8. Hazard VS Mahasiswa Baru

92 28 9
                                        

‼️Disclaimer‼️


Percayalah, cerita ini lebih rumit dan lebih berat dari kelihatannya :')

Masukin ke Librarry kalian. Jadi kalo ada part baru kalian ngga ketinggalan!

HAPPY READING!!!

~H.A.Z.A.R.D~

Keduanya sudah berjalan cukup jauh dari toilet tapi Alexa tak kunjung berhenti. Beberapa orang mulai memperhatikan keduanya hinhha membuat Fighter merasa tidak nyaman. Saat berada diujung koridor dan memastikan tidak ada orang disana, Fighter menarik tangan Alexa membuat pria mau tidak berhenti dan berbalik kearahnya.

“Ini sudah cukup jauh dari toilet. Katakan saja apa yang ingin kau katakan.” Kata Fighter.

"Baikah, aku tidak akan basa-basi lagi. Aku sudah mendengar dari Lucifer kemarin bahwa kau tidak ingin orang lain tau kalau kau itu adalah adikku dan Lucifer.”

Tidak ada ekspresi terkejut di wajah Fighter, pria itu sudah menebak sebelumnua jika Alexa pasti datang menemuinya untuk membahas hal ini. 

“Apa kau malu punya saudara seperti ku dan Lucifer hingga tidak ingin semua orang tau kebenarannya?” Dari nada bicaranya saja Fighter sudah tau jika Alexa sedikit marah sekatang.

"Siapa yang mengatakannya? Aku tidak pernah mengatakan hal seperti itu.” 

Memang benar kan? Fighter tidak pernah mengatakan hal semacam ia malu memili saudara seperti Alexa dan Lucifer. Hanya saja, untuk saat ini Fighter benar-benar ingin merahasiakannya.

“Lalu?”

Tak mendapat respon atau jawaban apapun dari sosok didepannya, Alexa menjadi semakin marah. 

“Apa yang sebenarnya kau pikirkan?! Apa kau tau Daddy dan Momny menelfon ku setiap hari dan menanyakan tentang kabar mu disini? Apa yang harus ku katakan pada mereka? Mengatakan bahwa adikku sendiri bahkan tidak ingin mengakui ku sebagai kakaknya, begitu?”

Fighter merasa tenggorokannya tercekat, pria itu menelan ludahnya kasar. Ia sungguh tak mengira bahwa kedua orang tuanya akan menanyakan hal seperti itu pada Alexa.

Melihat Fighter yang kehilangan kata-kata, Alexa mnghela nafas panjang. Ia kemudian berkata dengan nada yang jauh lebih tenang dari sebelumnya.

“Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu padamu. Kau tau sendiri kan? Keselamatan mu dan Lucifer adalah tanggung jawab ku. Daddy akan menghukum ku jika aku tidak bisa menjaga kalian dengan baik.”

Dion, sosok Ayah yang terlihat hangat itu sebenarnya tidak sehangat yang orang-orang lihat. Sejak dulu Dion memang selalu meminta Alexa untuk menjaga adik-adiknya, dan jika salah satu dari mereka melakukan kesalahan apapun itu maka Alexa sebagai anak tertua akan ikut menanggung hukumannya.

“Ini hanya ospek biasa, tidak akan terjadi apa-apa padaku.” Ujar Fighter yang mencoba meyakinkan Alexa.

“Jangan menganggapnya terlalu remeh. Kesalahan sekecil apapun tidak akan di toleransi disini.”

Alexa sudah menjabat sebagai ketua hazard sejak tahun lalu, ia jelas mengetahui dengan betul peraturan yang ada di kampus ini.

“Semuanya akan baik-baik saja, percaya padaku.”

Pria yang lebih tinghi itu tampak berpikir untuk beberapa saat sebelum akhirnya menjawab. “Baiklah, aku akan mencoba mempercayai mu. Tapi jika kau butuh sesuatu kau bisa mengatakannya padaku atau Lucifer, kami pasti akan membantu mu.” Dan Fighter menjawabnya dengan anggukan kecil.

HAZARD Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang