42 ~ ORANG TUA

956 99 0
                                        

"Dirgantara bersediakah jika aku bertanya kepadamu tentang beberapa hal?"

Tara agak bingung untuk menjawab lalu kemudian mengangguk dengan ragu-ragu

"tenang saja kau bisa menjawab dengan bahasamu"

Koi berjalan tenang menuju Tara dan membebaskan ikatan di tubuh Tara

"OI KAKEK TU... A... KAU TAK MAU MEMBEBASKANKU?! BAGAIMAN JIKA CANDRAKU MERASA SEDIH DI RUMAH SENDIRIAN HAH!!!!?"

"apa itu urusan ku?!"

"CIH!"

tanpa peduli dengan Surya yang masih mengantung terbalik Koi meninggalkannya sendirian di ruangan yang luas, membawa Tara pergi dari sana menuju ruangan lain

Tara melihat kebelakang, Surya hanya diam tak bersuara menatap lurus kedepan dengan pandangan kosong

sebenarnya Tara agak bingung bagaimana caranya anak itu tak pusing sama sekali bahkan warna kulit di wajahnya tak berubah menjadi merah

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

di dalam kamar Lintang memandang kosong jendela kaca, sebelumnya ada dua burung disana tapi sekarang sudah terbang 

dengan tatapan kosong Lintang merenung tentang bagaimana Koi bisa membuat tubuhnya lemas dan meresa terancam tapi juga bisa membuatnya merasa tenang

mungkin bila di jelaskan rasanya sperti terkena obat bius yang membuat saraf lemas dan tak bergerak tapi masih bisa sadar

lalu kejadian dimana Koi menyuruhnya duduk di pangkuannya, membuat Lintang teringat akan kejadian dulu saat bersama para pria dewasa, mereka akan terus memaksa sampai Lintang melakukan apa yang mereka inginkan

itu juga alasan kenapa Umbara sangat membenci Lintang

airmata mulai berlinang di pipi chubi Lintang

berada di waktu ini membuatnya lupa mengapa ia memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri

seharusnya sekarang ia telah mati

rasa sesak menyeruak di dadanya

Lintang benci tubuhnya

Lintang benci orang-orang

Lintang benci harus meninggalkan ibunya

Lintang benci tak bisa membalas ataupun membela diri karena lemah

Lintang benci terlihat cantik

Lintang benci kehidupannya

TOK

TOK

TOK

"Lintang ini aku Candra..."

ketukan pintu kayu yang disusul dengan suara Candra membuatnya tersadar

Lintang tergesa-gesa menghapus airmata dan menetralkan deru nafasnya

saat pintu terbuka Candra mulai memasuki ruangan, di tangannya ia membawa sekeranjang anyaman berisi buah-buahan segar

"hai bagaimana perasaanmu? "

Lintang tersenyum cerah kearah Candra

"aku baik lebih baik malahan hehehe... dan aku punya kabar gembira!"

Terjebak di Waktu yang berbedaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang