Seminggu sudah Lintang bersama dengan Amber menunggu pasangan mereka, terkadang Lintang juga mengajak Amber pergi ke tempatnya untuk mengambil beberapa rempah di rumahnya kerena hanya butuh sehari saja mereka sampai
Lintang agak kaget karena air laut yang di dalam kendi beberapa menyusut dan mengendap di bawah kendi karena panass matahari, mungkinkah ini garam?
perasaan gembira menyelimuti Lintang, Amber sebenarnya agak bingung dengan benda apa itu
Lintang mencolek sedikit garam itu di telunjuknya
"hei Amber coba cicipi ini"
"memangnya aku setolol itu mau mencicipi pasir hah!!"
"ini bukan pasir, ini namanya garam, dan rasanya enak ih!!"
"masa?! sini coba"
Amber langsung mengigit jari telunjuk Lintang daan mengemutnya
mata Amber langsung terpejam, bibirnya mengerucut lalu memeletkan lidahnya karna ini pertama kalinya dia mencoba garam
sedangkan Lintang tertawa melihat wajah Amber
Amber yang di kerjai menggembungkan pipinya dan memalingkan muka dari Lintang
"m maaf maaf ahahahaha Amber jangan marah dong ahaha aq kan tidak bilang di makan langsung ahaha"
"heh tolol kan kamu yang suruh icip!!!"
"iya maaf deh nanti aku bikinin makanan enak deh!!"
"alah paling juga daging, aq bosan makan daging"
"bukan daging!!"
"terus?!"
"ayo kita cari bahan makanan di hutan!"
........
sesampainya di hutan Lintang mengajari Amber memilih jamur yang bisa di makan dan tidak, tak lupa mereka juga membawa wadah kendi bersam dengan boba yang setia mengekor di belakang
sebenarnya agak susah karena awalnya Amber hampir memakan jamur yang mereka temui secara mentah sebab Lintang berkata kalau rasanya itu enak
tak hanya jamur Lintang juga membawa Amber ke beberapa tempat yang pernah Lintang kujungi untuk mengambil merica yang jatuh
SRAK SRAK
Amber menoleh ke belakang di semak-semak yang bergoyang, boba juga mulai menggonggong merasa terancam
"WOI!! tolol keluar!! aku tau kamu manusia!! aku gak takut woi!!"
Lintang menoleh ke arah yang di lihat Amber
lalu dari semak-semak keluar lah bocah lelaki yang memandang sinis ke arah Lintang dan Amber mungkin umurnya sekitar 10 tahunan, kulitnya sawo agak hitam dan pupil mata hitam agak kecoklatan sama seperti orang-orang suku air yang ada di pantai
bocah itu berjalan medekat lalu menunjuk Amber dan Lintang bergantian
"kowe karo kowe lagi lapo nek kene!? ora karo seng liyane ngenteni bojo mu mbalek kok malah nek kene!, piye tah!!"
"woi bocah kowe kok kasar ngono opo masalah mu heh!! aku karo wong iki luwih tuwo teko kowe gowo boso alus seng ngomong!!"
boba juga menggongong keras serta melolong beberapa kali seperti ikut meceramahi bocah itu
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjebak di Waktu yang berbeda
Fantascienzaawalnya aku hanya orang yang depresi mencoba untuk bunuh diri dengan tenggelam di kolam renang dekat sekolah, sambil terus berdo'a agar tak terlahir di waktu ini sampai tak sadrkan diri. tapi saat ku membuka mata aku melihat sekeliling dan banyak pe...
