41. Ask For Help

24 3 0
                                        

"Langsung pulang, Vi?"

"Iya, Ra. Aku harus bekerja."

"Hmmm kapan kamu akan pindah ke asrama? Aku ingin punya teman curhat sebelum tidur." Kepala Nara tertunduk lesu, membuat Vivian yang sedang mengemasi barang-barangnya seketika tersenyum.

"Kamu kan punya teman sekamar, Ra. Ku dengar kalian pernah satu sekolah dulu."

"Iya, benar dia teman SMP ku. Tapi aku sama sekali tidak dekat dengan Isna.."

"Tidak apa, semuanya memerlukan waktu."

Bel pulang sudah berbunyi 5 menit yang lalu, kini hanya tersisa Vivian dan Nara saja didalam kelas. Nara tadi mengajaknya untuk pergi bersama, tapi Vivian menolaknya dan kini gadis berambut sebahu itu terlihat sangat tak bersemangat.

"Jangan menekuk wajahmu terus seperti itu, Ra.. kita akan bertemu lagi besok."

"Bagaimana jika makan siang bersama dulu? Dengan Jessi juga!" Nara menatap Vivian dengan wajah penuh harap.

"Maaf, tapi aku tidak bisa.." Sesalnya.

"Ini sudah kesekian kalian kamu menolak ajakan makan ku."

"Maaf.. Ajak Jessi jika kamu bosan, Ra. Aku pergi dulu yaa!"

"Hati-hati~ Baiklah, ayo pergi ke tempat Jessi. Ajak dia makan dimsum mentai yang enak sekali itu~~ siapa tau di Amerika tidak ada dimsum mentai kan?" Ucapnya penuh semangat, bangkit dan menyambar tas ranselnya sebelum akhirnya melangkah pergi meninggalkan kelas yang kini telah sepi.

~H.A.Z.A.R.D~


"Aahhh~~"

Zoey mendesah panjang sedetik setelah Giovi membuka pintu ruang hazard. Alexa, Lucifer, dan Louis menyusul di belakangnya.

"Akhirnyaaa pulang juga."

"Kunci pintunya. Jika ada yang hilang, kepala mu juga akan hilang." Ucap Lucifer sembari menyimpan kedua tangannya didalam saku celana.

"Jika ada yang hilang, kepala mu juga akan hilang." Louis meniru ucapan Lucifer dengan nada mengejek, membuat si pria beralis menukik itu langsung melayangkan kepalan tangan kewajah Louis.

"Eitss tidak kena." Kepalan tangan itu menggantung diudara saat Louis berhasil menahannya dengan tangannya.

Lucifer yang pada dasarnya tidak cukup baik dalam menahan emosi, hendak kembali melayangkan pukulan lagi kearah Louis sebelum akhirnya dihentikan oleh Alexa.

"Hentikan.  Dia hanya bermain-main, kau tidak perlu marah begitu."

"Kau harus belajar mengolah emosi dari Alexa, bung." Ucap Louis yang kini berdiri dibelakang Alexa.

Tidak, Louis tidak bersembunyi. Alexa yang tiba-tiba berdiri ditengah-tengahnya dan Lucifer.

Klik!

"Ayo pergi!" Seru Giovi setelah memastikan pintu kaca itu terkunci rapat.

Giovi berjalan didepan sambil mengalungkan lengannya di leher Zoey yang jauh lebih pendek darinya. Keduanya sedang asik membicarakan sesuatu.

"Sudah ku bilang tembak musuhnya 5x, kenapa kau hanya menembaknya sekali? Kau sudah 20 kali memainkan permainan itu dan selalu saja kalah." Ucap Giovi.

HAZARD Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang