24 ~ PARA PENCARI 3

1.5K 149 2
                                        

"mereka tak akan bersama dengan orang yang bukan dari sedarah mereka, dan katanya mereka akan menikahi saudara mereka sendiri jika sudah siap"

Tama merasa agak kasihan dengan remaja itu, karena tak dapat memilih pasangannya dan juga dia sendirian di kapal

...

Kapal terus berlayar dengan anggota yang tersisa menuju ke gedung yang paling tengah dan paling tinggi 

beberapa anggota ada yang kagum dengan bagunan-bangunan itu terlintas di pikiran mereka bagaimana cara membangun sesuatu yang semegah ini

"HEEEI BERHENTI!!!" 

semua orang yang mendengar teriakan itu menghentikan laju kapal mereka menoleh ke atas gedung di mana ada seseorang yang melambaikan tangan meminta bantuan

Tama melihat orang itu memakai pakaiain yang sama dengan Lintang saat pertama kali bertemu

semua yang ada di sana terdiam ssaat dan kembali melanjutkan perjalanan tak memperdulikan teriakan orang itu

"oi Dirgantar! ayo kita mendayung lagi, sebelum anak para dewa sialan itu datam lagi" -Ares

Tama mengangguk sebagai jawaban, dan mulai mendayung seirama dengan Ares

sedangkan orang yang berteriak itu tak tinggal diam

"OI! TUNGGU!! AKU PUNYA MAKANAN!! JADI BERHENTILAH!!"

semua orang melihat ke atas lagi dan betapa terkejutnya mereka kalau yang di genggam oleh orang itu adalah buah merah yang mereka cari jadi tanpa menunggu lagi mereka menghampiri gedung pria itu mendekat ke arah jendela yang pecah agar bisa masuk

saat masuk mereka di buat bingung oleh benda-bendayang ada di sana, mereka bertanya-tanya apa fungsi benda-benda ini

sebenarnya benda yang mereka lihat adalah peralatan kantor yang beberapa sudah rusak termakan usia tapi ada juga yang masih utuh, karena gedung yang mereka masuki adalah sebuah geddung perkantoran

suasana di sana agak mencekam karena gelap, lampu sudah tak berfungsi, banyak jendela pecah, benda-benda yang terbengkalai dan penuh debu, serta ada beberapa tulang manusia tergeletak

dari arah tangga terdengar suara berlari, dan ternyata itu adalah orang tadi yang memangggil dari atas gedung

"hosh hosh! te terimakasih tuhan!! aku selamat!! ayo sekarang kita pergi dari sini!! sebelu mereka kembali!!"

orang itu hampir melarikan diri ke perahu, tapi baru mulai berlari beberapa langkah tangannya sudah di cekal oleh Ares

"tunggu dulu kenapa buru-buru? kau tadi membawa buah kan? sekarang karena kami sudah berhenti dini katakan di mana buah itu!"

"kalian gak dengar apa kata ku tadi hah?! kita harus pergi selagi sempat!! mereka akan datang lagi!"

"aku tak peduli siapa yang kau maksud!! alasan kami pergi ke tempat terkutuk ini adalah karena buah itu!! tak mungkin kami akan pergi begitu saja!"

"AKU SUDAH SEHARIAN DI SINI!! PERRUTKU LAPAR!! AKU JUGA HAUS!! AKU SUDAH MENGALAMI BANYAK HAL DI SINI!!"

Ares ke bingungan dengan perkataan orang di depannya ini, perjalanan dari pulaunya adalah yang paling cepat dari pada pulau lain, karena hanya membutuhkan waktu 3 bulan bisa lebih jika ada badai atau bencana lain, tapi orang ini mengatakan dia sudah seharian di sini dan lagi tanpa perahu atau apapun bagaimana dia bisa kesini?

tanpa di duga pangeran dari gunung timur mendekat sambil memegang tombak dan mengarahkannya ke orang itu

"cepat tunjukkan jalannya!! aku ingin cepat pulang!!"

"o oke! oke!! bisakah kau santai!"

orang itu pun menunjukkan jalan seperti yang pangeran itu minta, sebenarnya dia cukup bingung dengan semua ini

sebenarnya sebelum berada di sini dia hanya bermain bola basket bersama beberrapa temannya setelah membully seseorang dan tak di sangka dari arah langit sore yang cerah tanpa mendung sebuah benda jatuh menuju ke aah kolam di sekolahnya, dia yang tadinya bercanda gurau dengan teman-temannya seketika terdiam dan berlari ke arah benda jatuh tadi

dan saat di dekati benda itu adalah meteor, untung saja meteor itu tak terlalu besar dan menghantam tepat ke kolam renang belakang sekolahnya

kebetulan saat itu semua orang sudah pulang walau ada beberapa yang masih di sekolah

ia menengok ke samping ternyata ada tas dan benda-benda milik si banci terrgeletak di samping kolam renang

"woi ayo ambil meteornya! itu kalo di jual pasti mahal!"

"ambil sendiri lah! ngeri tau!" salah satu temannya menolak

jadi dia memilih melompat ke arah kolam renang itu menceburkan diri berusaha menggapai batu luar angkasa itu tapi tanpa di duga sebuah ledakan membuatnya terdorong hingga tenggelam

'perasaan ini kolam gak terlalu dalam'

arus air terus menyeretnya ke dalam, dia berusaha mati-matian untuk bertahan dengan berenang

hingga pada akhirnya dia berhasil dan sampai lah dia di gedung terbengkalai ini dan mengalami semua kejadian ini

di mulai di kejar siren di lantai bawah, dia baru tau kalau ternyata siren bisa ngesot di lantai dengan cepat sedangkan di lantai pertengahan ada zombie, benar dia habis di kejar mayat hidup dan saampai lah ia di puncak gedung dengan banyak tumbuhan liar yang tumbuh di atap gedung

dan dari bawah ia melihat segerombolan orang gua yang tampan dan tinggi seperti dirinya melintas di bawah gedung

ia pikir akan selamat jika meminnta bantuan orang-orang ini, tapi nyatanya dia harus mulai dari lantai satu lagi menju ke atap gedung

saat di perrjalanan menunjukan arah, segerombolan zombie menghentikan mereka

"anak-anak dewa yang di kutuk" Ares berucap dengan memegang tobaknya lebih erat sementara sang penunjuk jalan sudah berlindung ke belakang sang pangeran 

saat gerombolan zombie itu mulai menyerang, gerombolan tama juga tak mau kalah mereka menyerang dengan tombak dan mendorong mundur sampai ke jendela dan melempar zombie itu satu-persatu hingga tak tersisa

sedangkan para zombie di sseret ke bawah air oleh para siren, mereka mengangap kalau zombie itu adalah makanan

mengalahkan zombie cukup mudah bagi kelompok tama karena zombie lambat dan tak berakal seperti siren jadi mereka tak bisa marah

akhirnya perjalanan pun di lanjutkan sampai menuju ke atap gedung, sang penunjuk jalan sudah ngos-ngosan karena lelah bayangkan saja ia bolak-balik dai lantai satu gedung menuju ke atap gedung dengan berjalan tanpa lift

ia melihat para manusia goa itu mengambil buah yang mirip dengan stobery itu ke dalam kantong, tanpa mereka makan dan setelah selesai mereka semua kembali ke bawah menuju kapal mereka, tak terlihat jika ada bahaya di air mungkin karena anak dewa sudah kenyang

jadi mereka langsung saja naik ke kapal dengan tawanan baru mereka tentunya untuk kembali ke pulau

kali ini perrjalanan pulang mereka berjalan mulus tanpa adanya bahaya

Terjebak di Waktu yang berbedaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang