43 ~ SUP TELUR

928 95 1
                                        

sudah dua hari Lintang tak melihat Tara, bohong jika tidak rindu

selama itu pula Lintang menjadi tahanan rumah rumah yang ternyata tempat yang ia tinggali milik Koi

ada satu pertanyaan yang terlintas di benaknya

'kemana Koi tidur selama ini jika tempatnya di buat untuk Lintang tinggal?'

memikirkan itu membuat Lintang lapar, makanan di sini juga tidak terlalu enak meskipun segar dan berukuran besar, cara pengolahan saja sudah salah

kecuali untuk buah-buahannya

rasanya segar dan manis serta berair banyak dalam sekali gigit, apalagi ukurannya sangat besar, berbeda sekali dengan buah yang ada pada zaman modern dulu

bahkan Candra pernah membawakannya sebuah jeruk berukuran besar seperti mangkuk bakso, tapi tentu saja bijinya juga besar.

rintikan hujan di luar membuyarkan lamunan Lintang, di kerajaan gunung timur ini sering hujan, udaranya juga akan menjadi sangat dingin melebihi pantai tempat tinggal Lintang dan Tara dulu

Lintang ingat dulu ketika hujan paling pas jika bisa makan sesuatu yang hangat dan berkuah, contohnya seperti mie instan

tapi sekarang jangankan makan mie instan, untuk bisa makan hangat saja tidak bisa

Tok

Tok

Tok

ketukan di pintu mengagetkan Lintang, tak lama pintu terbuka dan menampilkan sosok Koi yang rambutnya semakin panjang

Lintang agak takut dengan Koi jadi dia refleks berdiri dari duduknya

"tenanglah aku tak akan melakukan apapun, tujuanku kemari hanyalah untuk memberitahukan padamu... bahwa kau bebas sekarang, dan aku akan mengantarmu menuju kekasihmu Dirgantara"

"kau tak berbohong?"

"untuk apa aku berbohong"

Koi membuka pintu lebih lebar mempersilahkan Lintang agar dia bisa lewat

selama di perjalanan Lintang berjalan sambil berada di dalam jubah Koi lantaran hujan yang semakin deras

ini mengingatkan Lintang waktu masih kecil dulu, ketika hujan Lintang dan Agus akan bersembunyi di bawah jas hujan milik Mbah Jo yang sedang mengendarai motor supra melintasi jalan

"apa kau kelelahan?"

Koi bertanya pada Lintang di dalam jubahnya yang mendapatkan gelengan

kebanyakan rumah warga di gunung timur itu di atas pohon untuk menghindari zombie dan mahluk lain, jadi agar mempermudah di bangunlah jembatan yang sama dengan yang di depan desa yakni jembatan akar yang mengantung

mungkin agak menakutkan dan melelahkan bagi orang normal seperti Lintang

di bawah jembatan bukanlah sebuah sungai tapi tanah yang tingginya tidak di ketahui Lintang, lalu yang paling penting adalah tidak adanya jaring keselamatan, jika terjatuh mungkin sudah menjadi jus semangka

dengan penasaran Lintang menyembulkan wajahnya dari jubah Koi dan betapa terpukaunya Lintang melihat pemandangan yang sangat hijau dan memukau mata

lebih indah dari pada di lihat dari kaca

"indah bukan?"

Koi bertanya pada Lintang yang hanya mengangguk sebagai jawaban

"awalnya ini adalah tempat yang tandus dengan aliran air beberapa ratus tahun yang lalu, tapi istriku mengumpulkan banyak tanaman dari berbagai tempat, menanamnya lalu mereka semua tumbuh hingga seperti ini"

Terjebak di Waktu yang berbedaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang