29. Better Days

29 4 0
                                        

Fighter melangkahkan kaki nya dengan ringan menuju ruang tamu, sesekali pria itu nampak menghela nafas panjang_mungkin karena tidurnya tidak cukup? Louis datang terlalu pagi, ia bahkan belum sarapan pagi ini.

Mansion luas itu tampak sepi, kemana perginya semua orang?

"Tunggu."

Ia memanggil salah satu maid yang kebetulan lewat, sepertinya hendak menyapu bagian belakang karena maid itu membawa sapu di tangannya.

Vina_maid termuda itu menoleh dengan cepat. Terkejut melihat sosok pria tampan dan tinggi berdiri di ruang tamu.

"Ya? T-tuan muda." Maid muda itu segera berlari menuju Fighter.

"Maafkan saya karena tidak menyambut anda di depan, Tuan muda. Saya tidak tau bahwa anda akan pulang hari ini."

Wanita muda dengan celemek hijau itu bersimpuh dibawah kaki Fighter.

"Bangun." Pintanya dengan suara sedikit serak. Vina segera melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya.

Kening Fighter berkerut dalam ketika melihat perban putih melilit di lengan kiri Vina. Beberapa plester luka juga nampak terpasang di dahi dan kaki maid muda itu.

Fighter memperhatikan semuanya dengan sangat intens membuat sang empu merasa sedikit tidak nyaman dan berjalan mundur sambil berusaha menutupi lengan kirinya.

"Apa yang terjadi dengan dirimu?"

"S-saya... kemarin saya..."

Merasa jengah mendengar jawaban Vina yang berbelit-belit, Fighter maju beberapa langkah membuat Vina sontak berjalan mundur.

"Bicara yang benar."

Gluk...

"K-kemarin malam tuan__"

Namun belum sempat Vina menyelesaikan ucapannya, sebuah suara datang dari arah tangga.

"Fighter? Kau kah itu?"

Sosok Tiger terlihat berjalan menuruni anak tangga. Remaja tampan itu memakai celana panjang hitam dan kaos bergambar harimau.

Menggambarkan namanya,, mungkin? Entahlah.

"Tiger."

Yang lebih muda lantas langsung memeluk kakak laki-lakinya dengan cukup erat. Sebenarnya Fighter paling tidak suka disentuh, tapi ini adalah Tiger-adiknya sendiri. Karena mungkin ia menolak, Fighter lantas membalas pelukan singkat itu.

"Bagaimana kabar mu?" Tanya Fighter.

"Aku baik."

Setelah berbalik, Tiger berkata lagi. "Kau bisa pergi, dan bawakan tas Fighter ke kamarnya." Ucap Tiger kepada Vina setelah pelukannya terlepas.

"B-baik tuan muda."

"Dimana Jenny? Aku tidak melihatnya sejak tadi."

"Apa terjadi sesuatu ketika aku pergi?" Tanyanya sesaat setelah Vina pergi membawakan tas nya ke kamar.

Pria muda itu menghela nafas panjang. "Ikut aku. Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan."

....

Tiger membawa Fighter ke lantai 3, mereka berhenti didepan sebuah ruangan berpintu abu gelap.

"Untuk apa kau membawa ku ke ruang kerja daddy?"

"Kau akan tau nanti."

Ruang kerja Dion pada dasarnya ada di dalam kamarnya di lantai 2, tapi ia juga punya ruang kerja lain yang ada di lantai 3. Lantai 3 tidak hanya berisi ruang kerja dion saja, tapi melainkan juga area gym dan beberapa olahraga seperti billiard. Kelima saudara itu biasa bermain billiard dulu sepulang sekolah.

HAZARD Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang