15. Siblings

57 7 7
                                        

Jauh ditempat lain, seorang pria dewasa tengah berkutat dengan tumpukan dokumen-dokumen diatas meja kerjanya. Pria yang memakai setelan jas motif garis-garis itu sesekali membenarkan posisi kacamata yang bertengger di hidung bangir nya.

Tok! Tok! Tok!

Suara ketukan pintu terdengar. Setelah menyerukan kata 'Masuk', pintu itu pun terbuka menampilkan pria dengan tinggi kira-kira sekitar 185cm berjalan masuk sembari membawa sebuah tablet putih di tangan kirinya. Ia berdiri di depan pria berkacamata tadi.

"Sudah ada jawaban dari hal yang ku minta Anda selidiki, Tuan Sean?" Tanya si pria berkacamata tanpa mengalihkan pandangannya dari sebuah dokumen yang sedang ia periksa.

Pria yang di panggil 'Tuan Sean' itu menjawab. "Sudah Tuan. Ini hasilnya." Ia menyodorkan tablet yang ia bawa sebelumnya.

Menyisihkan tumpukan dokumen-dokumen miliknya, pria berkacama itu menerima tablet yang disodorkan padanya lalu mulai menggeser benda canggih persegi ditangannya.

"Reputasi kedua tuan muda sangat baik di kampus Tuan. Selain aktif menjadi anggota dewan hazard, keduanya juga sering mengikuti kegiatan amal. Itu sebabnya Tuan muda Alexa dan tuan muda Lucifer memiliki banyak klub penggemar.

Menurut informasi yang saya dapat, tak hanya perempuan saja yang ada di klub penggemar itu, beberapa laki-laki juga tergabung disana Tuan."

Dion... adalah pria yang dipanggil 'Tuan' sedari tadi. Pria itu menggeser benda canggih persegi yang ada ditangannya beberapa kali, menampilkan beberapa foto Alexa dan Lucifer saat berada di kampus. Kebanyakan fotonya menampilkan Alexa dan Lucifer yang memakai jas merah maroon milik hazard. Sangat jelas, ketampanan Dion menurun kepada anak-anaknya.

"Apa ada yang mencari masalah dengan mereka?"

Bukan tanpa sebab Dion melakukan semua ini. Semua orang tua di dunia ini pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, ia hanya ingin mengawasi anak-anaknya dari jauh. Terlebih lagi sekarang Fighter juga berada di kampus yang sama dengan Alexa dan Lucifer.

Pria bernama Sean itu menjawab. "Sejauh ini tidak ada Tuan. Semua orang disana sangat menghormati mereka yang tergabung dalam organisasi hazard, terutama tuan muda Alexa dan tuan muda Lucifer."

Dion memperhatikan dengan seksama foto kedua putranya dengan 3 orang laki-laki lain di layar tablet. Mereka adalah Louis, Zoey, dan Giovi. Foto yang sedang Dion lihat saat ini adalah foto kelima dewan hazard pada saat technical meeting kemarin.

Iya, Dion meminta seseorang untuk memantau keadaan di Independent University. Lebih tepatnya memastikan bahwa Fighter tidak kesulitan disana, sebab ia tau betul putra ketiganya itu cukup sulit untuk bersosialisasi dengan lingkungan baru.

Kacamata yang bertengger di hidung bangirnya dilepas, Dion kemudian meletakkan tablet itu diatas meja dan  memijat pelipisnya sendiri. Tumpukan berkas-berkas diatas mejanya membuat kepalanya berdenyut.

Sean adalah salah satu bawahan Dion sekaligus sekertarisnya di kantor. Pria itu seperti ingin mengatakan sesuatu tetapi tampak ragu setelah melihat kondisi atasannya. Dion yang menyadari hal itu pun lantas bertanya.

"Ada apa Tuan Sean? Ada yang ingin Anda katakan lagi?"

Meskipun Sean adalah bawahannya, akan tetapi Dion memperlakukan pria dengan tinggi 185 cm itu dengan sangat hormat. Ia bahkan memanggilnya dengan sebutan 'Tuan Sean'.

Setelah beberapa saat berpikir, pria dengan setelan jas hitam putih itu menjawab. "Maaf Tuan, tapi sesuatu terjadi belakangan ini."

"Apa ini ada hubungannya dengan Lucifer?" Tebak Dion. Ia sudah cukup hafal jika putranya yang satu itu memang kerap kali membuat kepalanya pusing sejak dulu.

HAZARD Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang