BAB 23

159 7 2
                                        

Rora menenteng sepatu catsnya dengan langkah terburu buru,karna ia harus mengejar salah satu dosen untuk skripsinya.

"Minah....saya berangkat dulu ya.Pamit rora.

"Iya mb_....

Belum lagi minah menjawab,rora sudah melaju dengan motor maticnya.

Minah merasa sedih dengan keluarga kecil majikannya.Bagaimana tidak,sekarang tidak pernah lagi ia lihat rora sang majikan memasak untuk Tuannya.Tak ada lagi sarapan dan makan malam bersama,tak ada lagi terdengar celoteh kecil di ruang Tv dari majikannya.

Ya,hampir satu bulan sudah Reval dan Rora tak bertegur sapa.Bahkan mereka juga hampir jarang bertemu satu sama lain.Karna memang rora sibuk menyelesaikan skripsinya untuk merampungkan kuliahnya secepat mungkin.

Reval turun ke lantai bawah.

Terlihat dari stelan jas yang dipakainya,pria ini akan berangkat ke kantor.

Lagi lagi Reval menghela nafas melihat tatanan meja makan yang sudah tersedia menu sarapan pagi yang telah disajikan oleh Minah.

Tangannya terangkat memijit pelipisnya yang terasa sakit.

Dia tak menyangka jika ucapannya tempo hari bisa berdampak sampai sekarang,atau...apakah reval tak merasa jika ia telah mengkhianati Rora?

Tidak bisakah ia bersikap tegas pada perempuan yang bernama Amara Deralin demi seorang Aurora Ziffa Anaya?Atau mungkin,Reval menikmati kisahnya dengan perempuan tersebut.

Yang jelas,saat ini ia sendiri pun tidak tau caranya untuk bisa berbicara dengan rora.

Reval mulai menyalakan mobilnya.

Ia melajukan mobilnya dengan cukup santai.Pikiranannya kini teringat kepada sahabatnya.Namun saat mengingat Daniel,entah mengapa ia sedikit mengurungkan niatnya  mengajak mereka bertemu.

Biasanya,saat ia seperti ini,mereka pasti ada dan berkumpul di Apartmen pribadi milik Reval.Tapi akhir akhir ini,ketiga sahabatnya seolah turut menghilang dari peredaran.

"Shittt! Umpat reval sembari memukul stir mobilnya.

Sementara Amara,baru saja sampai di Adriano Company,berniat memberikan kejutan untuk sang Ceo.

Amara masuk ke gedung Adriano Company.

"Selamat pagi...sapa Amara.

"Pagi buk.jawab kiara.

"Saya ingin bertemu dengan Reval.ucap Amara.

"Maaf ibu,apa ibu sudah punya janji sebelumnya?tanya kiara sopan.

"Saya sudah menghubungi Reval secara langsung.Jadi bisakan saya menunggu didalam?tanya.Amara.

"Maaf i_b...

Belum sempat kiara menjawab,Amara langsung masuk kedalam ruangan reval.

"Gak tau etika.Dumel kiara.

****

"Kejutan....ucap Amara begitu Reval masuk ke ruangannya.

Hampir saja Reval memaki perempuan dihadapannya ini,namum ia urungkan entah karna apa.

"Val...panggil Amara dengan manja.

"Hmmm jawab reval seadanya.

"Ih....kok gitu.jawabnya.ucap amara sembari mengikuti reval.

"Kenapa Amara?tanya reval pada akhirnya.

"Beberapa hari lagi aku ulang tahun.Kamu datang ya ke acara ulang tahun aku.ucap amara sembari bergelanyut manja pada lengan reval.

Reval diam.

"Val...rengek amara kembali.

"Iya.Jawab Reval singkat.

"Janji loh kamu.ucap Amara kembali

"Iya ra.balas Reval.

"Ya udah,aku balik dulu.pamit amara.

Amara mengecup pipi Reval tepat bersamaan kiara masuk ke ruangan reval.

"Maaf pak.ucap kiara.

Namun ia sempat melihat kejadian yang baru saja terjadi.

"Lain kali ketuk pintu ya.Ucap Amara sembari melenggang ke luar.

Kiara pun hanya menunduk.

"Ada apa kiara?tanya reval dengan suara barithonnya membuat kiara tersentak dari lamunannya.

"Maaf pak,ada dokumen yang harus bapak tanda tangani.ucap kiara kikuk sembari memberikan beberapa dokumen.

Tak berbeda dengan kiara.Reval juga merasa canggung dengan kejadian saat dimana Amara mengecup pipinya.Terlebih,seluruh karyawan Adriano Company telah mengetahui bahwa ia telah menikah.

Dengan cepat,reval menerima dokumen dari tangan kiara dan membubuhkan tanda tangannya.

"Permisi pak.Ucap kiara setelah dokumen dokumen yang ia bawa selesai ditanda tangani oleh Reval


***

Di kampus,rora lebih banyak diam hingga membuat kiki merasa khawatir.

"Ra,are you okay?tanya kiki.

Rora hanya tersenyum simpul.

Kiki mengelus punggung rora.

"Loe udah tau siapa orangnya?tanya kiki

Rora mengangguk.

"Anjirrrr,kelewatan banget sih.Ucap kiki emosi.

"Terus loe mau diam aja?sampai kapan ra?tanya kiki kembali.

"Gue gak tau ki.Gue,mau fokus sidang meja hijau unuk lusa.Jawab rora.

"Ra,gak usah jadiin sidang meja hijau sebagai alibi deh.Gue tau,loe itu berotak cerdas.Loe harus tunjukin taring loe ke itu perempuan laknat.Ucap kiki dengan emosi menggebu.

"Ki,ngomong loe jangan keterlaluan gitu donk.tegur rora.

"Ya gue kebawa emosi aja.Kayak tu perempuan gak bisa dapet laki'lain aja selain ngerebut punya orang.jawab kiki.

Rora pun hanya diam saja.

"Ada benarnya juga ucapan kiki.Batin rora.

"Mau sampai kapan gue di injak seperti ini.Lanjut batin rora.

"Gue harap,loe ngerti ra apa maksud gue.Loe tenang aja,gak ada maksud buruk dari gue ke elo.Ucap kiki.

Dan rora pun mengangguk mendengar penuturan sang sahabat.

Melihat rora diam kembali,tak seceria biasanya,Kiki pun mengalihkan topik namun tetap dalam konteks untuk memperbaiki hubungan Reval dan Rora.

"Ra,loe kan kemarin baru ulang tahun.Loe gak ada niatan gitu mau buat acara bareng gue,temen temen kak reval,tapi...ekhm...yang jelas ya loe ngundang reval juga lah.Ucap kiki.

"Gak yakin gue ki buat acara gitu.balas rora.

"Ayolah.anggap aja hitung hitung hilangi jedag jedug sebelum sidang meja hijau.Ya...ya...ya...,mau ya...,bujuk kiki

"Emmmmmm.....oke deh.Demi loe.jawab kiki.

"A........ma acih.ucap kiki.

"Tapi kapan mau kita buat?tanya rora.

"Ya...dalam beberapa hari ini lah.Ucap kiki.

"Loe tenang aja,gue bantui kali nyiapi semuanya.lanjut kiki.

"Beneran ya.Ucap rora seolah akan menagih janji sang sahabat.

****

AROGANTSI REVAL 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang