Sesuai apa yang Alexa katakan di awal, semua orang kembali berkumpul di ruang pertemuan pada pukul 13.00 wib. Kavin dibantu oleh Alfaro dan Dylan bertugas untuk merapikan para camaba selagi kelima dewan hazard belum datang.
"Apa sesulit itu untuk berbaris?! Kau tinggal mengikuti yang lain! Aishh bocah ini benar-benar menjengkelkan, pantas saja Lucifer membenci mu." Makinya pada salah satu anak laki-laki yang memakai kain biru di lengan kirinya; pertanda jika anak laki-laki tersebut adalah kapten tim.
Pria dengan papan nama 'Jeff Satur' itu hanya meliriknya sekilas, seolah-olah tidak tertarik dengan apa yang Kavin bicarakan. Merasa jengkel karena di acuhkan, Kavin dengan kasar mendorong tubuh Jeff kearah kiri hingga membuat pria lain yang ada di sebelah Jeff limbung.
"Jangan salahkan aku jika aku berbuat kasar. Aku sudah bicara baik-baik tapi kau tak mau mendengarkan ku." Ujar Kavin membela diri. Ia hendak pergi, namun secara tiba-tiba tubuhnya terdorong kedepan dengan keras. Beruntung ia tidak sampai jatuh.
Mata Kavin melotot kearah Jeff yang baru saja mendorongnya. Serangan balasan huh?!
"Cuih! Kau berani mendorong ku?" Kavin bergerak cepat meraih kerah kemeja Jeff lalu berusaha mengangkatnyi tinggi-tinggi__Kavin 5cm lebih tinggi dari pada Jeff.
Setelah mengangkat tinggi-tinggi, pria dengan gaya rambut comma hair itu lantas menghempaskan tubuh Jeff dengan kasar. Kali ini Jeff sudah memiliki persiapan, jadi ia tidak sampai jatuh.
Jeff berlari kearah Kavin dengan cepat. Satu pukulan berhasil ia layangkan pada pipi kiri seniornya itu. Orang-orang disekitar mereka menjerit ketakutan. Keduanya hampir terlibat baku hantam jika saja Alfaro dan Dylan tidak datang tepat waktu.
"Hei hei berhenti, jangan berkelahi!" Ujar Dylan yang kini berdiri diantara keduanya.
"Kavin, apa yang kau lakukan?" Tanya Alfaro.
"Bukan aku! Dia yang tiba-tiba memukul ku!"
"Jangan bercanda. Kau yang mendorong ku lebih dulu sialan!" Teriak Jeff penuh emosi. Dylan berusaha menenangkan pria bertindik hitam itu.
"Lihat? Dia berani mengatai ku. Anak ini benar-benar harus diberi pelajaran."
Kavin hendak memukul wajah Jeff sebelum akhirnya Alfaro dengan sigap menahannya. Hellen yang ada disana juga ikut membantu melerai.
"Mereka datang." Kata Alfaro ketika sekelompok pria berjalan memasuki ruang pertemuan.
Pria tinggi yang berjalan didepan adalah Giovi, di belakangnya ada Zoey, Alexa, Lucifer, dan Louis di paling belakang__mereka adalah kelima dewan hazard. Melihat siapa yang datang, baik Alfaro, Dylan, Hellen maupun Kavin segera kembali ke tempat mereka masing-masing.
Kelima dewan hazard itu berdiri di tengah, sementara hazard lainnya berdiri di belakang mereka.
"Tunjukkan buku tugas kalian sekarang." Ujar Alexa dengan tegas.
Nara dengan ragu mengangkat buku tugas miliknya yang baru mendapat 125 tanda tangan. Disampingnya ada Lino yang diam-diam menertakannya. Pria berkulit putih itu lantas menunjukkan buku miliknya yang sudah terisi 152 tanda tangan.
Yah setidaknya lebih dari 150 kan? Seharusnya aman.
Vivian merasa terkejut saat tiba-tiba Louis berjalan menghampirinya. Pria itu berkata dengan buku tugas milik Vivian berada di tangan kirinya.
"210. Kau pintar juga ya ternyata?" Katanya lalu mengembalikan buku itu pada pemiliknya.
"Dimana dia?"
"Siapa?"
"Captain tim mu. Aku tidak melihatnya disini." Louis mengedarkan pandangannya kesana kemari untuk mencari sosok Fighter. Namun pria itu sama sekali tak terlihat wujudnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAZARD
Teen FictionMenceritakan tentang sebuah organisasi bernama 'Hazard' dan segala sesuatu yang terjadi di Independent University. "Dewan Hazard itu baik tapi juga jahat disaat yang bersamaan."
