16. This is My Dad

61 8 2
                                        


Tok Tok Tok!

Baru beberapa langkah, pintu itu kembali diketuk dari luar, membuat Alexa dan Lucifer sontak berhenti.

"Permisi Tuan, ini teh nya." Itu suara Vina.

'Cepat sekali' Pikir Lucifer.

Alexa hendak berbalik untuk membukakan pintu, akan tetapi Dion berhasil menghentikannya lewat sebuah suara.

"Tetap disana."

Suara Dion sebenarnya memiliki tipe yang hampir mirip dengan suara Fighter, hanya saja suaranya lebih dalam dan berat.

Dion bangkit dari kursi kerjanya lalu berjalan menuju pintu. Begitu pintu terbuka raut wajah ketakutan terlihat jelas diwajah Vina. Gadis itu sedikit menunduk.

Alexa diam-diam melirik ke belakang.

"I-ini teh pesanan tuan muda Lucifer, Tuan."

Nampan berisi 3 cangkir teh itu diambil oleh Dion dengan segera. Pria bertubuh tinggi dan kekar itu berkata. "Kau boleh kembali." Sebelum akhirnya pintu itu ditutup kembali.

Ketika pintu itu tertutup kembali, Alexa dengan cepat berbalik seolah-olah tidak melihat apapun.

Tap... Tap... Tap..

Suara sepatu pantofel yang beradu dengan lantai terdengar beberapa kali sebelum akhirnya berhenti tepat disamping Alexa. Alexa melirik lewat ekor matanya ketika Dion meletakkan nampan itu diatas meja yang ada didekatnya.

"Orang tuanya meninggal karena kecelakaan dan dia tidak punya siapapun, jadi ku bawa dia kemari."

Dion lantas berdiri dibelakang kedua putranya, lalu dalam waktu seperkian detik...

Duagh! Duagh!

Tubuh Alexa dan Lucifer tumbang ketika Dion tiba-tiba menendang kakinya dari belakang hingga membuat keduanya kehilangan keseimbangan dan terduduk di lantai dengan kedua lutut menompang berat badan mereka masing-masing.

Lucifer mendesis 'Sshhh' karena serangan tiba-tiba itu, sementara Alexa hanya diam tanpa ekspresi.

Pria paruh baya itu berjalan melewati kedua putranya. Ia mendudukan dirinya ditepi meja kerjanya, lengan kemeja putihnya sudah ia gulung hingga sebatas siku.

"Berdiri."

Dan dua orang didepannya segera melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka. Keduanya kompak melipat tangan dibelakang tubuh mereka masing-masing.

"Lucifer. Apa motor mu baik-baik saja?"

"Y-ya? A-ah m-maksudku__ ya, semuanya baik-baik saja."

"Bicara dengan benar. Apa seperti ini yang kalian pelajari di sekolah?" Ucap Dion yang kini mengeluarkan sebungkus rokok dari dalam saku celananya.

Ia membakar sebatang rokok lalu menyelipkan gulungan berisi nikotin itu diantara kedua belah bibirnya. Bagi keduanya, sangat jarang sekali mereka melihat Dion merokok seperti sekarang ini. Perasaan Alexa mulai tidak enak.

Sementara pandangam Lucifer kembali sedikit tertunduk. Pertanyaan Dion terkesan begitu tiba-tiba baginya. Suara bariton itu kembali terdengar.

"Masih sering dipakai untuk balapan? Atau kau ingin beli motor baru mungkin?"

"Aku balapan dengan Louis sesekali. Tidak perlu beli lagi dad. Yang itu sudah cukup."

Lucifer tidak berbohong, ia memang sesekali balapan dengan Louis jika mereka memiliki waktu luang. Kebetulan Louis juga memiliki hobi yang sama dengannya.

HAZARD Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang