25 KEMBALI

1.8K 172 5
                                        

jadi mereka langsung saja naik ke kapal dengan tawanan baru mereka tentunya untuk kembali ke pulau

kali ini perjalanan pulang mereka berjalan mulus tanpa adanya bahaya

...

Lintang sedang berkumpul di pantai bersama para istri pria lainya dari saat masih subuh tadi, hingga menjelang siang hari, mereka tetap disana sabar menunggu, tidak seperti yang Tama katakan dulu hanya butuh waktu tiga bulan dan dia akan kembali, ternyata butuh berbulan-bulan lebih, bahkan lintang merasa kalau ini sudah hampir satu tahun.

pengawas suku air yang berjaga di atas tebing berkata kalau dia melihat dari kejauhan ada obor yang di nyalakan di tengah lautan

itu adalah sinyal keberhasilan dari ketua pemimpin perjalan kalau mereka berhasil

saat mendengar berita itu dada Lintang berdetak kencang serasa ingin meledak, dia tak berhenti tersenyum, akhirnya Tama kembali.

berbeda dengan Lintang, wajah Amber sekarang sangat gelisah, dia sangat berharap kalau Ares suaminya itu akan kembali dengan utuh tak harus mengulangi kejadian seperti dulu, bahkan Amber sampai mengigit jari kukunya sangking gelisahnya

tapi reaksi tak terduga di tunjukan oleh Candra dia tak senang, sedih, panik atau menunjukan ekspresi lainnya, hanya berjongkok mengeduk-aduk pasir dengan ranting karena bosan dan kepanasan, kenapa kakaknya itu lama sekali

dari kejauhan terlihat sekelompok kapal telah tiba, beberapa orang melambai dan berteriak 

sedangkan para istri ada yang nekat masuk ke air pantai ingin berenang karena tak sabar, tapi di tahan oleh orang-orang suku air, mereka sudah di beri kepercayaan untuk menjaga keselamatan para istri tak mungkin mereka membiarkan para istri yang entah bisa berenang atau tidak, secara tiba-tiba mencelupkan diri ke laut

akhirnya para rombongan kapal telah sanpai di pantai, penjaga suku air melepas para istri dan langsung saja berhamburan ke arah rombongan

tapi ada beberapa yang tak bisa menemukan pasangan mereka dan mendapat kabar sedih, kalau suami yang mereka tunggu sudah tiada

...

Lintang dan Amber berlari cepat menuju kapal yang di yakini dirinya itu adalah kapal Tama dan tak diduga ternyata suaminya itu bersama Ares suami Amber, karena Lintang melihat kalau Amber langsung menubrukkan diri ke Ares sambil menangis sesegukan bahakan ada ingus yang keluar

Lintang tak memeluk Tama tapi dia agak terpana dengan penampilan tama yang terlihat lebih hitam dan sedikit brewokan, tapi dia tau itu adalah Tama suaminya, hingga air mata sudah keluar tanpa permisi

Tama tersenyum dan langsung memeluk Lintang dengan erat menghujaminya dengan ciuman di sepanjang wajah Lintang setelah puas Tama masih memeluk Lintang menghirup aromanya dalam-dalam sungguh ini adalah aroma yang ia rindukan

sedangkan Lintang tertawa kecil menerima semua perlakuan Tama, lalu dia teringat pembicaraannya dengan Amber beberapa bulan lalu saat membuat minyak kelapa

pipi Lintang bersemu mereah lucu, agak sedikit meregangkan tubuhnya dari Tama dia mengangkat sedikit wajah Tama yang ternyata rahangnya bertambah tegas, janggutnya juga sedikit menggelitik tangan Lintang

Tama yang paham memejamkan matanya, Lintang yang mendapat izin agak sedikit berjinjit karena sepertinya suaminya ini bertambah tinggi, dengan malu-malu Lintang mendekatkan bibirnya dengan Tama

CUP

sebuah kecupan di bibir Tama rasakan, sangat lembut, Tama pun membuka matanya dan tersenyum pada Lintang dan tentu saja di balas senyuman manis oleh Lintang, tanpa peringatan Tama mencium Lintang sekali lagi tapi kini lebih Panas dan di beri sedikit lumatan, saat ciuman berakhir Tama melihat kalau Lintang sedang ngeblangk dan seluruh wajah hingga lehernya memerah sempurna, karena malu Lintang menyembunyikan wahnya di dada bidang Tama 

Terjebak di Waktu yang berbedaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang