20 ~ TANDA

1.6K 168 1
                                        

hai semua pembaca ku, mungki kalau bisa aku bakalan up tiap hari karena aku mesti kudu cepet selesai ni cerita karena bentar lagi aq ada ujian dan kelulusan sekolah, 

jadi aku pasti bakalan lama up ini cerita mungkin setahun lagi bakalan ku garap, karena setelah lulus aku mau langsung kerja, makanya dari pada cerita ini ku anggurin selama setahun, mending aku cicil dengan up setiap hari

kalo bisa bakalan sampe tamat

oke selamat membaca

....

Setelah sarapan selesai, Lintang  dkk kembali ke desa air yang ada di pinggir pantai, sekarang kaki Lintang sudah cukup kuat untuk pergi ke desa tanpa harus istirahat, saat sampai di desa Lintang banyak melihat para istri pria yang berdiri di pinggiran pantai dengan wajah sendu, mengingatkan dia dengan Amber dulu

Lintang tersenyum kecut, dia juga rindu dengan Tama tapi apalah daya

"WOIIII~ YO PORO KANCA KU!!"

Lintang menoleh ke arah Segara yang  berteriak memanggil teman-temannya dua orang gadis cilik yang seumuran dengannya tapi mungkin sedikit lebih tua karena segara hanya sampai leher mereka saja

Segara berbincang dengan teman-temannya sejenak dengan bahasa jawa yang tak di mengerti oleh Lintang, tapi setelahnya Lintang melihat mereka berjalan mendekat ke arahnya dengan Segara sebagai pemimpin

"iki loh seng jenenge mbak lintang" (ini lo yang namanya mabak Lintang)

"waaah ayu tenan mabak iki" (wah cantik sekali mbak ini)

"mbak lin ayo salaman mbak! kenalan karo kene" (mbak lin ayo salaman mbak! kenalan sama sini)

menurut Lintang bahasa jawa anak-anak itu sederhana, jadi Lintang bisa sedikit paham. di bandingkan dengan bahasa orang dewasa seperti saat bersama Tama dulu

saat Lintang mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan anak-anak, tangannya langsung di sambar oleh Timin dan anak-anak pun merengek pada Timin agar tangan Lintang di lepaskan gantian mereka

Lintang agak risih karena Timin mengelus tangan halusnya, Lintang berusaha melepas tangannya tengan tenaganya tapi tak bisa, Amber yang ada di samping Lintang ikut melepaskan tangan Timin dengan mencubitnya dan itu berhasih

sekarang giliran Boba yang menggonggong ke arah Timin

Timin pun berdecih dan mengandeng adik nya pergi dari sana

"gak jelas!! Timin baji**an tolol!!" -Amber

"biarkan saja" Lintang berkata menenangkan Amber sambil mengelus punggungnya

"huh awas aja kalo nampak lagi sama aku!! ku giling kamu Timin!!"

Amber pun beralih melihat tangan Lintang yang memerah di ganggam Timin tadi dan berdecak kesal, tangan mulus sahabatnya jadi korban 

"mbak Lin maaf yo kanggo mas Timin, wonge ancen ngono" (mbak Lin maaf ya buat mas Timin, orangnya memang begitu)

dua gadis cilik itu meminta maaf sambil mengelus tangan Lintang dan woaah mata mereka berbinar merasakan betapa halusnya tangan Lintang, bahkan tanagn gadis yang tak bekerja di desa mereka saja kalah

lalu tanpa mereka sadari tangan mereka merambat sampai lengan Lintang, tak apa jika itu anak-anak lintang malah senang karena ekspresi mereka yang lucu, salah satu gadis pun bertanya pada Lintang karena penasaran

"mbak lin iki carane piye kok iso alus kyo ngene" (mbak lin ini caranya gimana kok bisa mulus kaya begini?)

"m maaf bisa kalian pakai bahasa lain aku tak terlalu mengerti"

Terjebak di Waktu yang berbedaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang