52 ~ IKAN GORENG

768 64 2
                                        

Sore hari menjelang malam, hujan turun, mengguyur kerajaan gunung timur

Dengan telaten Lintang menyiapkan bahan-bahan memasak hari ini

Ia yang tadinya berkeinginan makan semangka sekarang hilang sudah ketika melihat daging ikan segar

Bersenandung senang Lintang memeriksa minyak kelapa miliknya, dan menemukan kalau itu hampir habis bahkan ia tak tau apakah cukup untuk menggoreng

Dirgantara yang melihat istri kecilnya gelisah segera menghampiri dan menepuk bahu Lintang

"Ah! Tara! Kau mengagetkan ku"

Dirgantara memiringkan kepala

"a... da... apa? "

"um~ itu... Sepertinya minyak goreng habis, apa kita bisa minta kulit ikan dari Koi?"

Dirgantara mengangguk mengerti lalu berjalan menuju singgasana Koi ia bertanya dengan bahasa yang bercampur aduk, orang-orang yang mendengar menjadi agak bingung, tapi Koi hanya tersenyum geli

"Ambil saja, lagipula tak ada yang makan kulit ikan, itu akan gosong saat terbakar, rasanya juga kurang enak, benarkan?! "

Semua yang berkumpul di sana setuju, dengan cekatan mereka membersihkan bagian ikan yang mereka terima, lalu menyerahkan kulit ikan kepada Dirgantara

"Ambilah lagi pula tak ada yang suka kulit ikan di keluarga ku"

"aku juga, ini ambil"

"kenapa kau suka kulit ikan? itu terasa seperti arang jika kena api"

Dirgantara menerima semua kulit ikan itu dengan senang, sekarang sudah banyak yang terkumpul bahkan terlihat seperti tumpukan buku sangking tebalnya, hingga menutupi dada Dirgantara

Sementara Candra sudah lebih dulu menyerahkan ikan miliknya kepada Lintang

ia pasrah akan di apakan ikan itu, lagipula apapun buatan Lintang pasti enak

Lintang yang melihat banyak kulit ikan yang didapat Dirgantara segera menyiapkan api

Ia juga menghaluskan semua bahan

di mulai dari bawang merah dan putih, garam, ketumbar dan jintan

Lintang sempat berpikir kalau saja ada penyedap rasa (micin) pasti akan lebih enak, Lintang menggelengkan kepalanya pelan berusaha menghilangkan satu bumbu curang itu

Candra menopang kepalanya melihat Lintang, ia merasa mulai bosan

"Hei~
Lintang~
ada yang bisa ku bantu? "

"Ambilkan air sedikit aja"

Candra mengangguk mengerti, ia segera menyuruh Surya kakaknya yang sedang melamun melihat hujan untuk mengambil wadah di rumah mereka

Hanya dengan beberapa lompatan Surya berhasil sampai, kemudian turun lagi membawa batok seukuran baskom besar

Lintang sampai kaget melihat batok itu, ia sempat berpikir sejenak, memangnya itu batok apa? Apa ada kelapa sebesar itu? dan lagi, memangnya bumbu ini akan cukup?, itulah beberapa pertanyaan yang ada di kepala Lintang

Surya tak langsung menyerahkan batok itu, tapi dengan sabar ia meletakkannya di bawah hujan, menunggu hingga terisi setengah

Dirgantara juga kembali dengan kulit ikannya, Lintang meminta agar kulit itu di potong-potong kecil seukuran telapak tangan

tapi Lintang lupa perbedaan telapak tangan miliknya dan Dirgantara

Setelah air siap, Lintang langsung melarutkan bumbunya di dalam air, mengetes dulu bagaimana rasanya

Terjebak di Waktu yang berbedaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang