pagi hari saat sinar matahari mulai terlihat, suara keras lonceng terdengar cukup nyaring, banyak orang yang bangun dan keluar dari rumah pohon menuju kebawah untuk berkumpul
Lintang merasa agak sedikit gugup tapi juga kebelet kencing, ia ingin segera pergi kencing
tapi ada banyak orang berkumpul sekarang
Lintang menoleh pada Candra yang ada di sebelahnya sedang duduk santai di bebatuan besar
"Candra kapan kita pergi mandi?"
"sebentar dulu, kau harus menunggu pemimpin turun, mendengarkan rencana baru kita jalan"
"pemimpin?"
"siapa lagi? tentu saja kakak tua itu!"
"Hmm~ Candra aku penasaran sebenarnya berapa usia Koi? kenapa kau memanggilnya kakek tua?"
Candra membuat gerakan yang menyuruh Lintang untuk mendekat, dengan suara berbisik ia menjawab
"kau harus tau, katanya ia adalah penyihir yang hidup ratusan tahun sejak zaman kemarahan, ayah ku pernah bilang kalau dia itu seumuran dengan para pohon tempat tinggal kita"
"bohong!!"
"hei itu benar, kau tanya saja pada para orang tua di hutan timur"
"itu pasti hanya cerita mereka"
"hm~ entahlah aku juga tidak terlalu peduli, aku belum pernah bertanya pada para orang tua itu"
"tapi Candra, apa itu zaman kemarahan?"
"kau tak tau?"
Lintang menggeleng sebagai jawaban, membuat Candra menepuk dahinya
"sebenarnya mana kau berasal? itu saja kau tak tau?"
"hehehehe"
"ingat ini, katanya zaman itu di bagi menjadi beberapa
pertama zaman penciptaan dimana semuanya di ciptakan,
kedua zaman para dewa katanya di zaman itu para dewa mulai berkembang dan menciptakan banyak hal, mulai dari yang hidup sampai mati dengan itu mereka membina dunia
ketiga zaman kemarahan, para dewa mulai saling menuduh, tak peduli satu sama lain, saling benci, saling membunuh dan melakukan banyak kejahatan
keempat zaman kehancuran, sang pencipta marah pada para dewa sehingga dia memberikan hukuman pada mereka dengan menjatuhkan batu panas dari langit dan keturunannya berubah seperti yang kau lihat sekarang"
"maksudmu para anak dewa?"
"em, lalu ada zaman yang kelima..."
"tunggu masih ada lagi?"
"tenang saja hanya tersisa dua yakni, zaman pemulihan itu seperti dunia menutup lukanya dengan alam mengambil alih"
"dan yang terakhir adalah sekarang?"
"Hm~"
"tapi kalau Koi hidup di zaman Kemarahan bukankah dia termasuk dewa?"
"mungkin?"
"apa maksudmu mungkin?"
"kau tau mereka di sebut dewa karena mereka lebih dari kita!! tak mungkin para dewa adalah orang aneh seperti dia?!!"
"oh"
"kenapa hanya OH?!!" Candra yang marah menekan kata yang Lintang ucapkan sambil menarik pipi chubby Lintang dengan ganas dan hanya di balas senyuman lucu oleh Lintang
"SEMUANYA DIAM!!"
semua orang diam dan menoleh ke sumber suara dari arah pohon utama yang ada di tengah, Koi turun bersama dengan para harimau yang menemaninya
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjebak di Waktu yang berbeda
Ciencia Ficciónawalnya aku hanya orang yang depresi mencoba untuk bunuh diri dengan tenggelam di kolam renang dekat sekolah, sambil terus berdo'a agar tak terlahir di waktu ini sampai tak sadrkan diri. tapi saat ku membuka mata aku melihat sekeliling dan banyak pe...
