BAB 21

133 5 0
                                        

Namun detik berikutnya....

"Maaf ra,aku harus kembali ke kantor.ucap reval.

"Tapi val...,Amara mencoba menahan reval.

"Sorry.Ucap reval kembali.

Ia melepaskan tangan Amara yang melingkar dilehernya.Lalu Reval bangkit dari kursi dan menyambar jasnya yang ia sampirkan di lengan kursi.

Dengan bergegas reval keluar dari Apartmen Amara.Langkah kakinya terburu buru saat masuk ke mobil dan dengan cepat ia menancapkan gas mobilnya.

"Sialllll.....teriak Amara setelah kepergian Reval

"Jangan harap loe bisa dimiliki wanita itu val....,gumam Amara dengan senyum devilnya.

Mobil Reval melaju dengan kecepatan tinggi.Bukan Adriano Company tujuannya.Melainkan kampus dimana rora saat ini berada.

Terlihat jelas kilatan marah di mata reval.Entah ia marah dengan dirinya atau marah karna perempuan yang berstatuskan sebagai istrinya itu tak kunjung mengaktifkan ponselnya kembali.

"Tinnnnnn....tin......

Reval menekan klakson mobil dengan emosi menggebu.

"Cittttt....

Deru ban mobil reval tepat berhenti didepan parkiran kampus aurora.

Ia berusaha mati matian menetralkan amarahmya sebelum ia turun dari mobil.Tak ada pilihan lain,ia tidak akan mengelilingi kampus ini untuk mencari sang istri.

Reval hanya perlu meminta tolong pada salah satu mahasiswa untuk memberikan pengumuman jika ada pihak keluarga yang menunggu Aurora.

"Brak.reval menutup pintu mobil dengan sedikit keras.

Kakinya melangkah ke arah kerumunan mahasiswa.

"Permisi mas.Ucap reval.

"Eh iya mas,jawab seorang mahasiswa.

"Saya ingin minta tolong mas.ucap Reval

"Oh iya mas,boleh boleh.jawab Mahasiswa tersebut.

Reval pun langsung mengatakan hal yang ingin disampaikannya.

"Sebentar ya mas.Ucap mahasiswa tersebut setelah reval menyampaikan maksudnya.

"Makasih mas sudah mau membantu.Jawab reval.

Selang 15 menit kemudian,terdengar informasi yang diumumkan.

"Ra,apa ayah sama ibu datang ke sini?tanya kiki.

"Gak mungkin ki.jawab rora.

"Terus,kenapa itu informasi ditujukan ke eloe? Dan sekarang loe juga di tunggu diarea parkir.ucap kiki

"Apa jangan jangan....,ucapan rora terputus.

Ia segera berlari begitu saja meninggalkan kiki menuju parkiran.Ia sudah menebak,pasti Reval lah orangnya.

"Rora...rora...panggil kiki yang tak didengar oleh rora.

****

"Dammmm!

Sangat sesuai insting Aurora.

"Masuk! Ucap reval.

Aurora malah membalikkan badannya saat melihat Reval yang berdiri di hadapannya.

Dengan cepat Reval menarik tangan Aurora.

"Masuk ke mobil dengan sendiri atau gue paksa.ucap Reval

Rora menghempas kasar tangan reval yang menarik tangannya.ia masuk ke mobil dan menutup pintu mobil dengan sedikit keras.

"Brakkkk!

Reval menutup matanya mendengar Aurora menutup pintu mobil dengan sedikit keras,seolah Rora memang memberontak pada reval.

Setelah rora masuk.Reval bergegas masuk ke mobilnya.dan segera melajukan mobil keluar dari kampus menuju kediaman mereka.

Sepanjang perjalanan tak ada yang membuka suara,terlebih rora yang memilih duduk dibelakang Reval,seolah membuat reval terlihat seperti sang supir.

Pantas kali ya reval mendapat perlakuan seperti ini😁

"Gue gak suka sikap loe.Ucap reval.

Namun rora tak menjawabnya.

"Aurora! Panggil reval dengan nada membentak.

"Apa! Jawab rora tak kalah membentak.

"Bisa nurut gak sama suami?! Ucap Reval.

"Ck,suami yang gimana yang harus gue turuti! Jawab rora membuat darah reval mendidih.

Reval melajukan kecepatan mobilnya diatas rata rata.

Jujur,rora takut.Tapi rora lebih memilih tak bersuara dan menutup matanya.

Tak sampai 1 jam,mereka sampai dikediaman mereka.

Rora turun lebih dulu dari mobil dan bergegas menaiki anak tangga.Namun secepat cepatnya rora melangkah kan kakinya,masih juga ia kalah cepat dari reval.

Benar saja,saat ini reval berada dibelakangnya.

"Mau loe apa?teriak reval tepat ditengah tengah anak tangga.

"Gak usah teriak teriak loe.Ucap rora

Reval menarik tangan Aurora.

Minah dan pekerja lainnya takut saat mendengar pertengkaran hebat majikannya.

"Brak!!! Reval menutup pintu kamar rora dengan keras setelah ia menarik rora turut masuk dengannya.

"Kenapa telpon gue gak loe angkat?tanya reval.

"Kenapa loe malah menonaktifkan ponsel loe?ha?teriak reval

"Gue berhak gak angkat telpon dan menonaktifkan ponsel gue.jawab rora dengan menekan kata "menonaktifkan"

"Apa kata loe?berhak?ulangi?berhak rora?tanya reval dengan mengejek.

"Gue lebih berhak atas diri loe! Kalau loe lupa.jawab reval

"Dan gue orang yang paling memiliki hak atas loe,termasuk tubuh loe!!!teriak reval.

"Plak!!! Rora menampar pipi reval.

Air matanya luruh.

"Keluar dari kamar gue! Ucap rora.

"Rora...ucap reval melembut.

Ia tau,ucapannya sungguh keterlaluan.

"Keluar!!! Loe yang keluar,atau gue yang keluar.Ucap rora kembali dengan tatapan kosong.

"Sayang...ucap reval.

Rora berjalan kearah pintu.

"Oke,gue keluar dari kamar loe.Ucap reval sembari mengelus kepala rora namun dihempas kasar oleh rora.

Reval terdiam.Ia tak pernah melihat aurora semarah ini padanya,meskipun kemarin kemarin Rora sempat mendiamkan Reval,bahkan sampai membuat seorang Reval Adriano kalang kabut,namun kali ini reval tak bisa berbuat apapun.

Mau tidak mau,reval melangkahkan kakinya keluar dari kamar Aurora.






****

AROGANTSI REVAL 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang