22 ~ ORANG KAYA

1.6K 156 1
                                        

Seorang pemuda cantik menghampiri Lintang dan Amber berjalan sambil berpose memamerkan baju kulit harimau miliknya dan itu malah lebih terlihat seperti dress bahkan kalung yang di pakainya adalah kalung kerang hampir mirip seperti punya Lintang 

saat membuka mata Lintang kagum degan mata indah  milik pemuda itu pasalnya dia mengidap Heterochromia dimana warna mata kiri dan kanan yang berbeda, kulinya pun tidak terlalu putih namun juga tidak coklat, rambutnya hitam kelam

saat membuka mata Lintang kagum degan mata indah  milik pemuda itu pasalnya dia mengidap Heterochromia dimana warna mata kiri dan kanan yang berbeda, kulinya pun tidak terlalu putih namun juga tidak coklat, rambutnya hitam kelam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"kalian para rakyat jelata, apa yang kalian lakukan disini"

"gak sopan, kenal aja enggak!! orang tolol!"

"coba ulangi kamu bilang apa?! hah!! kau tidak lihat aku ini dari anak sang penguasa tanah timur!!"

"cibi ilingi kimi biling ipi? hih? kii tidik lihit iki ini diri inik sing pingiisi tinih timir?"

"heh jangan buat aku marah ya!!"

"hih jingin biit ikik mirih yi....."

hilang sudah kesabaran pemuda itu kepada Amber, pipinya memerah karena menahan amarah tangannya terkepal kuat siap membalas dengan tangan, namun Lintang tiba-tiba berdiri di tengah dan melerai keduanya

"sudah hentikan! kamu siapa sih kok bikin ribut?!"

"rakyat jelata! aku akan memperkenalkan diri jadi setidaknya kau harus senang karena mendengar nama-"

"aah langsung kenalin napa!? lama banget!"

"heh! mulutmu!!"

"kenapa mulut ku?! hah?!"

Lintang mencubit pipi Amber main-main

"maaf ya, bisa perkenalkan diri lagi"

"huh ya sudah!" sambil mengibaskan rambutnya yang tak panjang 

"perkenalkan aku pangeran bungsu dari kerajaan gunung timur, dengan gelar calon permaisuri yang akan menikahi pangeran pertama dari kerajaanku, dengan satu darah yang sama aku akan menurunkan"

"heh cepet lama banget!!"

"Amber diam dulu"

"huh ~ Dengan satu darah yang sama aku kan menurunkan penerus kerajaan ku, menggunakan keajaiban buah merah yang di berikan para dewa, dengan melewati ujian pencakar langit 

dan nama ku adalah Candra Maharan bergelar calon permaisuri dari kakak ku"

"sudah selesai?! lama banget" Amber menyindir dengan memutar  mata malas

sedang pemuda yang bernama Candra tadi membuang muka masam

"jadi rakyat jelata karena dengan murah hati aku menjawab pertanyaan kalian, sekarang kalian harus menjawab pertanyaan ku, apa yang kalian lakukan di sini?"

Lintang dengan lembut menjawab "kami membuat minyak"

"minyak? apa itu enak?"

"tentu saja enak!, semua buatan Lintang itu enak!!"

"tidak mungkin ada yang lebih enak dari pada daging hewan gunung"

"itu karena kau tidak tahu hhuhuhu" Amber tersenyum sombong ke arah candra

"aku akan ikut menunggu dengan kalian untuk melihat apa itu benar"

Candra duduk dengan sangat anggun di sebelah Lintang, membuat mata lintang berbinar melihat posisi duduknya yang perti seorang bos muda yang congkak, sedangkan Amber memanas melihatnya dudu di samping sahabatnya

"minggir sana kau cebol cari tempat lain! apa gak lihat kami sudah penuh di sini!!"

"maaf saja jka menyinggungmu tapi kita bertiga itu sesama cebol"

Amber berdiri dari bulu beruang yang hangat mengabaikan rasa dingin yang langsung menerpa, berjalan di depan Candradan menunjuknya

"ayo kita tanding siapa yang paling tinggi!!"

"ku terima tantanganmu!"

sekarang Candra berdiri id depan Amber sambil berjinjit, merasa tak mau kalah Amber juga berjinjit hingga tinggi mereka sama lagi, sama-sama tak mengalah mereka akhirnya melompat-lompat

dua makhluk cebol yang mengemaskan sedang melompat-lompat di depan desa menjadi tontonan para penjaga desa di malam hari yang cukup membosankan ini

termasuk Timin yang memang sedang berjaga di sana bersama beberapa temannya, ia tersenyum melihat Lintang yang tertawa lepas memperlihatkan gigi kelinci miliknya sangat mengemaskan

...

pagi hari yang cukup tenang, hawa dingin yang semakin terasa membangunkan ketiga mahluk imut yang sedang tidur di atas pasir yang empuk mencoba mencari kehangatan dari selimut bulu beruang dengan semakin merapat

hingga ada Timin yang menghampiri mereka, lebih tepatnya Lintang

memperhatikan wajah polos Lintang yang ada di tengah memeluk Boba, bibirnya agak terbuka ada sedikit liur yang mengalir dari bibir merah merona itu, ingin sekali rasanya Timin mengecup bibir itu dang menghisap liurnya tapi tak bisa karena Lintang di peluk oleh dua makhluk yang menyebalkan 

sekarang semakin bertambahlah gangguannya Timin

dengan hati-hati tangan Timin mencob amenyentuh pipi Lintang yang gembul dan putih namun berhenti ketika gangguan pertama bangun

Boba mengeliat dan menguap terlihat sangat imut mungkin bagi beberapa orang namun tidak bagi timin, jadi Timin menarik tangannya kembali melihat Boba yang menjilati pipi Lintang berusaha membangunkannya

dan berhasil Lintang pun terbangun di ikuti Amber dan Candra yang rambutnya acak-acakan karena melompat-lompat semalam

"ah ada kau ternyata selamat pagi para orang tolol" Amber bangun sambil menguap

"hmmmm pagi rakyat jelata" sambil merentangkan tangan

"ahhh pagi semuanya" Lintang memberikan senyuman pagi pada orang sekitar dan tampaknya itu terkaku silau bagi orang-orang yang ada di sana, dan tampaknya itu tak bagus untuk kesehatan hati Timin karena tak berhenti berdetak kencang 

...

maaf ya kalo part yang ini rada pendek karena tangan aku masi rada sakit meskipun dah kempes bengkaknya, tapi kalo de gerakin masih kaya linu-linu pegel gitu 🥲

Terjebak di Waktu yang berbedaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang