dan Amber memutuskan untuk ikut masuk ke dalam sungai itu ternyata kedalamanya hanya sampai pinggul saja, sedangkan Segara bisa berenang di sana karena kedalamannya sampai pada ketiaknya

Amber mangambil beberapa daun di pinggir sunagi 

"Lin sini! ku gosok punggung mu! abis itu gantian"

Lintang pun menuju ke arah Amber untuk di gosok punggungnya

saat sedang mengosok punggung Lintang sambil bercanda gurau, dari semak-semak keluar Timin yang memandang mereka dengan datar tapi sesuatu ingin menunjukan eksistensinya

tentu saja Lintang dkk kaget apalagi Segara yang segera merapat ke arah Lintang

Timin berjalan ke arah Lintang dan melepas pakaianya ikut mencelupkan tubuhnya di sungai merasakan sensasi dingin yang menyegarkan

"emm mas mau ku gosok punggungnya?"

Timin menoleh ke arah Lintang dan mengangguk 

rasanya sangat nyaman , tangan Lintang sangat lembut bersentuhan di pinggungnya meskipun menggunakan daun untuk menyeka, tapi masih terasa, rasanya seperti ada yang berdiri lurus tapi bukan tiang

"jadi mas Timin ada perlu apa ke sini?"

"aku datang menjemput adikku"

"mas bisa bahasaku?"

"mas bisa 3 bahasa"

"wahhh"

"ayo tetap bicara, suaramu indah"

Lintang tersenyum senang mendengranya pipinya agak memanas, tapi senyumnya seketika luntur melihat sesuatu yang mencuat di dalam air 

"su sudah selesai mas"

Lintang agak canggung mengucapkannya dan sedikit menjauh secara perlahan, sedangkan Timin merasa sentuhan Lintang yang kurang meraih tangan Lintang mengenggamnya agak erat membuat Lintang meringis

"nama mu Lintangkan? menikahlah dengan ku!, ayo buat anak dengan ku! dengan tubuhku aku bisa pergi ke pencakar langit dan mendapatkan buah merah dengan mudah" 

Terjebak di Waktu yang berbedaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang