Hai semua pembaca aku punya pengumuman penting buat kalian
Hari kelulusan ku dah deket, dan aku di suruh buat laporan sama produk jadi, serta penjualannya
jadi aku bakalan super sibuk
dan kayanya akhir-akhir ini aku jarang up, maka seterusnya aku bakalan lebih jarang lagi
aku minta maaf ya
tapi aku bakalan sempetin up meski jarang, sebelum aku ujian sebisa mungkin bakalan ku tamatin
makasih buat kalian yang udah setia baca nih cerita gak jelas, aku aja sampe bingung kenapa banyak yang suka
makasih sekali lagi, dan selamat membaca
...
Sore hari Lintang bangun dan mengerjabkan matanya dari tidur, sungguh kepalanya sangat pusing dan tubuhnya lemah efek dari tidak makan seharian, tapi bagian bawah perutnya sudah sembuh dak ada rasa sakit sama sekali
Lintang melihat sekeliling mencari keberadaan Tara, tapi tak menemukannya jadi Lintang berinisiatif untuk berdiri mencarinya
BRAK
Tara yang ada di luar sedang memenggang daging kelinci menjadi kaget dan bergegas ke dalam, dia menemukan Lintang duduk di tanah dengan kaki yang tertekuk
"Tara kaki ku kenapa?"
Lintang melihat Tara dengan pandangan bertanya meminta jawaban, dan Tara hanya menjawabnya dengan gelengan saja tanda dia juga tak tau
Lintang melihat kakinya dan menyentuhnya, rasanya kulitnya bertambah halus dari biasanya, namun tiba-tiba dia merasa terangkat dan melihat kalau Tara menganggkatnya menuju tempat api bakaran di depan rumah lalu Tara mendudukkan Lintang di Batu besar tempat mereka biasa duduk di depan api
Lintang melihat Tara yang sedan memenggang dua kelinci dengan di tusuk lalu di putar di atas api 'apa dia pakai garam?'
setelah matang Tara mengangkat satu kelinci itu dan meletakkannya di atas alas daun jati lalu di suir-suir, sekali lagi Lintang kagum dengan tangan Tara yang tak merasa panas sama sekali saat menyuir daging kelinci itu, setelahnya Tara menaruh daun di di depan Lintang, sedangkan dia mengambil kelinci yang satunya lagi tanpa di suir tapi langsung di makan dengan sekali gigit dapat mengoyak daging bahkan ada tulang yang ikut keluar dari kelinci itu
Lintang sebenarnya agak ragu, dengan hati-hati Lintang mengambil satu daging siur yang paling kecil dan seperti dugaanya itu masih panas, dengan ragu-ragu Lintang memanggil Tara
"Tara"
"ham! ham! em? apwa? ham nyam nyam"
"bisa kau ambilkan aku dua batang kayu di dalam rumah?"
Tara memiringkan kepalanya tanda tak tau
"itu yang kemarin aku buat makan" sambil memperagakan caranya memengang sumpit
Tara yang mengertipun mengangguk dan masuk ke dalam rumah membawa daging kelincinya di tangan kanannya, saat keluar Tara menyerahkan sumpit itu kepada Lintang dan di ambil dengan baik oleh Lintang
Tara melihat Lintang yang mengambil daging kelinci suir dengan sumpit itu lalu meniupnya sebentar baru setelahnya memekannya, itu terlihat sangat anggun di mata Tara, dia belum pernah melihat seseorang yang makan seanggun itu karena biasanya di berlompa makan paling cepat dengan orang-orang desa terdekat jika dia kalah Tara akan memberikan buruannya tapi jika dia yang menang maka sebaliknya
sementara Lintang agak kaget saat daging itu masuk ke mulutnya ada rasa garam di lidahnya ternyata Tara meniru caranya memasak, meskipun daging itu agak keras dan amis setidaknya rasa garamnya bisa di terima oleh lidahnya karena tidak terlalu asin juga tidak hambar
...
malam hari telah tiba suara binatang malam telah terdengar saling menyahut, kaki Lintang sudah sembuh bisa berdir dan berjalan seperti biasanya, Tara sudah bersiap-siap untuk tidur Tara melihat Lintang yang malah pergi keluar rumah
"kemana?"
"buang air kecil"
Tara memiringkan kepalanya tanda tak mengerti, Lintang menghela maklum
"pipis"
sekarang Tara baru paham dan membiarkan Lintang pergi ke sungai dekat rumah mereka
saat sampai di sungai Lintang menyingkap baju bagian bawahnya membuat kases untuk air meluncur tapi saat menyentuh bawahnya Lintang kaget karena menemukan sesuatu di bawah kedua telurnya sesuatu seperti terbelah, empuk, halus dan basah
karena keget Lintang secara sepontan berteriak membuat Tara bergegas keluar dan mendapati Lintang yang mengis engan menekuk kakinya di tanah berbatu tapi terlihat kalau cairan kuning keluar dari bawah kakinya, Tara agak bingung harus bereaksi seperti apa, dia malu tapi jua ingin melihatnya
"Taraaa a-aku punya apel Taraaa hiks hiks"
Tara bingung dengan apa yang di katakan Lintang jadi dia medekat dan mencari masalahnya, Lintang yang melihat Tara dengan malu mengangkat pakaian kulitnya memperlihatkan paha mulusnya yang berisi, Tara agak kaget dengan itu lalu bertambah kaget saat Lintang merentangkan kakinya memperlihatkan tongkat kecil lengkap yang lucu dengan warna cerah lengkap dengan dua telur imut, tapi di bawahnya ada sesuatu yang lain yakni apel merah yang mengkilap setelah pipis tadi
sekarang Lintang benar-benar malu pipinya memerah samapai telinga dan lehernya memperlihatkan itu
"Tara apa ini karena buah merah?" Lintang menggunakan beberapa bahasa isyarat saat berbicara agak Tara lebih mudah memahaminya
"tempat bayi" Tara menjelaskan, dia juga menggunakan bahasa isyarat di sela gerakannya
"iya aku tau ini tempat bayi, yang kumahsud itu ini karena buah merah?"
dengan polosnya Tara mengangguk tapi matanya tak berhenti memandang selangkangan milik Lintang, dengan cepat Lintang menutup rapat kakinya berjalan ke arah sungai kecil berjongkok di sana lalu membersihkan kedua benda miliknya
sangat memalukan!
selesai membersihkan Lintang langsung berlari memeluk Tara rasanya sangat malu tapi juga terkejut dan senang semuanya bercampur menjadi satu, kenapa Lintang senang?
karena akhirnya dia bisa mewujudkan keinginan almarhum ibunya untuk menjadi seorang wanita
Tara memeluk Lintang dan mengelus rambutnya berusaha menenangkan Lintang dia pasti syok berat karena tiba-tiba muncul sebuahlubang baru di tubuhnya
...
maaf ya kali ini rada sedikit gak sampe 900 kata, seperti yang kalian baca di atas tadi itu karena aku bakalan persiapan ujian dan di pikiran aku lagi banyak tugas jadi cerita halaman yang ini mentok
tapi tenang aja besok bakan ada adegan wleo-wleo, tapi up nya malam
dan makasih sekali lagi buat kalian yang udah menghargai cerita buatan ku
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjebak di Waktu yang berbeda
Science Fictionawalnya aku hanya orang yang depresi mencoba untuk bunuh diri dengan tenggelam di kolam renang dekat sekolah, sambil terus berdo'a agar tak terlahir di waktu ini sampai tak sadrkan diri. tapi saat ku membuka mata aku melihat sekeliling dan banyak pe...
