Fighter baru saja selesai mandi, lelaki itu menggunakan kaos putih polos dan celana training hitam panjang.
Ting!
Suara dentingan itu berasal dari ponselnya yang ada diatas meja belajarnya, menandakan ada pesan baru yang masuk. Fighter membuka isi pesan yang baru saja masuk itu. Dari nomor tidak dikenal.
From: Nomor Tidak Dikenal
Fighter, ini aku Lino!
18.00
Keduanya bertukar nomor ponsel tafi pagi saat menunggu hazard-hazard datang dan Fighter belum sempat menyimpan nomor ponsel Lino. Membahas tentang nomor ponsel, Fighter teringat kembali tentang kejadian tadi siang. Dimana nomor ponsel yang seharusnya menjadi 'privasi' kini seakan-akan telah 'dijual' hanya untuk sebuah tanda tangan. Wajah pria itu tampak kembali kesal.
Meskipun begitu, Fighter tetap mengetik balasan untuk Lino di seberang sana. Siapa tau ada hal penting kan?
To: Nomor Tidak Dikenal
Apa?
18.01
Pria itu mendudukan dirinya di kursi meja belajar. Hendak membuka tasnya sebelum ponselnya kembali berdering.
Siapa sangka? Lino membalasnya pesannya jauh lebih cepat dari yang Fighter perkirakan.
From : Nomor tidak dikenal
Tadi ada yang meminta nomor mu saat kau sudah pulang. Aku lupa menanyakan siapa namanya, tapi dia bilang dia butuh nomormu untuk dimasukan ke grub.
18.02
Grub? Grub macam apa??
Astaga.. Kali ini siapa lagi?!
Ting!
From: Nomor Tidak Dikenal
Aku ingat namanya! Namanya Eva. Aku yakin sekali namanya Eva. Apa kau mengenalnya, Figh?
18.02
Tentu Fighter ingat, dia adalah gadis yang memintanya untuk menjadi kapten tim tadi siang.BFighter segera menulis balasan untuk Lino lalu menekan tombol kirim.
To : Nomor Tak Dikenal
Apa kau memberikannya?
18.03
Meskipun Fighter masih belum mengetahui tujuan jelas Eva meminta nomor ponselnya pada Lino, tapi ia cukup yakin bahwa Eva pasti melakukannya demi kelompok mereka. Fighter hanya ingin menguji Lino.
From : Nomor Tak Dikenal
Hehe.. Sudah aku berikan.
Tapi aku bersumpah, tadi siang dia bilang ini sangat penting jadi aku berikan. Tolong jangan marah.
18.03
Jika seseorang meminta nomor ponselnya untuk hal yang penting, Fighter tidak akan marah. Namun jika mereka minta nomor ponselnya untuk hal-hal yang tidak berguna, maka ceritanya akan lain.
Ting!
Ponselnya kembali berdering, ada satu pesan yang baru saja masuk. Nama Lino jelas tertulis disana sebagai pengirim pesan. Iya, Fighter sudah menyimpan nomor ponsel lelaki berdarah Korea-Indo itu beberapa saat yang lalu.
Lino
Ngomong-ngomong, apa kau sudah tau siapa yang akan jadi kakak pembimbing untuk kelompok mu nanti?
18.05
Kakak Pembimbing?
Ah! Fighter bahkan lupa tentang hal itu. Tadi siang ia benar-benar kesal dan kehilangan mood nya, jadi pria itu memutuskan untuk pergi dari sana dengan cepat dan berakhir dengan bertemu Vivian di pertigaan jalan raya tanpa disengaja.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAZARD
Teen FictionMenceritakan tentang sebuah organisasi bernama 'Hazard' dan segala sesuatu yang terjadi di Independent University. "Dewan Hazard itu baik tapi juga jahat disaat yang bersamaan."
