pagi hari setelah kejadian kemarin Lintang merasa agak takut di tinggal sendirian di dalam rumah
tapi pagi ini agak berbeda karena mereka bersiap-siap akan pergi ke gunung timur, Tara banyak mencari botol bekas ukuran 1500 ml di beberapa reruntuhan dekat mereka
Lintang berdecak kagum namun juga sedikit kesal ternyata plastik bisa bertahan sangat lama, bahkan sampai semuanya sudah rusak botol plastik ini masih utuh segelnya saja tidak rusak
bukankah butuh 450 tahun agar botol ini rusak? apa mungkin waktu sekarang ini yang di lompati Lintang tidak selama itu?
Lintang pernah dengar kalau botol plastik meskipun terurai di alam itupun masih tidak bisa menyatu dengan alam tapi menjadi sesuatu yang lebih kecil yakni mikroplastik yang bisa saja menjadi racun yang tak terlihat
sekarang Lintang bertanya-tanya apakah makanan dan minuman yang dia konsumsi selama ini bersih atau ada benda itu di dalamnya?
"Lin ... "
Tara menyentuh pundak Lintang membuatnya kaget dan lucunya Tara juga ikut kaget
"ah maaf, Tara kau kaget?"
Tara mengangguk dengan lucu, menjawab Lintang
"Let's go"
'inggrisnya keluar'
Lintang berjalan di samping Tara menggendong Boba yang bergerak-gerak sepertinya dia agak baikan tapi saat di turunkan di tanah Boba meronta kesakitan, Tara memandangnya dengan wajah yang agak kesal
"the dog that have a lot of drama" (anjing yang banyak drama)
"maaf?"
Tara menggeleng cepat
Lintang melihat persiapan mereka tidaklah banyak hanya ada kulit beruang yang besar di ikat di pundak Tara seperti ransel juga semuah tombak di tangannya, makanan dan air di masukkan ke botol plastik dan di bawa oleh si Harimau di pundaknya sementara Lintang hanya membawa Boba di gendongannya dan ikan asin di tangannya seperti sebuah tas jinjing
tak lupa ada beberapa rempah yang di bawanya
Lintang bertanya pada Tara apa tak apa jika mereka meninggalkan rumah?
Tara bilang tak apa lagi pula lebih baik mereka meminta bergabung di kerajaan gunung Timur agar labih aman karena berkelompok dengan banyak orang
mendengar itu Lintang mengangguk tapi dia agak bingung mengapa Tara tinggal sendirian dan tak bersama kelompok nya seperti sebuah suku mungkin
semua persiapan telah selesai dan perjalanan pun di mulai
untuk bisa sampai di kerajaan gunung timur mereka perlu melewati beberapa tempat, tak perlu khawatir jika tersesat karena harimau yang menemani mereka bertugas untuk menunjukkan arah pada mereka
tempat pertama yang mereka lewati adalah hutan dan desa yang berada di dua gedung runtuh dengan banyak rusa Lintang agak takut karena mau bagaimana pun itu adalah tempat pertama kali dia bertemu dengan Raji tubuh Lintang kembali meremang sebagai bentuk refleks dari pertahan diri dan peningkatan kewaspadaan
di desa itu mereka di sambut banyak anak kecil yang mengerumuni mereka sambil tetap berjalan sesekali beberapa warga desa melihat mereka kemudian berjalan acuh mengabaikan
kaluar dari desa hari sudah mulai malam dan mereka tak punya lampu seperti zaman modern, meskipun memakai obor tetap tak akan terlihat hanya sedikit remang-remang, suhu udara juga dingin apalagi pakaian yang mereka kenakan hanyalah selapis kulit
ke adaan di luar bangunan benar-benar dingin, Lintang ingin kembali ke rumah dan berguling-guling di tumpukan kulit yang lembut dan hangat sambil di peluk Tara
tapi apalah daya
Lintang dan yang lainya berteduh di sebuah rumah tua yang berlumut di lihat dari pondasinya ini seperti rumah joglo yang memakai batu bata dan kayu jati hebanya bangunan ini masih bertahan walau ada beberapa yang mulai hancur
Tara membuka kulit yang berlapis-lapis agar empuk dan Lintang baru tau ternyata Tara membawa semua kulitnya tanpa terkecuali, hebat sekali punggung Tara ini karna tidak patah
api di nyalakan, ikan asap yang di asinkan di panaskan sebentar sementara si harimau berburu di luar
setelah selesai semuanya mulai tertidur tapi tidak dengan Lintang, dia menatap ke arah kaca melihat di kegelapan samar-samar tuan harimau sedan menyantap mangsanya, tanpa adanya lampu dan penerang bintang-bintang di langit terlihat jelas banyaknya seperti taburan gliter di langit, binatang malam juga berbunyi bahakan ada lolongan serigala yang terdengar
alam terbuka benar-benar berbahaya
lama Lintang memandangi luar jendela api unggung di dalam bangunan itu sudah padam sekarang benar-benar tak terlihat apapun jadi Lintang memutuskan untuk tidur saja
di kegelapan malam Lintang mendengar suara langkah kaki mendekat apakah itu hantu?
Lintang benar-benar ketakutan karena dia tak dapat melihat apapun di kegelapan jadi dia hanya meringkuk di pelukan Tara, memeluk Boba dengan erat
...
pagi hari yang cerah menyambut mereka semua, Lintang bangun karena suhu yang sangat dingin tubuhnya terasa mengigil jadi Tara memberikan selimut kulit beruang untuknya
Lintang bingun berapa banyak beruang yang di kalahkan oleh Tara, kenapa kulitnya tidak habis-habis
Lintang sudah lupa dengan yang semalam karena hawa dingin
sebelum melanjutkan perjalanan Lintang mengintip dapur terlebih dahulu
seperti dugaanya banyak pralatan dapur yang masih bagus, Lintang mengambil beberapa yang masih bisa di gunakan
diantaranya = 2 pisau usang, panci, teflon, dan sebuah spatula
Tara tak masalah dan membiarkan hal itu
melanjutkan perjalanan, mereka berhenti di semuah sungai, Lintang memberikan dua pisau itu pada Tara memintanya untuk mengasah pisau-pisau itu
Tara hanya menurut, setelah di asah dengan batu asah, betapa terkejutnya Tara ketika selesai mengasah benda tumpul itu lama-kelamaan berubah menjadi sesuatu yang tajam, diam-diam Tara menggunakannya untuk berburu ikan tapi ikannya malah langsung terbelah menjadi dua di dalam air
"EXCELLENT!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjebak di Waktu yang berbeda
Science Fictionawalnya aku hanya orang yang depresi mencoba untuk bunuh diri dengan tenggelam di kolam renang dekat sekolah, sambil terus berdo'a agar tak terlahir di waktu ini sampai tak sadrkan diri. tapi saat ku membuka mata aku melihat sekeliling dan banyak pe...
