"Dirgantara bersediakah jika aku bertanya kepadamu tentang beberapa hal?"
Tara agak bingung untuk menjawab lalu kemudian mengangguk dengan ragu-ragu
"tenang saja kau bisa menjawab dengan bahasamu"
Koi berjalan tenang menuju Tara dan membebaskan ikatan di tubuh Tara
"OI KAKEK TU... A... KAU TAK MAU MEMBEBASKANKU?! BAGAIMAN JIKA CANDRAKU MERASA SEDIH DI RUMAH SENDIRIAN HAH!!!!?"
"apa itu urusan ku?!"
"CIH!"
tanpa peduli dengan Surya yang masih mengantung terbalik Koi meninggalkannya sendirian di ruangan yang luas, membawa Tara pergi dari sana menuju ruangan lain
Tara melihat kebelakang, Surya hanya diam tak bersuara menatap lurus kedepan dengan pandangan kosong
sebenarnya Tara agak bingung bagaimana caranya anak itu tak pusing sama sekali bahkan warna kulit di wajahnya tak berubah menjadi merah
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
di dalam kamar Lintang memandang kosong jendela kaca, sebelumnya ada dua burung disana tapi sekarang sudah terbang
dengan tatapan kosong Lintang merenung tentang bagaimana Koi bisa membuat tubuhnya lemas dan meresa terancam tapi juga bisa membuatnya merasa tenang
mungkin bila di jelaskan rasanya sperti terkena obat bius yang membuat saraf lemas dan tak bergerak tapi masih bisa sadar
lalu kejadian dimana Koi menyuruhnya duduk di pangkuannya, membuat Lintang teringat akan kejadian dulu saat bersama para pria dewasa, mereka akan terus memaksa sampai Lintang melakukan apa yang mereka inginkan
itu juga alasan kenapa Umbara sangat membenci Lintang
airmata mulai berlinang di pipi chubi Lintang
berada di waktu ini membuatnya lupa mengapa ia memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri
seharusnya sekarang ia telah mati
rasa sesak menyeruak di dadanya
Lintang benci tubuhnya
Lintang benci orang-orang
Lintang benci harus meninggalkan ibunya
Lintang benci tak bisa membalas ataupun membela diri karena lemah
Lintang benci terlihat cantik
Lintang benci kehidupannya
TOK
TOK
TOK
"Lintang ini aku Candra..."
ketukan pintu kayu yang disusul dengan suara Candra membuatnya tersadar
Lintang tergesa-gesa menghapus airmata dan menetralkan deru nafasnya
saat pintu terbuka Candra mulai memasuki ruangan, di tangannya ia membawa sekeranjang anyaman berisi buah-buahan segar
"hai bagaimana perasaanmu? "
Lintang tersenyum cerah kearah Candra
"aku baik lebih baik malahan hehehe... dan aku punya kabar gembira!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjebak di Waktu yang berbeda
Science Fictionawalnya aku hanya orang yang depresi mencoba untuk bunuh diri dengan tenggelam di kolam renang dekat sekolah, sambil terus berdo'a agar tak terlahir di waktu ini sampai tak sadrkan diri. tapi saat ku membuka mata aku melihat sekeliling dan banyak pe...
