[Collaboration To Celebrate NCT Dream's Anniversary]
Gavin Aksagara, laki-laki pewaris Grup First Empire, perusahaan impor asal China yang tengah menguasai pasar Asia. Ia memiliki prinsip tidak ingin menikah seumur hidup, bermain bersama teman dan '...
"Nyonya, Pak Andre datang, ijin untuk melaporkan terkait nona Clara." ujar seorang pria dengan kaos putih yang dipadukan dengan jas hitam dan dasi.
Dia sedang menghadap dengan seorang wanita setengah abad yang sedang duduk di sofa merah.
Wanita yang tubuh idealnya dibalut dress merah ketat itu menarik sudut bibir.
"Biarkan dia masuk." bibir yang dipoles lipstik merah itu bergerak.
Seorang pria didorong sarkas oleh bodyguard sosok tersebut ke ruangan luas yang minim penerangan.
Wajah keriput pria malang itu dipenuhi oleh keringat. Otot di sekitar matanya kaku, sorot lesunya tertunduk, bibir pucatnya gemetar kecil.
"A-Ampuni saya, Nyonya!" pria yang disapa Andre itu berlutut.
"Anak Pak Richard tiba-tiba pindah... Dia pindah ke hotel lain mengajak nona Clara.. saya sudah berusaha mencari lokasinya, tapi saya kehilangan jejak.." terang pria itu, matanya berair, ia mulai menangis sesenggukan.
Wanita yang duduk di sofa itu menatap lurus, "Gergaji?" rahang tegasnya menoleh pada salah satu bodyguardnya.
"AMPUUNNN, NYONYA!!!"
"TOLONG AMPUNI SAYA!!!!"
"AMPUN, NYONYA!! DI RUMAH SAYA PUNYA ISTRI DAN JUGA ANAK!!" jerit pria itu sembari memberontak hebat.
Teriakannya memenuhi atmosfir ruangan saat beberapa orang kekar memegangi tangan dan kakinya.
Wanita dengan sorot dingin itu menerima uluran gergaji yang tampak sangat mengkilat.
"Eh, itu Pak Andre tahu rasanya punya anak, kan?" ia menyunggingkan senyum miring.
"Begitu pula saya, pak..." wanita itu mendekati posisi anak buahnya yang masih memberontak tak karuan.
"Putri saya dibawa tanpa izin..."
"Ampun, Bu... Ampuni saya..." isak pria itu, urat muncul di lehernya.
"Bapak dibayar mahal sekali untuk lakuin tugas ini loh... Dan saya malah menerima kerugian...?"
"Ampun, Bu... Saya cuma manusia biasa.. Saya sangat perlu uangnya untuk sekolah anak saya.." ringisnya.
Wanita itu merotasikan mata, "Gorok." titahnya sembari menyerahkan gergaji.
"ARGHHHH!! AMPUNN!! AMPUNN!!"
Cairan merah muncrat kemana-mana, bercucuran membasahi lantai keramik ruangan, wanita itu beralih memakai jas kulit harimaunya dan keluar ruangan. Dikawal oleh lima pria kekar yang siap bertarung kapan saja.
"Ckckck, Gavin.. Sejak dulu dia selalu durhaka sama tantenya sendiri.." di lorong mansionnya, wanita itu menggeleng heran.
"Hubungi Richard, saya mau ngobrol santai dulu dengan kakak tersayang..." titahnya pada salah satu anak buahnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.