Menjadi kampus terbaik di negeri ini tentu tak lepas dari peraturan yang dibuat sedemikian rupa untuk membentuk karakter dan mendisiplinkan mahasiswanya dengan semaksimal mungkin.
Namun meski telah dibuat ratusan aturan dan diawasi sebegitu ketatnya, beberapa anak tetap saja tetap saja melanggarnya sehingga perlu di disiplinkan kembali. Dan dewan kemahasiswaan telah sepakat untuk menyerahkan tugas ini kepada hazard.
Dua puluh lima anggota hazard duduk mengelilingi meja utama di ruang hazard. Mereka tengah bersiap untuk pembagian tugas bulan ini. Alexa telah membuat catatan detailnya semalam dan meminta Hellen untuk membacakannya didepan semua orang. Hellen berdiri dari duduknya dengam sebuah map di tangamnya.
"Aku akan membacakan pembagian tugas kita untuk bulan ini." Ucap Hellen kepada yang lain. Semua orang dengan fokus langsung menyimak dengan baik, dalam hati berharap agar nama mereka disebut sebagai penanggung jawab sebuah kasus.
Melanggar aturan = mendapat point penalty. Dan apabila point yang terkumpul telah melebihi batas maka mahasiswa tersebut akan di keluarkan dari kampus.
Dan menyelesaikan sebuah kasus = menambah point plus. Point ini apabila terkumpul dalam jumlah cukup banyak, bisa ditukar dengan surat rekomendasi dari kampus untuk menuju perguruan tinggi pasca-sarjana atau bisa juga digunakan untuk melamar pekerjaan.
Ini merupakan salah satu keuntungan menjadi anggota hazard, sebab hanya merekalah yang diberi kuasa untuk bisa menyelesaikan sebuah kasus.
Setelah mendapat anggukan kecil dari Alexa, Hellen kembali melanjutkan.
"Pertama adalah kasus perpeloncohan dan perkelahian. Kedua kasus ini akan menjadi tanggung jawab Lucifer, Louis, dan juga Dylan."
Gemuruh tepuk tangan mengisi seisi ruangan. Kasus perpeloncohan dan perkelahian adalah kasus yang paling sering terjadi di kampus. Mereka yang terlibat kasus ini biasanya berasal dari kalangan atas (anak pejabat atau pengusaha), seperti William contohnya. Jadi butuh sosok bermental baja dengan latar belakang yang kuat juga. Sejauh ini Lucifer dan Louis adalah yang terbaik untuk menangani kasus semacam ini.
Dylan membulatkan matanya tak percaya. Ia baru pertama kali dilibatkan untuk kasus yang menurutnya cukup sulit karena akan berhadapan dengan orang-orang berpower.
Lucifer dan Louis hanya tersenyum tipis. Hellen kemudian melanjutkan.
"Kedua, kasus tentang pelanggaran aturan kampus. Zoey, Alfaro, dan juga Adam akan menjadi penanggung jawabnya." Zoey mengajak Alfaro dan Adam untuk melakukan toss dengan cara yang unik. Semua orang tertawa melihatnya.
Hellen menarik nafas dalam sebelum akhirnya kembali membacakan apa yang tertulis di kertas itu. "Ketiga adalah kasus pelecehan dan kekerasan seksual. Kasus ini akan ditanggung jawabi oleh Giovi, aku, dan juga Michelle." Giovi mengulas senyum pada dua gadis cantik yang namanya disebut.
Salah satu kasus yang paling Hellen benci adalah kasus pelecehan seksual. Mereka yang menjadi korban kebanyakan adalah wanita, sementara pelaku biasanya adalah senior di fakultas yang sama. Mereka biasanya berdalih dengan 'perkumpulan sesama jurusan' atau 'bimbingan dari senior kepada junior' untuk menjebak korbannya.
Alexa mengetuk jarinya diatas meja. Ia mungkin tau apa yang sedang dirasakan Hellen saat ini, jadi ia dengan sabar menunggu Hellen menyelesaikan ucapannya.
"Keempat ada kasus tentang administrasi. Kasus ini akan ditanggung jawabi oleh Laura, Maya, dan juga Adisty."
Hellen diam-diam menoleh kearah Lucifer, pria dengan alis menukik itu tidak bereaksi apapun bahkan ketika semua orang bertepuk tangan. Ia kemudian menatap Alexa disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAZARD
Fiksi RemajaMenceritakan tentang sebuah organisasi bernama 'Hazard' dan segala sesuatu yang terjadi di Independent University. "Dewan Hazard itu baik tapi juga jahat disaat yang bersamaan."
