⏱ 3 ~MENYEBRANG?

5.3K 350 6
                                        

UHUK UHUK UHK

ku muntahkan air yang berada di dalam tubuhku, mataku terbuka tapi masih terasa lemah untuk sadarkan diri, ku lihat ada bayangan sesorang didepan ku apakah dia menyelamatkan ku? wajahnya tak begitu terlihat mataku masih buram

aaaah rencana bunuh diriku gagal sudah

ku kumpulkan kesadaran ku untuk menggerakkan anggota badanku rasanya lemah ssekali meski hanya untuk bernafas, ku rasakan tubuhku terangkat ah sudahlah aku tak kuat, ku tutup mataku lagi tenang aku hanya tidur 

~

sinar mentari menerpa wajahku rasanya silau sekali aku kumpulkan kesadaran ku kembali kubuka mataku dan bangunkan tubuhku rasanya pegal sekali 

kulihat ada kulit binatang yang menyelimuti tubuhku mungkin ini yang menyelimutiku tadi malam rasanya hangat 

kuedarkan pandanganku ke sekitar terlihat dinding dari kayu yang dilapisi anyaman semacam rumput yang dikeringkan terlihat biasa tapi kurasa sangat kokoh karena kayunya terlihat besar sedangkan lantainya hanya tanah yang di padat kan hiasannya agak sedikit mengerikan karena hanya ada tulang baru dan kayu yang di pajang

Kulihat pintu satu-satunya di ruangan ini cukup besar dan tertutup dengan kulit bintang dijadikan sebagai gorden, mungkin kulit beruang? entah lah yang jelas itu besar

Terdengar suara yang cukup keras dari luar, ku berjalan mengikuti sumber suara itu agak aneh rasanya berjalan tanpa alasan kaki

Ku sibak kulit yang menutupi itu tepat di depan ku ada pria tinggi mungkin sekitar 170an atau lebih? janggut dan alisnya cukup tebal rambutnya panjang berantakan kulit sawo matang dada agak berbulu tubuhnya kekar berotot dan agak sedikit kotor

Ew! dari depan saja aku sudah bisa mencium bau tidak enak dari nya

Tapi dia memiliki mata biru seperti bule, apakah dia penyelamatku?!

Tangan besarnya meraih tangan mungil ku menggenggam dan menarik diriku mengikutinya menuju perapian depan rumah yang di buat sederhana, ada daging panggang serta air di wadah tembikar dekat sana

agak risih memang, tapi perutku ku sudah keroncongan karena kemarin aku tidak makan, serta aku harus sarapan pagi itu sangat wajib bagi ku

Dia menggerakkan tangannya mengambil daging yang masih menempel di tulang yang ada di atas api

Apa tangannya tidak kepanasan?!

Diserahkan nya daging itu padaku ukurannya cukup besar mungkin bila di restoran setara dengan 4 sampai 5 piring steak

Aku takut menerima daging itu sebenarnya karena masih ada uap mengepul dari daging, bagaimana pun itu baru saja di angkat!

melihat ekspresi wajahku, dia pergi meninggalkan ku degan membawa daging itu, bagus apa aku harus mengambil daging ku sendiri dari perapian atau mungkin bakar ini?!

Tak ingin putus asa aku mencoba berpikir dengan mengedarkan pandanganku ke sekeliling wilayah ini dan aku baru sadar jika hanya ada satu rumah di sini bentuknya mirip dengan rumah Honai khas dari Papua

Aku sedikit kagum padanya ingat hanya sedikit, maksud ku bagaimana bisa masih ada yang mau tinggal sendirian di tengah hutan belantara begini selain itu di sini sangat dingin mungkin karena masih pagi?

Tunggu hutan?!!

Bukannya aku tenggelam di kolam renang belakang sekolah?!

Bagaimana caranya aku nyasar di sini

Mungkinkah do'a ku tuk menyebrangi waktu di kabulkan?

Ini bukan isekai kan?

Terjebak di Waktu yang berbedaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang