Pagi harinya keluarga Velkano sedang menikmati sarapan pagi. Si kembar sudah siap dengan seragam sekolah mereka sementara Fighter juga sudah siap dengan pakaian casual nya.
Dion terlihat sangat tampan pagi ini dengan setelan jas warna navy, sementara sang istri, Celline tampak begitu cantik dan anggun dengan dress selutut berwarna cream lengkap dengan sebuah blazer yang tersamping di bahu mulusnya.
Tidak ada suara apapun disana selama beberapa saat selain suara sendok garpu yang beradu dengan piring hingga akhirnya Dion mengawali pembicaraan.
"Daddy dengar dari Mommy Fighter lolos tes kemarin."
Mendengar namanya disebut Fighter menoleh kearah Celline, Celline hanya diam dan tersenyum manis kearah putranya itu.
"Mn. Aku lolos Dad."
Dion terlihat mengangguk. "Daddy bangga padamu."
Fighter tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya sekalipun wajahnya tidak tersenyum sama sekali. Dion baru saja memujinya, tentu saja itu membuatnya bahagia terlebih lagi pria berusia 44 tahun itu lebih sering menghabiskan waktunya di kantor untuk bekerja.
"Oh! Fighter, aku baru ingat! Bukannya semalam kau bilang hari ini kau akan berangkat untuk Technical Meeting OSPEK?" Tanya Jenny tiba-tiba.
Pria tampan itu menaikkan sebelah alisnya, menatap Jenny yang duduk disebelahnya. "Apa ada yang salah dengan itu?"
Jenny menggeleng dengan cepat, ia tak langsung menjawab pertanyaan Fighter karena mulutnya terisi penuh oleh sandwitch. "Tidak ada." Katanya di sela-sela makannya.
Fighter sedikit mendengu lalu kemudian kembali melanjutkan makannya.
"Telan dulu sayang." Celline mengingatkan. Ia memberikan segelas susu kepada Jenny.
Setelah meminum susu yang diberikan Celline padanya, Jenny sedikit melirik kearah Dion, takut jika daddy nya itu juga akan memberinya teguran. Namun Dion tidak bereaksi apa-apa, pria itu sibuk memasukkan sendok berisi nasi kedalam mulutnya.
Jenny berdehen sebentar untuk menghilangkan kegugupannya. "Bukankah ospek itu kegiatannya BEM? Seingat ku BEM disana namanya Hazard, dan ketuanya adalah Alexa. Itu berarti Fighter akan bertemu dengan mereka hari ini kan?"
Dian menanggapi dengan suara berat miliknya. "Bukankah itu kabar bagus? Kalian sudah cukup lama tidak saling bertemu."
"Itu benar. Ahh...Aku sangat merindukan mereka." Bibir Jenny sedikit melengkung kebawah saat itu. Sementara Tiger merotasi matanya malas.
"Jangan berlebihan. Masih ada aku dan Fighter."
"Tidak mau! Kau itu menyebalkan! Tidak baik seperti Alexa."
"Begini-begini aku juga kakak mu jika kau lupa."
Si bungu tak mau kalah dari kembarannya. Ia kemudian membalasnya dengan berkata. "Ck! Kau lahir hanya 10 menit lebih dulu dariku."
"Itu tidak merubah fakta bahwa aku lebih tua darimu."
Merengut kesal, Jenny kemudian berkata. "Terserah. Lalu dengan sengaja membuang mukanya kearah lain. Celline yang melihat itu hanya tersenyum sambil menggeleng pelan.
"Hari ini aku ingin diantar Daddy dan Mommy saja ke sekolah."
"Ini hari pertama Fighter di kampus, biarkan Daddy dan Mommy mengantarnya." Kata Tiger.
"Tidak apa-apa. Aku bisa berangkat sendiri dengan Pak Iqbal. Daddy dan Mommy bisa mengantar Tiger dan Jenny saja." Jawab Fighter cepat sebelum Jenny merespon.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAZARD
Roman pour AdolescentsMenceritakan tentang sebuah organisasi bernama 'Hazard' dan segala sesuatu yang terjadi di Independent University. "Dewan Hazard itu baik tapi juga jahat disaat yang bersamaan."
