"mereka siapa mah?"
mama Lintang menunjuk pria berkulit putih tanpa melihat nya dan hanya memeluk Lintang
"bajing*n itu adalah ayah mu, dan yang di samping itu kekasih nya, mereka adalah pria dewasa homo yang menjijikkan!! "
"papah? "
"iya Lintang sayangnya papa, mau gak tinggal sama papa di kota?
Ok Agus agak bingung sekarang tapi juga takut dan merasa ada yang hilang, jika Lintang pergi, bagaimana dengannya?
...
S
RAAAAA...
suara hujan mulai terdengar turun berjatuhan dari langit
Suasana ruangan mulai menjadi hening sejenak
Wajah Lintang menjadi bingung dan was-was, ia menengok ke arah mama nya yang sedang memeluk dirinya dengan erat dan wajah papanya? yang tersenyum
Lidah Lintang terasa kelu, tiba-tiba Agus mengeluarkan suaranya membangunkqn Lintang agar sadar kembali
"Lintang jangan pergi, apa kau tega meninggalkan semua orang yang kau kenal dan menyayangi mu disini?
Kau akan sendirian di kota..."
"Tenang saja dia tak sendirian, akan ada banyak teman baru di sana nantinya, lagi pula ia akan punya keluarga yang lengkap"
Orang di samping papa Lintang berbicara menjawab Agus
mama Lintang yang mendengar itu merasa marah, hingga ia melemparkan gelas tehnya ke wajah orang itu dan dengan mudah di hindari membuat gelas itu pecah membentur tembok
"KAU MAKHLUK ANEH!! BERHENTILAH BICARA!!! KELUARGA APA YANG KAU MAKSUD HAH!!"
"tentu saja Lintang, aku sebagai dedynya dan papanya ini"
senyum senang terpatri di wajahnya membuat mama Lintang bertambah geram
"menjijikan... dasar makhluk hina! aku tak akan menyerahkan anakku pada kalian..."
"Haaaah...
Kau itu seharusnya sadar, aku sudah mendengar kabar tentang kesehatanmu dan setelah melihatnya sendiri aku tak yakin kau bisa bertahan lebih lama lagi"
GRIIIT
pelukan mamanya pada Lintang semakin mengerat, secara tiba-tiba air mata mulai jatuh menuruni pipi tirus nya
"aku tau, aku ini egois, tapi aku tak akan membiarkan satu-satunya anak gadis ku dirusak oleh mu... Sama seperti diri ku dulu"
"ya ampun itu sudah lama sekali, kenapa kau masih mengingat nya"
"Anak gadis hah?!"
sang pria berkulit Tan maju kehadapan mamanya Lintang lalu mencengkeram kerah bajunya erat
"Buka matamu lebar-lebar!! Apa dia terlihat seperti anak gadis!! Kau gila!!"
"Kau lebih gila dan hina dari pada diriku ini bahkan kau tak sebanding dengan kotoran..! Uhuk! Uhuk!!"
"KAU!!!"
Urat kemarahan mulai muncul di dahi orang itu, tangannya sudah tak bisa di kendalikan lagi
PLAK!!
Lintang melihat mamanya untuk pertama kalinya di sakiti, bahkan dia baru mengenal orang itu beberapa waktu lalu
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjebak di Waktu yang berbeda
Science Fictionawalnya aku hanya orang yang depresi mencoba untuk bunuh diri dengan tenggelam di kolam renang dekat sekolah, sambil terus berdo'a agar tak terlahir di waktu ini sampai tak sadrkan diri. tapi saat ku membuka mata aku melihat sekeliling dan banyak pe...
