38. Move

24 4 0
                                        

"Bukankah sudah ku bilang aku tidak akan pergi? Kalian benar-benar akan  mengusirku?"

"Tidak, sayang. Bukan begitu."

"Aku tidak akan kemana-mana. Jadi, kenapa semua barang-barang ku dimasukkan koper? Itu sama saja aku diusir!"

"Sayang.."

"Mom, aku tidak ingin pergi." Mata berbinar itu cukup jelas menunjukkan jika ia memohon dengan sungguh-sungguh.

"Dad.."

"Jarak dari kampus ke rumah cukup jauh. Kau akan lelah sebelum memulai pelajaran. Akan lebih bagimu jika kau tinggal di asrama dekat kampus."

"Aku tidak mau. Aku tidak suka disana dad."

"Kenapa? Apa fasilitasnya kurang? Bukankah sebelumnya kau baik-baik saja ketika menginap di kamar Alexa?"

"Saat itu kondisinya berbeda dad. Ku mohon jangan kirim aku pergi." Pria itu benar-benar tidak tau harus memohon bagaimana lagi. Ia sungguh tidak ingin pergi.

Pria yang lebih tua kemudian berjalan menghampirinya. Menyentuh kedua bahunya dan berkata penuh keyakinan.

"Listen to me son. Tidak ada yang berbeda. Kau akan terbiasa nanti."

"Tapi dad..."

"Ayo bersiap. Kami akan mengantar mu."

Pria ini menghela nafas panjang ketika pria yang lebih tua darinya berlalu meninggalkan ia setelah menepuk pelan bahunya. Seorang wanita berambut pirang menyusul di belakang lelaki itu, ia mengulas senyum tipis kepada yang lebih muda.

Dua orang wanita berpakaian maid berjalan mendekat. Salah satu dari mereka berkata dengan nada sopan.

"Mari tuan muda, saya bantu bawakan koper anda."

Setelah kepergiannya, pria ini kemudian beralih kepada maid yang lebih tua. Ia mengadu dengan nada putus asa.

"Bibi Sora..."

"Tidak apa tuan muda. Meskipun saya tidak pernah kuliah, tapi saya yakin tinggal di asrama kampus tidak akan seburuk itu."

"Aku tidak suka bertemu dengan banyak orang bibi. Kenapa mereka tidak mau mengerti?"

Fighter baru saja kembali ke rumah saat Dion dan Celline tengah mengeluarkan koper dan beberapa barang miliknya dibantu oleh para maid.

Ia tidak mengerti, mengapa orang tuanya sangat ingin ia pindah ke asrama padahal mereka tau jika ia tidak pandai bersosialisasi?

Sora cukup tau banyak hal tentang Fighter, sebab ia telah merawat pria tampan itu sejak dia lahir.

"Bukankah tuan muda sudah dewasa sekarang? Berinteraksi dengan banyak orang akan membuat tuan muda memiliki banyak teman."

Fighter pikir Sora akan menjadi satu-satunya orang yang mengerti posisinya, tapi rupanya tidak. Kepala maid itu bahkan juga ingin 'mengirimnya' pergi? 

Oh ayolah! Seragam hitam putih ini bahkan belum ia ganti!

"Aku tidak butuh teman." Katanya penuh keyakinan. Selama bertahun-tahun ia hidup, Fighter baik-baik saja tanpa seorang teman satupun. Ia hanya berinteraksi dengan saudara-saudaranya sejak duduk dibangku sekolah dasar.

Sora mengulas senyum mendengar jawaban itu.

"Tuan muda akan membutuhkannya nanti. Bahkan, mungkin lebih dari seorang teman."

Otak Fighter masih memproses apa yang baru saja Sora katakan kepadanya.

"Mari, tuan Dion pasti sudah menunggu didepan. Bibi juga sudah siapkan roti lapis untuk tuan muda makan di mobil." 

HAZARD Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang