Laura baru saja selesai memisahkan baju-baju bersih dan baju yang hendak di cuci. Ia membawa satu keranjang penuh cucian kotor ke kamar mandi.
"Wahhh kamu berdandan? Mau kemana?" Tanya nya pada Hellen yang duduk didepan meja rias.
"Jalan-jalan sore."
"Dengan siapa? Aku tidak di ajak? Baiklah." Ia sengaja berpura-pura merajuk, kepalanya sedikit tertunduk. Hellen berdiri dan memegang pundaknya.
"Aku akan pergi dengan Alexa. Kamu mau ikut? Kamu bisa mengajak Lucifer kalau begitu."
"O-oh... Aku tidak ikut."
"Hei ada apa? Kamu ada masalah dengan Lucifer?" Hellen menyentuh bahu Laura, gadis itu nampak sedikit murung.
"Tidak ada apa-apa." Katanya menurunkan tangan Hellen.
"Kamu baik-baik saja kan aku tinggal sendiri?"
"Memangnya kenapa jika sendiri? Tidak akan ada sapi yang tiba-tiba masuk kan? Ah, kamu ini. Lagi pula Michaelle dan Adisty akan kembali sebentar lagi."
"Sudah lima belas menit. Lama sekali mereka perginya." Keduanya pamit membeli camilan lima belas menit yang lalu.
"Entahlah. Mungkin mereka berkeliling mencari camilan yang enak." Hellen mengangguk, setuju dengan opini Laura barusan.
"Aku pergi dulu ya? Alexa sudah di bawah." Ponselnya baru saja berdering, Alexa mengiriminya pesan bahwa ia sudah didepan asrama.
"Iya, hati-hati."
Sebenarnya Hellen sedikit khawatir dengan sahabatnya itu, tapi bukankah Laura bilang ia baik-baik saja? Mungkin saja dia hanya sedang lelah.
~H.A.Z.A.R.D~
Masih ada beberapa jam sebelum malam, jadi Alexa berpikir untuk menghabiskan sore harinya dengan bekencan. Siapa lagi jika bukan dengan Hellen?
"Kamu cantik sekali." Mata Alexa nyaris tak bekedip, hanya memandang sosok didepannya dengan wajah kagum. Pipi Hellen menjadi panas.
"Kamu juga."
"Aku cantik?" Ia menunjuk wajahnya sendiri dengan dahi berkerut dalam.
Pffftt.
Hellen ingin sekali tertawa melihatnya.
"Maksudku, kamu tampan."
"Oh.. Dari 1-10 berapa nilai ketampanan ku?"
"100!"
"Itu terlalu sedikit. Harusnya kamu beri aku 1000!" Hellen tau jika Alexa hanya ingin bermain-main dengannya, jadi ia menjawab tanpa pikir panjang.
"Kamu.. sudah tidak sibuk? Mendadak sekali perginya, aku sesikit tidak enak meninggalkan Laura sendirian di kamar."
"Michaelle dan Adisty?"
"Mereka pergi mencari camilan."
Jadi ceritanya setelah seharian menjadi asdos, Hellen kembali ke kamarnya. Niatnya ingin tidur siang untuk mengistirahatkan badan dan pikirannya, tapi ponselnya tiba-tiba berdering.
Alexa menelfon dan menanyakan apa ia sibuk? Mau pergi berjalan-jalan dengannya tidak?
Hellen tentu saja tidak akan menolak. Dia sudah menunggu moment ini cukup lama! Dia merindukan pria tinggi dengan aroma sandalwood ini. Jadi Alexa datang menjemputnya didepan asrama.
Dia menunduk saat Alexa menarik kedua tangannya dan mengusap punggung tangannya dengan ibu jari.
"Kencan waktu itu, maaf aku telah membatalkannya. Kamu pasti kesal kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
HAZARD
Teen FictionMenceritakan tentang sebuah organisasi bernama 'Hazard' dan segala sesuatu yang terjadi di Independent University. "Dewan Hazard itu baik tapi juga jahat disaat yang bersamaan."
